Beranda Headline IRC Fasti : Lapisan Kevlar Stabilkan Tekanan Pokemon Go

IRC Fasti : Lapisan Kevlar Stabilkan Tekanan Pokemon Go

0
1764
Syahrul Amin andalan di region Jawa
Syahrul Amin, kangkangi region Jawa

OtomotifZone.com-Jogjakarta. Namanya stabilitas, dimana-mana dibutuhkan. Kestabilan cinta diuji dengan tekanan cemburu, Kestabilan rumah tangga diuji dengan tekanan ekonomi sampai kestabilan negara heboh gara-gara tekanan Pokemon Go. Soal Pokemon Go kita bisa ngobrol banyak sama Dodi Yanto, Marketing Product Develompmet PT Gajah Tunggal, produsen ban IRC. Pria yang akrab wira-wiri di sirkuit balap ini katanya lagi suka game yang lagi nge-hit ini.

Product Development PT Gajah Tunggal Tbk
Dodi Yanto, sang kreator

Jadi, bapak wira-wiri lintasan road race nyari monster Pokemon Pak? “Salah tuh, saya justru enggak suka game itu. Kerja tetap utama. Saya harus memastikan kalau teknologi kevlar di IRC FAST benar-benar berfungsi baik. Makanya harus jalan di setiap sudut tikungan,” bebernya. Wah… mirip slogan menteri, kerja.. kerja.. kejjjaarrr. Wah pas kalo gitu, kita ngomongin ban aja daripada game.

Kabarnya teknologi dinding ban berbahan kevlar/aramid  ini satu-satunya di Indonesia. Diklaim pas banget buat balap. Kenapa hayo?  Karena e.. karena ban balap bergesekan dahsyat saat meredam akselerasi mesin, dan deselerasi  motor. Namanya  gesekan, imbasnya adalah panas. Panas ban merembet dari karet, konstruksi ban sampai ke ruang udara ban atau ban dalam. Di sini konstruksi berperan penting.

Tugas konstruksi ini mirip rangka bangunan, sebagai penjaga desain ban agar senantiasa kokoh dan tidak berubah bentuk. Selain itu, fungsi kedua, kontruksi ini juga bisa menjadi isolator panas dari gesekan ban ke udara di dalam ban. Tekanan ban ini menjaga stabilitas motor. “Ukuran tekanan ban mempengaruhi cengkeraman ban,” kata  Mosik Priyonggo,  mekanik Omah Mburi Ong’s Racing, Yogyakarta.  Tekanan ban berubah saat ban bekerja. Karakter ban berbeda-beda kenaikan tekanannya. Makanya selalu dicek.

Buat mengatasi itu, beberapa trik bisa dilakukan. Awam memasukkan nitrogen sebagai pengganti udara biasa. Nitogen itu inert gas, tidak mudah berubah dan memuai karena panas. Kalau di balap road race? Rata-rata mengandalkan kompresor. Jelas yang dipompakan udara bebas. Udara bebas rata-rata memiliki 79% nitrogen saja. Potensi fluktuasi tekanan udara ban jadi tinggi. Kestabilan motor jadi berubah-ubah dari awal balap sampai finish. Ini bahaya. Mirip kestabilan ekonomi negeri ini kali ya? Sudah stabil belum ya harga daging sapi? Penak jamanku to.. hehe

Ivon Nanda, Seeded region Sumatera
Ivon nanda jawara region Sumatera

Balik lagi ke Kevlar..selain isolator panas, bahan ini dianggap mumpuni dan ringan. Lihat aja karbon kevlar yang dipakai mobil eksotis atau F1. Tak heran IRC kuasai MotoPrix Sumatra lewat Ivon Nanda dari tim Honda Kitakita Kawahara NHK Mimaki IRC SSS dan seri akhir kemarin di Wonosari, Yogyakarta. Juara 1-3 dibabat habis  pembalap-pembalap berban Kevlar ini.

Mirip hutannya, hehe. Prestasi ini jelas bukan dari teknologi main-main. Soal main-main.. balik lagi ke Pak Dodi, juga sering keluar-masuk tenda umbrella girl mirip wartawan Otomotif Zone. Tentu karena gak suka game Pokemon ya pasti bukan nyari Pokemon…

Penulis : Nometo Izaku | Photo : Dok OZ

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses