Otomotizone.com – Sidrap. Siapa yang tidak mengenal suara energik dan khas Ardin Berdhi yang selalu menghidupkan suasana balap di Sulawesi. Sosok MC dan komentator balap ini kini menjajal tantangan baru. Ia menyuarakan semangat industri otomotif wilayah timur, tepatnya di lintasan balap daratan Melanesia.
Perjalanan Ardin Kirana Putra nama aslinya menuju profesi komentator utama tidak terjadi secara instan. Ia tidak hanya mencoba-coba, melainkan menjalani proses panjang yang penuh dedikasi.
“Sejak SMP, saat berusia 17 tahun, saya sudah menjadi penyiar radio dan reporter sepak bola tarkam sekitar tahun 1998. Kemudian saya mencoba masuk dunia otomotif dengan menjadi announcer marshall,” cerita Ardin.
Kesempatan emas datang saat ia dipercaya menggawangi acara klub otomotif, berkat dukungan Dedy Berdhi, ketua Berdhi Auto Sport Sidrap yang juga mengorbitkan dirinya. Selain itu, sosok almarhum Pujo Hastowo menjadi inspirasi besar yang membuka ruang karakternya saat berbicara di lintasan.
“Awalnya saya tertarik menjadi MC balap setelah melihat aksi MC Nasional Pujo Hastowo, ditambah dukungan Dedy Berdhi yang sudah mengorbitkan saya. Sebagai bentuk apresiasi dan pemanis, saya menggunakan nama panggung Ardin Berdhi. Mereka adalah mentor saya! Mereka memberikan banyak ruang dan pengalaman hingga saya menekuni pekerjaan ini secara serius sejak 2017,” jelasnya.
Ardin tidak hanya sekadar berbicara. Ia juga memberikan konteks ulasan langsung, menganalisis strategi pembalap, dan membuat penonton semakin antusias. Berkat kerja kerasnya, ia tidak hanya berkarier di Sulawesi (Celebes), tetapi juga menjelajahi Kalimantan (Borneo) hingga Melanesia (Maliku, Papua).
“Alhamdulillah, bukan hanya Sulawesi yang menjadi langganan pekerjaan. Saya juga mendapat tawaran dari Kalimantan, Maluku, dan Papua. Pekerjaan yang tidak pernah saya cita-citakan sejak kecil justru membawa saya sejauh ini, hingga saya dipercayakan menangani acara ternama seperti SCR dan lainnya,” ucap pria kelahiran 1984 ini.
Wilayah Melanesia, Maluku dan Papua memberikan kesan paling berkesan dan penuh tantangan bagi Ardin, selain Sulawesi tentunya. Meskipun perjalanannya jauh, dua daerah ini memberikan kesan mendalam yang membuatnya ingin kembali lagi.
“Saya pertama kali ke Papua saat Orin Sugawa berhalangan hadir, dan akhirnya panitia meminta saya menggantinya. Hampir semua acara di provinsi itu terus mempercayakan saya sebagai race commentator. Di Papua, saya juga pernah berduet dengan komentator Arisandro di Kabupaten Supiori,” kenangnya.

“Tantangan dan kesannya sangat berbeda. Walaupun saya harus menempuh perjalanan jauh ke Indonesia Timur, di tengah talenta berbakat Melanesia, senyum hangat dan semangat mereka membuat saya selalu rindu. Saya ingin hadir lagi dan lagi di depan mereka. Menurut saya, anak-anak Maluku dan Papua memiliki harapan besar untuk berprestasi lebih dan membanggakan tanah kelahiran masing-masing,” pungkasnya dengan penuh semangat.
Dari Sulawesi sampai Melanesia, Ardin Berdhi membuktikan bahwa passion bisa membawa kita melangkah jauh. Semoga ke depannya makin banyak pembalap muda berbakat dari timur yang bersinar, dan Ardin terus menjadi saksi serta penyuaranya. Sukses selalu untukmu, Bro!

