OtomotifZone.com – Jakarta. Pada Race 1 di kelas Kejurnas IRS seri 3 semua mata tertuju kepada tim Yamaha YAMALUBE FDR SSS NHK 549 KABOCI (25/8) di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor. Kenapa demikian, pasalnya kuda pacu tim tersebut bagai tidak bertaring di dua kelas itu. Ternyata ada strategi yang berubah dari Race 1 kemarin yang tidak berjalan lancar. Untuk menghadapi Race 2, Achos siap mapping sang rider
Memang pada pertarungan di dua kelas Kejurnas, tim Yamaha YAMALUBE FDR SSS NHK 549 KABOCI bagai tak bertaring. Yang mana biasanya tim tersebut selalu memberi perlawanan kepada barisan depan. Dan juga biasanya mewakilkan pembalapnya di barisan terdepan dan bisa berdiri di atas. Namun pada seri ini berbeda, seperti ada yang salah dengan tim tersebut.

“ Ada strategi di tim yang berubah. Jadi tidak efektif saja gitu. Kita mencoba tukar kebijaksanaan ke Richard untuk Syahrul. Untuk mendata kembali apa permasalahan yang dialami pembalap kita. Ini kita cari tau masalahnya. Kita mencari kira kira apa jalan keluarnya untuk race 2 nanti. Kita akan pikirkan dulu,” ujar Achos Kaboci langsung ditemui OtomotifZone.com.
Selain itu ada juga masalah pada motor tunggangan mereka. Terutama di kelas Sport 250 cc pada seri 3 ini. Kendala datang dari masalah Ban yang mereka dapat. Pasalnya pada seri 3 ini mereka mengganti jenis ban yang di pakai. Yang mana jenis ban ini berbeda dari ban yang mereka gunakan pada seri 2.
“ Pada ban kita ada masalah mas. Kemarin kita setting motor untuk ban Pirelli, tapi karena ganti ban jadi kita harus menyesuaikan lagi settingan motor. Jadi pada seri 3 ini, mesin yang kita buat akan menyesuaikan dengan ban,” jelas pria yang hobi bermain gitar itu.
Pada kuda pacu Sport 150 Achos tidak mau ambil pusing. Yang mana ketiga pembalapnya berada di barisan 10 besar. Sang mekanik hanya akan evaluasi kecil. Mesin hanya akan di cek dan pembalap akan di Mapping.
“ Kalau di 150 ini kan pembalap yang bekerja keras. Karena di kelas ini kan rapat ya barisan pembalap. Jadi untuk race 2 nanti pembalapnya saja yang di mapping. Untuk mesin kita hanya cek cek mesin saja. Kita masih lihat data setelah race ini,” tutup Achos




