BerandaNewsIa Tak Pernah Meminta, Tapi Semua Datang Mengantar Awhin Sanjaya

Ia Tak Pernah Meminta, Tapi Semua Datang Mengantar Awhin Sanjaya

OtomotifZone.com – Masamba, Kepergian Awhin Sanjaya bukan sekadar kabar duka. Ia adalah luka yang terasa nyata, sunyi yang menghentak hati banyak orang. Dunia balap Indonesia, khususnya Indonesia Timur, kehilangan sosok yang bukan hanya hebat di lintasan, tetapi juga mulia dalam kehidupan.

Awhin Sanjaya, pebalap kelahiran 22 Februari 1998, menghembuskan napas terakhir usai mengalami insiden saat berlaga di kelas MP1 pada Grand Final Sumatera Cup Prix 2025. Ia sempat berjuang di ruang perawatan RS Nurdin Hamzah, Tanjung Jabung Timur. Tim medis telah berusaha sekuat tenaga, namun Tuhan lebih dulu memanggilnya pulang.

Tangis belum kering, duka belum usai. Namun satu hal membuat banyak orang bertanya dalam diam: perbuatan apa yang telah dilakukan Awhin semasa hidupnya, hingga kepergiannya diantar dengan cinta sebesar ini?

Jawabannya terlihat jelas saat jenazahnya tiba di Bandara Kargo Makassar. Tanpa undangan, tanpa aba-aba, ratusan orang datang. Mereka menunggu. Mereka diam. Mereka menunduk. Ketika peti jenazah keluar, tangan-tangan itu berlomba membantu, seolah tak ingin membiarkan Awhin berjalan sendirian di perjalanan terakhirnya.

Perjalanan sejauh kurang lebih 423 kilometer dari Makassar menuju rumah duka di Balebo, Sulawesi Selatan, berubah menjadi lautan penghormatan. Ambulans yang membawa almarhum dikawal masyarakat, disambut di setiap desa yang dilalui. Orang-orang berdiri di pinggir jalan, mengangkat tangan, menundukkan kepala, bahkan meneteskan air mata untuk seorang anak bangsa yang mungkin tak mereka kenal dekat, namun begitu mereka cintai.

Saat memasuki Palopo, iring-iringan semakin panjang. Masyarakat berbondong-bondong mengawal ambulans, seperti mengantar seorang pahlawan yang gugur di medan juang. Bukan karena senjata, melainkan karena keberanian, pengorbanan, dan ketulusan.

Awhin adalah sosok yang ramah. Mudah tersenyum. Mudah menyapa. Ia tak pernah merasa besar meski namanya dikenal luas. Nomor start 198 bukan hanya angka di motor, tapi identitas seorang pejuang yang selalu menghargai siapa pun di sekelilingnya.

Di lintasan, Awhin adalah petarung sejati. Di Indonesia Timur, namanya kerap berdiri di podium. Skill-nya berada di atas rata-rata, kecerdasannya membaca balapan membuatnya disegani. Namun yang paling diingat orang bukan hanya kemenangannya, melainkan sikapnya setelah balapan—rendah hati, santun, dan penuh hormat.

Rheza dan Awhin Podium AP250 Race 1

Ia juga membawa nama Indonesia melangkah lebih jauh. Di ajang Asia Road Racing Championship, Awhin berkali-kali membuat Merah Putih berkibar. Ia berangkat sebagai pebalap, pulang sebagai kebanggaan.

Awhin Bisa Juara Race 1 Expert

Kini, Awhin telah pergi. Namun cintanya tertinggal di setiap lintasan yang pernah ia pijak, di setiap orang yang pernah ia sapa, dan di setiap doa yang kini mengalir untuknya.

Selamat jalan, Awhin Sanjaya. Namamu tak akan pernah hilang. Kau mungkin telah berhenti menggeber motor, tetapi kisahmu akan terus melaju di hati kami.

Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Sang Pencipta. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan. Kedekatan almarhum dengan Redaksi OtomotifZone menjadi kenangan berharga yang tak tergantikan.

Selamat jalan, pejuang lintasan. Terima kasih atas segalanya.

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot