OtomotifZone.com-Jambi. Ada yang ganjil, menggelikan namun bagi yang tidak tahu, namun kisah ini ada dan nyata digelaran Kejurnas MotorPrix Region 1 seri 3 Sabtu-Minggu kemaren (6-7/5) di sirkuit Non Permanen Tugu Monas kota baru Jambi.
Saat duet MC Arissandro dan Helmi cuap-cuap memanggil satu nama, sontak 162 pembalap rebutan memasuki grid, setelah dicek satu persatu, semuanya tidak ada yang bernama Kohar, 6 kalai penyisihan si Kohar yang dipanggil tetap yang datang tidak ada yang sesuai panggilan MC, tapi pemimpin perlombaan, seklom dan pencatat nomer tidak kebingungan, karena si Kohar hanya sebuah istilah.

Kohar yang dimaksud bukan Ahmad Kohar, pembalap Jabar tahun 2000-an, namun istilah kelas singkatan dari Korek Harian. Ya Kohar itu korek harian, kelas supporting khusus yang sudah naik daun diwilayah Pengprov IMI Jambi, tidak hanya saat kejurnas MotorPrix kemaren sajo, namun istilah tersebut sudah digulirkan sejak tahun 2008 silam.

Kelas ini dibuka agar biaya balap tidak begitu mahal tapi peminatnya banyak, karena tidak ada batas usia, spek kohar sendiri basicnya adalah MP5 yang sudah ada seperti sekarang, tapi masih menganut pembakaran karbu, bukan injeksi lho.
“memang saya menciptakan kelas Kohar ini sejak 2008 silam, regulasinya sangat simpel, seperti standar pabrik, tidak boleh menggunakan gigi rasio racing, tidak ada pembatasan umur sehingga siapapun boleh ikut asal bukan pembalap seeded, agar jalannya lomba makin ramai dan lebih kompetitif”, papar Darmawansyah A Haris atau lebih dikenal Mawan Dragon, Ketua Harian Pengprov IMI Jambi dan juga promotor event.

Nah. kohar kemaren gilanya meski satu kelas, sudah memenuhi kuota 37 % dari total 435 starter, 162 pembalap turun dikelas Kohar, kebayangkan ramainya kelas ini, makanya beberapa kali OZ liputan, si Kohar ini menjadi kelas idola para promotor.
Penulis : Edi Batrawan | Photo : Edi Batrawan




