OtomotifZone.com – Padang. Olahraga yang satu ini memang terbilang unik. Selain penuh tantangan dan kompetisi, pemainnya tak kenal usia, mulai dari junior sampai senior. Setiap waktu muncul offroader pemula sebagai regenerasi.
Kini ada trio offroader junior dari Sumatera Barat. Usianya masih di bawah 22 tahun. Kebetulan mereka bertiga berteman dan sering tampil dalam satu team, Bareh Solok Offroad Club (BSOC). Ketiganya adalah Alex, Avi Hasseld dan Ari Torang. Uniknya inisial nama depan mereka sama-sama huruf ‘A’. Maka bolehlah disebut Offroader Junior Trio A asal Ranah Minang.
Diantara ketiganya, Alex paling senior, lahir di Solok 25 Juli 1994. Baru Avi Hasseld yang lahir di Bukittinggi pada 15 September 1998. Paling muda Ari Torang yang lahir di Payakumbuh 18 Mei 2001. Ketiganya cukup mahir mengendarai mobil four wheel drive di medan ekstrem. Bahkan sering mendominasi di ajang kompetisi offroad.
Bakat mereka ternyata sudah terlihat dari kecil. Avi awalnya doyan kebut-kebutan pakai motor di jalan, luka dan lecet sudah sering dialami. “Melihat kondisi ini tentunya sebagai orang tua tidak ingin anaknya kenapa-napa, meski bandel. Mobil Jimny 83 yang didandani oleh bapaknya sebagus mungkin untuk ke kantor malah dibawa Country Road. Akhirnya bodi hancur hanya mesin yang tersisa. Untuk memenuhi hasratnya offroad dengan segala upaya dimulailah membangun mobil semi offroad sampai menjadi tubular seperti sekarang,” kenang Rinaldi AL Sirin, bapak Avi.
Tahun 2014 Avi pun mulai ikut kompetisi offroad di Padang Panjang main di kelas standar. Baru berani ekstrim di Padang, Baso, Payakumbuh, Depes Sentul dan terakhir di Kerinci awal Mei 2016. Tentunya orangtua mendukung kegiatannya terutama ibunya kemana-mana Avi didampingi.
Pengalaman pertama Alex dimulai saat kelas 1 SMP dimana ikut nonton offroad di Jambi. Kelas 2 SMP sudah berani main kategori junior di Pekanbaru dengan mobil pinjaman saking kerasnya keinginan untuk main offroad di tahun 2006. Dua tahun kemudian dibangunlah mobil semi offroad buatnya.
Tahun 2009 Alex berhasil naik podium juara 1 kelas under 2500cc. Main lagi di Jambi 2010 menyabet juara 3. Bahkan 2012 di Medina memboyong hadiah utama Xenia pulang ke Solok. Sejak itu, Alex langganan juara. Saat tampil, menjadi incaran offroader lain, terutama mengintai catatan waktu yang diraihnya.
Berbagai kejuaraan diikuti dan pulang membawa trophy. Sempat tahun 2013 menjadi juara 2 tingkat nasional. Lalu
2014 dan 2015 juara umum di Bono. 2014 juara umum juga di Bukit Barisan dan Solok. Setahun kemudian juara umum di Pariaman dan Bukittinggi serta Bono.
Mengawali 2016 Alex dan Avi tampil di Depes Bogor mengikuti even nasional. Lalu main di Aceh dan juara umum seri 1. Selanjutnya di Baso juga juara umum. “Terakhir awal Mei tampil di Bhayangkara Xtreme Offroad Kerinci sebagai juara kelas A, di bawah 2500cc,” beber Alex Jangkrik. Nama Jangkrik melekat karena dengan mengandalkan Jimny Jangkrik, Alex sering juara.
Tak semuanya offroader itu berasal keluarga berada. Buktinya Alex berasal dari keluarga sederhana yang banyak mewarisi keahlian dalam otomotif dari bapaknya, Dharma Aprizonz. Kalau memang sudah bakat, tak bisa lagi dibendung.
Begitu juga dengan Ari Torang yang sejak kelas 2 SMP sudah mengikuti offroad karena keinginan yang kuat. Awalnya sering dibawa ayahnya, Andi Torang, pengusaha asal Payakumbuh yang juga doyan main lumpur. “Tahun 2014 baru mulai mengikuti eksebisi,” ujar Ari. Meski koleksi trophy tak sebanyak Alex, namun bakat dan keberaniannya menjanjikan di masa depan.
Awal BSOC berdiri atas prakarsa ayah Avi dan bapak Alex, keduanya PNS di kota Solok. Sementara Avi dan Alex satu kampus di Universitas Muhammad Yamin Solok jurusan Akutansi. Akhirnya tak hanya anak yang akrab, ketiga orangtua mereka pun menjadi akrab dalam suatu kebersamaan.
Penulis: Noverry Darwin | Foto: Bareh Solok

