
OtomotifZone.com – Malang. Gelaran otomotif roda empat di Jawatimur kembali digelar minggu lalu di stadion Kanjuruhan Malang yang bertajuk INDONESIA NIGHT CITY SLALOM LUPROMAX OIL ( INCSL ). Seri ke 2 dari 5 seri INCSL ini berbeda dengan seri sebelumnya karena kejuaraan slalom yang digelar club SMN ini serasa kejurnas yang diikuti pe slalom dan tim nasional. Bahkan mendatangkan steward dari PP IMI dan dikemas meriah layaknya kejurnas yang diback up salah satu produk sigaret nasional seperti tahun – tahun lalu. “Memang benar di seri awal kemarin di Purwokerto – Jawatengah tidak melibatkan steward dari PP IMI, dan sekarang mengingat para peserta dari berbagai daerah maka kita dilibatkan “ terang Rizat Riswanto selaku Juri lomba dari komisi Slalom.

Perijinan ke IMI pengprov Jatim memang kejuaraan daerah dan dihadiri Biro Balap Mobil. Lantas bagaimana regulasi dibuku peraturan PP IMI. Apakah ini terjadi overlap rekom atau perbedaan persepsi. “ Di buku peraturan memang ditulis bahwa kejuaraan daerah boleh dikemas kejuaraan terbuka setingkat nasional maupun internasional yang dihadiri para pembalap nasional maupun internasional pula dan ini boleh, namun kadang orang menganggap ini sebagai kejuaraan bukan daerah yang kadang mengundang polemik kecil “ kata Suryo Putranto pemerhati Slalom Nasional dari Surabaya.
Dibuka kelas UTV untuk Slalomvi
Dibukanya kelas UTV dengan memakai Polaris kapasitas 850 cc hingga 1000 cc menjadi mainan baru bagi para peslalom. Karena Jip Buggy ini sebenarnya dipakai untuk sprint atau adventure offroad, namun dengan tim SMN diperkenalkan dan dipakai untuk slalom dengan memodifikasi suspensi dan ban yang dipakai. “ Di Regulasi slalom terbaru masih belum ada, hanya kelas ini sebagai perkenalan atau supporting saja, secara teknis memang beda jauh karena kapasitas hanya 750 cc hingga 1000 cc bermesin rotary teknologi terbaru “ terang Vito Siagian sebagai pimpinan lomba.
Pe Slalom Jatim belum maksimal

Para pe slalom Jatim di seri ke 2 ini masih belum podium teratas meski sudah banyak member perlawanan. Sebut saja Angga Jangkar Miring dan Daud SMN Surabaya di kelas FFA masih kudu mengakui kelincahan James Sanger diatas Honda Brio FFA nya. Karena Daus adalan tim SMN hanya mampu di catatan 00:45:430 diatas Yarisnya dan Angga lebih singkat lagi di 00:44:010 pakai Honda Jazz. Benarkah catatan Jame Sanger 00:44:464 diatas Honda Brio berkat korekan special mesin Brio tim Nos FT ? “ Sedikit ditingkatkan saja performa mesinnya karena dipakai di kelas FWD FFA, tetapi pembalap Jatim sudah saya akui jago “ tukas James ‘Cici’ Sanger pada OZ
Penulis : Mad | Foto : Mad

