OtomotifZone.com – Bandung. Banyak penggemar grasstrack bertanya, kapan sebenarnya Ikatan Motor Indonesia pertama kali menggelar Kejurnas Grasstrack di Indonesia?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, data sejarah mencatat dengan jelas. IMI resmi menggelar Kejurnas Grasstrack pertama pada tahun 2008.
Akar Dari Pantai Era 70-an
Sebenarnya, akar grasstrack sudah tumbuh jauh sebelum tahun 2008. Pada era 1970-an, Bangka Belitung tampil sebagai kiblat utama dengan konsep balap di trek pantai. Bahkan, Sirkuit Pantai Pukan menjadi lokasi ikonik saat itu. Selain itu, para perintis hanya mengandalkan motor pabrikan yang mereka modifikasi sederhana menggunakan ban cangkul.
Kemudian, perkembangan berlanjut pada periode 1980 hingga 1990-an. Pada masa ini, komunitas memindahkan arena balap dari pantai ke lapangan bola dan lahan tegalan. Di sisi lain, mekanik lokal mulai mengembangkan konstruksi motor secara lebih serius. Oleh karena itu, mereka menjadikan Honda Win, Suzuki TS, dan Yamaha DT sebagai basis utama untuk melahirkan motor Special Engine.

Momentum Lahirnya Kejurnas 2008
Setelah itu, momentum besar akhirnya datang pada tahun 2008. PP IMI melihat geliat komunitas yang semakin besar. Maka dari itu, IMI memutuskan memberikan dukungan penuh dan menaikkan status grasstrack menjadi Kejuaraan Nasional.
Selanjutnya, panitia menggelar Grand Final Kejurnas Grasstrack (GFKG) perdana pada 20-21 Desember 2008 di Sirkuit PPC Pondok Cabe, Depok, Jawa Barat. Sementara itu, promotor Mico Alexandro memimpin perhelatan bersejarah ini dengan masa persiapan hanya satu bulan.
Pada tahun yang sama, sistem pembagian region juga memulai debutnya. Sebagai contoh, Bangka dan Jambi mewakili Region Sumatera. Kemudian, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur mewakili Region Jawa. Akhirnya, RFC Gorontalo Utara mewakili Region Sulawesi.
Persaingan di lintasan langsung menyajikan aksi terbaik. Novi Andrian bersaing ketat melawan Kiki Hasan di kelas Pemula. Di sisi lain, Cep Sena bertarung melawan Rifan DN di kelas Junior. Bahkan, duel paling sengit terjadi di kelas Bebek Modifikasi 110cc Open dan Sport 150cc Open yang mempertemukan F. Chimon, Akbar Taufan, dan Cep Sena.
Singkatnya, perjalanan dari Pantai Pukan tahun 1970 menuju Pondok Cabe tahun 2008 meletakkan fondasi Kejurnas Grasstrack modern. Hingga tahun 2025, evolusi tersebut terus berlanjut sebagai barometer utama pembibitan pembalap nasional.
Referensi: VMXMedia.id & Arsip IMI.
