Otomotifzone.com – Tangerang. Seperti kita ketahui bahwa akhir akhir ini cuaca sangat sulit sekali untuk di tebak apalagi kita atur sesuai kehendak, tentulah itu sangat mustahil dilakukan sama halnya dalam Kejuaraan Grasstrack Jabodetabek – Banten Piala Pemuda Rancamalang 2017 berlangsung di Sirkuit Kp Rancamalang, Desa Cisirung, Pagedangan, Tangerang, Banten. Sabtu – Minggu (6-7/5). Cuaca menjadi kendala terbesar dalam penyelenggaraan event tersebut, tapi pada kenyataanya race dapat bejalan dengan meriah.
Tercatat 264 starter andil bagian, hal ini patut kita apresiasi karena selain event lokal sirkuit juga di buat secara manual karena letak sirkuit berdiri diatas tanah PT BSD, pengelola memperbolehkan tanahnya digarap akan tetapi tidak boleh menggunakan alat berat untuk alasan apapun, sehingga Ujang Khemod selaku creator sirkuit berpikir keras bagaimana bisa membuat sirkuit dengan layak serta memperhatikan beberapa faktor tentunya faktor keselamatan, faktor keamanan dan beberapa faktor pendukung lainya.
Permasalahan tak berhenti sampai di situ waktu pembuatan sirkuitpun hanya dalam tiga minggu, sehingga Ujang Khemod bekerja sama dengan seluruh pemuda Rancamalang beserta pasukan DRT membuat sirkuit ekstra cepat agar selesai tepat pada waktunya, dan hasilnya cukup luar biasa untuk pembuatan sirkuit dengan pengerjaan manual tanpa adanya alat berat, kehebatan lainya hujan deras mengguyur sirkuit dari siang hingga race terakhir digelar tidak ada tanda tanda sirkuit tergenang air hingga tak bisa dilalui.
Bukan tetapi event ini tanpa ada kekurangan, masih banyak hal yang harus diperbaiki kedepanya, Endud Aminudin selaku ketua penyelenggara menyadari dan menjadikanya sebuah pelajaran agar kedepanya bisa lebih baik lagi.

” Syukur Alhamdulilah event Kejuaraan Grasstrack Jabodetabek – Banten Piala Pemuda Rancamalang 2017 dapat berjalan dengan meriah sesuai dengan target kita di awal, pembalap lokal tangerang juga cukup antusias kedepanya saya berharap kita dapat kembali menyelenggarakan event serupa tentunya dengan skala yang lebih besar, kami juga berjanji akan terus merenovasi sirkuit hingga standar nasional ” Beber Endud Aminudin selaku ketua Penyelenggara
Penulis mencoba menelisik apa yang membuat keberhasilan Ujang Khemod membuat sirkuit dengan waktu yang singkat serta alat seadanya, bisa memaksimalkan semuanya dan ternyata intinya ialah kekompakan sehingga bisa selesai dengan cepat apalagi lahanya begitu luas dan tak terpetakan.
” Ya intinya semuanya berjalan otodidak memang saya akui, desain awal berbeda dengan realisasinya karena saya memikirkan beberapa aspek seperti lahan parkir dan akses penonton, kita dapat bekerja dengan ekstra cepat karena berkat kerja sama tim dan koperatifnya warga Rancamalang sehingga ini berjalan dengan maksimal ” Jelas Ujang Khemod
Ujang Khemod juga sedikit membuka rahasianya kenapa event yang ia kemas selalu banjir peserta “untuk kemasan event sendiri sama seperti sebelumnya saya lebih mengutamakan request pembalap maksudnya pembalap lokal yang enggan tampil bersaing dengan pembalap dari daerah lainya kita harus buatkan kelasnya agar mereka merasa didengarkan jika sudah dau tiga kali ikut balap sedikit demi sedikit mereka juga akan merasa pede dan bisa ikut kelas kelas lainya kita tidak bisa memaksa pembalap karena intinya mereka juga berkeinginan menjadi juara”

Sedikit menarik dalam pelaksanaan event kemarin dimana dikelas Bebek Standard Pemula Tangerang harus diulang karena keteledoran salah satu petugas lap board meninggalkan tempatnya sehingga bendera finish berkibar saat lap ke 4 dari 5 laps, ini ibarat prajurit meninggalkan posnya demi menyelamatkan dirinya tapi alhasil seluruh pasukan tertembak mati.
Hal ini seharusnya tidak terjadi jika ada komunikasi, dan menurut hemat penulis kejadian kemarin sah sah saja jika di berentikan dari awal karena melihat cuaca dan sirkuit saat itu bisa hancur jika terus dipaksakan apalagi setelah kelas tersebut masih ada race selanjutnya dan hal tersebut dibenarkan dalam buku biru peraturan Grasstrack yang dikeluarkan oleh PP IMI, tapi ini harusnya di kordinasikan bersama pimpinan perlombaan.
Penulis : Nana Triana |Foto : Nana Triana




