
OtomotifZone.com – Surabaya. Sejak digelar kejurnas dragbike awal tahun 2014, pentas bertaraf nasional balap trek lurus ini peraturannya bak benang kusut. Betapa tidak, semua jadwal yang digelar di Jawatimur seolah dengan sengaja berbenturan dengan kejuaraan dragbike terbuka lain. Bahkan beberapa pembalap dragbike dengan nyata mengatakan bahwa event hari ini adalah kejurnas dragbike putaran ke 6. “ Good bye kejurnas dragbike .. ! “ ucap Bambang Haribowo ketua umum IMI pengprov Jatim. Lontaran kata tadi mengungkapkan patah arang dan kekesalan atas jadwal kejurnas dragbike yang amburadul. Pasalnya jadwal kejurnas dragbike minggu kemarin(22/6) di Pantai Ria Kenjeran Surabaya berbenturan dua jadwal serupa di dua provinsi yang berdekatan dengan Jawatimur yakni kejuaraan terbuka dragbike di PRPP kota semarang dan Dragbike dikota Tabanan, Bali.
Meski secara nasional belum ada peraturan pemetaan region bagi balap Dragbike, namun dampak yang ditimbulkan selama ini adalah kurang maksimalnya jumlah peserta terutama di beberapa kelas DB Kejurnas. Namun di beberapa tim dragbike dengan sengaja tidak mengikuti kejurnas ini dengan alas an akan memeriahkan ditempat lain karena timnya tidak menuai pundi – pundi poin selama kejurnas. “ Kalau saya memang sengaja tidak akan ikut di kejurnas besok karena tidak punya poin dan saya akan balap drag ke Bali selama bulan Ramadhan “ kata tim Dragbike asal Kediri Jawatimur.

Fenomena ini akhirnya menjadikan Nugroho Widjajanto Pengawas lomba selaku utusan PP IMI untuk sementara netral dulu. “ Kita semua mengerti kalau kejuaraan nasional atas rekom dari PP IMI tidak diperbolehkan ada kejuaraan yang sama digelar diprovinsi lain, untuk sementara ini kita habiskan dulu jadwal – jadwal kejurnas dan selanjutnya kita rapatkan secara nasional di Rakernas akhir tahun, dan kita bersama – sama menata ulang jadwal untuk tahun 2015 akan dating “ tukas Yanto panggilan akrabnya.
Disadari bahwa gelaran balap di tanah air untuk tahun 2014 didominasi balap Dragbike, dari pulau Jawa saja tak kurang dari 40 gelaran yang harus terselesaikan, belum kini dragbike juga popular di Sulawesi, Bangkabelitung dan Bali. Secara terpisah Sigit Widiyanto Juri Lomba dari PP IMI yang kebetulan hadir dan menyaksikan kejurnas dragbike seri ke 6 kemarin member inputan bahwa sebenarnya para pembalap dragbike tersebut tak mengejar standing poin akhir di seri kejurnas. “ Saya yakin kalau para pembalap tak mengejar poin kejurnas, lihat saja saya mengadakan dragbike di Sumatra, para pesertanya ternyata dating dari DKI,Jateng dan Jatim sendiri. Tak perlu menyebut nama pembalap tetapi mereka itu sudah mengerti akan hadiah yang bakal diterima jika dia naik podium. Sebagai contoh dalam satu gelaran di satu kelas tertentu hadiah yang didapat di podium utama adalah sebuah motor, uang yang tidak sedikit dan masih beberapa hadiah dari sponsorship. Apa ga menarik meski ini bukan kejurnas “ papar Sigit.
Kita atur kembali jadwal kejurnas tahun depan saja bos..
Penulis : Diki | Foto : Diki

