Otomotifzone.com – Merauke. Papua Selatan akhirnya menjawab. Setelah sorotan tajam di dua seri sebelumnya, seri pamungkas Kejurnas Grasstrack Region VI Putaran III 2026 dipastikan meledak di Merauke pada 13-15 November 2026.
Jawaban ini sekaligus menutup prediksi redaksi OtomotifZone.com sebelumnya yang menyebut Merauke menjadi taruhan pemulihan setelah Keerom mencatat 272 starter dan Kaimana anjlok di angka 105 starter. Kini semua mata tertuju ke ujung timur Indonesia.
110 Juta Uang Pembinaan Juara Umum, Kelas Open Paling Tinggi!
Panitia menyiapkan total 110 Juta rupiah uang pembinaan untuk 5 kategori Juara Umum. Rinciannya: Kejurnas Pro 20 Juta, Kejurnas Pemula 20 Juta, Open 50 Juta, Setanah Papua 30 Juta, dan Lokal Papua Selatan U-20 10 Juta.
Menariknya, Kelas Open memimpin dengan nilai tertinggi 50 Juta. Prediksi penulis, ini bukan tanpa alasan. Di dua seri sebelumnya, animo peserta di Kelas Open dan Kelas Setanah Papua tercatat paling signifikan dan paling sengit persaingannya. Kelas Open selalu jadi kelas neraka tempat berkumpulnya motor-motor kencang tanpa batas regulasi pabrikan, sementara Setanah Papua jadi gengsi sesungguhnya pembalap Papua Raya.
Dengan menempatkan Open di angka 50 Juta, Merauke secara cerdas memainkan magnet dan doping. Ini menjadi bom waktu yang sengaja disiapkan untuk meledakkan kembali jumlah starter yang sempat drop di Kaimana. Strategi ini pastinya akan menyedot pembalap Pro Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan yang haus akan hadiah besar di seri penutup.
Sirkuit Waninggap Sai Gautak, Lintasan Eks PON XX Papua 2021 yang Lebih Menantang dari Kaimana
Final Kejurnas Grasstrack Region VI pelaksanaanya di Sirkuit Waninggap Sai Gautak, Distrik Tanah Miring, Merauke. Sirkuit ini bukan lintasan sembarangan.
Sirkuit ini memenuhi standar nasional IMI. Panjangnya 1,85 kilometer, lebar 8 meter, dengan 14 tikungan, 7 ke kanan dan 7 ke kiri. Di atas lahan 26,5 hektar, sirkuit ini sebagai salah satu sirkuit kebanggaan Papua.
Lintasan ini membuktikan karakternya: tanah merah padat, keras, dan berdebu. Permukaan tanah Merauke justru lapisan padat. Saat motor mendarat dari table top, tanahnya tidak ambles, tapi langsung memecah menjadi debu pekat. Karakter seperti ini membuat traksi ban jadi liar dan membutuhkan skill kontrol gas tingkat tinggi.
Sejarah mencatat, PON XX Papua 2021 cabang Balap Motor telah tergelar di sirkuit ini. Sirkuit ini tercatat sebagai venue permanen Freegeb Waninggap Sai Gautak yang menjadi saksi pertarungan para pembalap terbaik Indonesia saat PON XX. Artinya, lintasan ini sudah teruji standar nasional.
Lalu apakah akan lebih menantang dari Sirkuit Coa Kaimana yang terkenal teknikal dan ganas? Jawabannya, iya dengan karakter berbeda. Jika Kaimana mengandalkan tanah gembur dan tanjakan terjal yang menguras tenaga, Merauke dengan tanah merah padatnya menawarkan tantangan kecepatan tinggi, licin saat berdebu, dan hentakan keras saat landing. Pembalap yang salah pilih ban dan setting suspensi bisa langsung terpental dari table top.
Pembenahan Layout Terus Digeber Jelang Final
Panitia bersama Pengurus IMI Pengprov Papua Selatan da Korwil IMI Merauke terus melakukan pembenahan layout sirkuit beberapa pekan lau. Pengerjaan meliputi penataan ulang jalur, penambahan safety zone, dan pemadatan tanah di beberapa titik rawan.
Harapannya jelas, Sirkuit Waninggap Sai Gautak tidak hanya menjadi lintasan penutup, tetapi menjadi lintasan paling menantang dan paling adil bagi seluruh peserta Kejurnas di seri pamungkas. Panitia ingin memastikan persaingan juara umum berlangsung hingga tikungan terakhir.

Total 22 kelas akan dilombakan. Mulai dari kelas Kejurnas, Open, Se-Tanah Papua, hingga Supporting Race. Semua siap bertarung memperebutkan mahkota juara Region VI 2026.
Keerom membuka cerita, Kaimana memberi pelajaran mahal soal logistik, dan Merauke kini menyiapkan panggung megah untuk menutup cerita dengan ledakan 110 Juta. Ini bukan sekadar final, ini adalah pembuktian bahwa Papua Selatan siap menjadi barometer baru Grasstrack Indonesia Timur.
