BerandaInternasionalDaya Juang Ekstra! Mohamad Altaf Ridwan Tembus Final FIA Karting Academy Genk...

Daya Juang Ekstra! Mohamad Altaf Ridwan Tembus Final FIA Karting Academy Genk dari P46

OtomotifZone.com – Genk, Belgia. Pembalap gokart muda Indonesia, Mohamad Altaf Ridwan, sukses memamerkan mental bertarung kelas dunia pada putaran pertama ajang FIA Karting Academy Trophy yang berlangsung di Sirkuit Genk, Belgia, 21-24 Mei 2026. Meski dihadapkan pada situasi sulit di awal, Altaf berhasil memutarbalikkan keadaan hingga sukses menembus babak Final.

Perjuangan pembalap dengan nomor gokart 536 ini sejatinya menemui ujian berat setelah ia harus puas berada di urutan ke-46 pada sesi Qualifying Time Trial (QTT). Namun, posisi start dari barisan belakang tersebut justru menjadi panggung pembuktian skill menyalip (overtake) seorang Altaf.

Berdasarkan data resmi Qualifying Heats, Altaf tampil sangat agresif dan efektif. Pada sesi Qualifying Heat B-C, ia memulai balapan dari grid ke-23. Ia langsung tancap gas memotong 11 pembalap dan sukses finis di urutan ke-12, sekaligus menorehkan catatan waktu terbaik (best lap) 54.687 detik.

Aksi memukau berlanjut di Qualifying Heat A-B. Start dari posisi ke-24 , Altaf kembali menunjukkan tajinya dengan merangsek ke depan hingga menyentuh garis finis di posisi ke-13. Di sesi ini, ia mencetak waktu tercepatnya di angka 56.227 detik dan berhak atas tambahan 24 poin.

Konsistensinya kembali teruji di Qualifying Heat B-D. Memulai balapan dari urutan ke-23 , Altaf konsisten memperbaiki posisi dengan finis di urutan ke-14 dan mencatatkan waktu 55.076 detik. Rentetan aksi memotong posisi di setiap heat ini memastikan Altaf mengamankan tiket menuju babak Final.

Sayangnya, nasib kurang beruntung menghampiri wakil Indonesia ini di partai puncak. Saat berjuang keras dan sudah merangsek naik hingga menempati posisi ke-19, Altaf menjadi korban insiden tabrakan dari pembalap lain. Benturan tersebut memaksanya gagal menyentuh garis finis. Pihak Race Direction pun bertindak tegas dengan menjatuhkan sanksi diskualifikasi (DSQ) kepada pembalap yang memicu insiden tersebut.

Meskipun harus terhenti karena insiden di luar kendalinya, keberhasilan Mohamad Altaf Ridwan menyodok dari P46 hingga masuk ke Final adalah sebuah pencapaian yang patut mendapat apresiasi tinggi. Daya juangnya di Belgia membuktikan bahwa talenta muda Indonesia memiliki kapasitas mumpuni untuk bersaing ketat dengan para pembalap terbaik dari seluruh penjuru dunia. Gaspol!

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot