OtomotifZone.com – Jakarta. Setelah ramai dibicarakan Kejurnas Motoprix Region Jawa yang awalnya tidak ada dan akhirnya ada, mungkin kita bisa bahas satu nama yaitu Andreas Indiel. Pria asal Semarang ini awalnya menyanggupi kalau Kejurnas Motoprix Region Jawa dia pegang. Dan pada akhirnya pemetaan Kejurnas Motoprix Region Jawa keluar dan tidak hanya di Jawa Tengah saja.
Awalnya memang Indiel menyanggupi kalau tidak ada yang ambil, dirinya akan selenggarakan Kejurnas Motoprix Region Jawa. Namun empat putaran yang akan dijalankan semua akan diselenggarakan di Semarang. Sirkuit Mijen menjadi tempat penyelenggaraan Kejurnas Motoprix Region Jawa mulanya.
Namun dengan seiring berjalannya waktu, beberapa Pengprov IMI ikut mengambil. Sebut saja Jawa Barat dan DKI Jakarta. Kedua Pengprov ini mengambil jatah Kejurnas Motoprix. Ini berarti Indiel akan tangani dua putaran nantinya. Dengan demikian Kejurnas Motoprix Region Jawa akan berjalan empat putaran di sirkuit yang berbeda.
Sikap awal Indiel ini diapresiasi oleh mantan Juara Region Jawa, Boy Arby Febri. Pebalap yang menjadi juara region bersama tim Kawahara itu memberi nilai plus kepada Indiel. Bisa dibilang Indiel menjadi pelopor pertama yang menyanggupi kalau Kejurnas dia yang pegang semua. Dan akhirnya sekarang beberapa Pengprov ikut ambil andil.
” Waahh setuju bnget mas. buat memancing promotor promotor balap yang lain biar kayak pak Indiel dan lagi di Semarang kan posisinya ditengah tengah to mas pas banget itu mantap,” ujar Boy Arby langsung kepada Otomotifzone.
Awalnya Boy juga memiliki kekecewaan bila Region Jawa tidak ada Kejurnas Motoprix. Pasalnya region Jawa adalah kiblat tim ataupun pebalap. Banyak sekali pebalap dari daerah ingin balap di Jawa karena atmosfer persaingan yang kuat. Terlebih di Jawa ini bisa menjadi tolak ukur tersendiri.
” Ya pastinya sangat mengecewakan mas. Region Jawa ini kiblatnya balap motor di Indonesia lah bisa dibilang. Semua pembalap luar Jawa pengen banget bisa tarung di region Jawa. Dan mungkin itulah pintu pembalap luar region Jawa untuk bisa mulai menitih karir untuk jadi pembalap profesional karena kan ya itu kiblatnya balapan Indonesia ya di Jawa,” jelas pebalap dengan nomor start 2
Lanjutnya,” Contohnya saya dulu sebelum bisa masuk ke region Jawa cuma balap region Sumatra dan Kejurdaan ya udah gitu gitu aja kan mentok disitu tidak bisa kayak sekarang mas. bukan berati merendahkan region lainnya loh ini ya intinya atmosfernya beda lah mas. Bayangin kalau tidak ada Motoprix di Jawa. Ya kan aneh,mundur bnget lah mas ini.
Satu lagi team team daerah tidak mungkin ikutnya langsyng event event gede kayak oneprix gitu langsung mas. Biaya dan lain lainnya bagaimana?kan kasian juga kan,” tutup Boy.
Ini ungkapan sekaligus curahan hati dari Boy yang merintis balap dari 0 dan bisa sampai sekarang. Region Jawa tetap harus hidup. Kami bangga kepada orang orang yang mau memperjuangkan.




