OtomotifZone.com-Sentul. Perkasa, memang benar-benar perkasa, Prassetyo Hardja memang super special, tampil tidak dalam performa terbaiknya diajang Eshark Indonesia Karting Championship 2019 seri 5 Minggu ini (28/7), Prassetyo Hardja mempertontonkan balap spektakuler.
Hanya menempati posisi 2 tercepat sesi QTT, kemudian hanya finish diposisi 3 saat heat dan bernasib sial saat prefinal, Prass terpaksa harus mundur dari pertarungan saat race baru menginjak lap 2, kabel busi tiba-tiba lepas dan mesin mati mendadak, terpaksa saat final, Prass harus start diposisi 18.

Disinilah aksi dramatis Special Boy dikelas Shifter 150, Lepas start Prass mencoba untuk langsung melakukan gerakan agresif, dan terbukti, baru pertengahan lap pertama, Prass langsung melejit diposisi 8, serangan dilancarkan kemudian dilap-lap berikutnya sampai pada akhirnya mampu bertengger diposisi 3 saat lap 2, kemudia tanpa berpikir panjang akhirnya Prass mampu mengovertake Ditya yang berada diposisi 2 dan kemudian menyusul Senna SN yang sejak awal berada diposisi 1.

Keberhasilan mengovertake lawan-lawannya bertahan dan tidak terkejaar hingga bendera finish dikibarkan setelah menghabiskan 16 putaran, dan Prass dinobatkan menjadi juara dikelas ini.

“saya juga bingung ko tiba-tiba mesin mati, ternyata kabel businya lepas, final saya harus start diposisi 18, tentunya tugas yang berat untuk saya, apalagi Sena Start diposisi pertama disusul Diptya diposisi ke-2, untuk engine dan chassisnya bisa mampu menghantarkan saya menjadi juara, terima kasih untuk mekanik”, papar Prassetyo Hardja.
Peluang double winner sebetulnya terbuka lebar, karena Prassetyo Hardja start diposisi terdepan kelas Senior, namun trouble engine membuat dirinya tidak bisa tampil maksimal sejak start. “Sedih banget lah, kemenangan didepan mata harus hilang begitu saja”, tambahnya. Masih sisa 1 race lagi, gas poll Prass.
Hasil podium tertinggi dikelas Shifter memang ajaib.
Penulis dan photo : Edi Batrawan




