Beranda Headline Kejurnas Karting : Kejutan Ditengah Dominasi Langganan Juara

Kejurnas Karting : Kejutan Ditengah Dominasi Langganan Juara

0
1072
persaingan dikelas Junior Max
persaingan dikelas Junior Max
persaingan dikelas Junior Max

OtomotifZone.com-Sentul. Perhelatan Kejurnas Eshark Cup 2015 baru saja selesai digelarĀ  Minggu 22 Febuari 2015 di Sentul International Karting Circuit (SIKC). Balapan seri pembuka untuk kejuaraan kelas nasional ini sukses dari segi pelaksanaannya yang ditandai dengan zero protest dan minim insiden. Sejumlah nama-nama pegokart lama memang masih mendominasi jalannya lomba, namun ada satu kejutan yang terjadi ditengah dominasi tersebut. Bagaimana ceritanya? Berikut liputan lengkapnya.

Muhammad Harits Juara Junior Max
Muhammad Harits Juara Junior Max

KELAS JUNIOR, M. HARITS BERI KEJUTAN
Pegokart cilik dari Go!!! Motorsport ini berhasil memberikan kejutan di kelas junior. Tak tanggung-tanggung, M. Harits mendominasi seluruh tahapan lomba sejak QTT hingga sesi Final. Memulai pole position dengan catatan waktu 49,577 detik, M. Harits menggebrak kelas ABG ini dan berhasil menjadi yang terdepan. Gangguan sempat datang dari Keanon Santoso di sesi Heat, namun sayang Pegokart andalan TKM PDB Racing ini harus merumputkan kendaraannya karena masalah teknis pasca insiden crash di sesi Prefinal.
Battle fight memperebutkan posisi runner up antara Presley Martono, M. Ferrel Fadhil dan Prassetya Harja semakin memperlebar jarak aman M. Harits dari lawan-lawannya. Hingga checker flag dikibarkan, M. Harits berhasil menyelesaikan lomba meninggalkan jauh lawan-lawan dibelakangnya. Selebrasi kemenangannya menandai bahwa dirinya merupakan pegokart yang tak lagi bisa diremehkan di kancah perebutan gelar juara nasional tahun ini.

Silvano Christian juara Senior Max
Silvano Christian juara Senior Max

KELAS SENIOR, SILVANO DAN JULIO MASIH MENDOMINASI
Kelas ABG dewasa ini masih didominasi oleh duo juara tahun lalu. Silvano Christian sang Juara RMC Indonesia 2014 dan Ananda Julio Prost juara nasional dan juara Eshark Cup 2014. Julio berhasil memimpin pole position dengan catatan waktu 49,385 ditempel ketat Silvano dengan selisih 0,009 detik. Start di posisi dua, Silvano berhasil memanfaatkan sesi heat untuk menjadi yang terdepan sementara Julio harus terlempar ke posisi tiga. Naas dialami Julio pada sesi Prefinal, akibat masalah teknis, Julio yang sudah berada di posisi dua kembali terhempas ketika gokartnya sempat parkir di gravel track.
Memulai balapan dari barisan akhir tak membuat Julio patah semangat. Pada babak Final, Pegokart andalan MBG Racing ini memulai misi pengejaran sesaat setelah lampu start dipadamkan. Satu persatu lawan dilibasnya dalam 24 putaran yang dilombakan. Julio berhasil mencapai posisi runner up, sementara Silvano telah berhasil membuat lebar jarak yang tak mungkin tersentuh olehnya. Saat bendera finish dikibarkan, dominasi mereka tercatat sebagai penghuni podium satu dan dua.

Ariel Andhika Bahran Juara Micro Max
Ariel Andhika Bahran Juara Micro Max

KELAS MICROMAX, MASIH MILIK ARIEL ANDHIKA BAHRAN
Pergeseran dan persaingan posisi para pegokart begitu terlihat pada pelaksanaan balap kelas Micromax ini. Sergio M Noor sempat memimpin klasemen QTT dengan catatan waktu 56,693 detik di bayang-bayangi Akheela Chandra yang membukukan waktu 56,831 detik. Namun pada sesi Heat Rava Mahpud berhasil mengambil alih pimpinan lomba menggeser posisi rival-rival diatasnya. Aksi saling overtake terjadi di semua sesi perlombaan, hingga pada sesi Prefinal, Ariel Andika Bahran sang juara bertahan mampu menguasai jalannya lomba dengan menjadi yang terdepan saat start pada babak final.
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Pegokart cilik berkaca mata ini langsung tancap gas meninggalkan lawan-lawan dibelakangnya. Tekanan-tekanan yang diberikan para rivalnya mampu diredam dengan penguasaan racing line yang rapih. Keberhasilan menjadi pegokart yang menyentuh garis finish pada urutan terdepan semakin mempertegas bahwa dirinyalah masih pemilik kelas ABG kecil ini walaupun kemampuan para pesaingnya semakin menunjukan peningkatan yang harus diwaspadainya.
Berikut hasil lomba kelas micromax Kejurnas Eshark Cup seri 1

Imran Karim Wewengkang juara Cadet
Imran Karim Wewengkang juara Cadet

KELAS CADET 60 CC, WEWENGKANG TERBAIK DIKELAS PEMULA
Nama Imran Karim Wewengkang mejadi buah bibir komunitas gokart yang hadir pada kejurnas Eshark Cup seri 1 lalu. Keberhasilan pegokart Kanaka Racing ini mendominasi kelas para pemula bukanlah hal yang biasa saja, apalagi dikelas itu juga dihuni oleh Sergio M Noor yang turun dalam dua kelas pada kejuaraan tersebut. Meraih waktu tercepat sesi QTT dengan catatan 1.02.661 detik, pelajar Al Jabr Islamic School Grade 4 Pondok Labu ini langsung tak memberi ampun para pesaing untuk menghalangi langkahnya menuju podium 1. Sementara Sergio M Noor harus jatuh bangun melewati berbagai tahapan lomba sebelum akhirnya kembali ke posisi runner up di tengah perlawanan sengit dari Ganendra, Makaio dan Marlo. Dengan prestasi ini, pembalap yang lahir tanggal 10 Oktober 2005 ini melengkapi koleksi piala menjadi 4 setelah ajang seri pertama ini.

Sang Master Max, Amir Mahpud
Sang Master Max, Amir Mahpud

KELAS SENIOR MASTER, AMIR MAHPUD MASIH TERLALU TANGGUH
Meskipun hanya diisi lima starter namun tak mengurangi determinasi yang timbul pada lap demi lap yang ditempuh selama balapan berlangsung. Sesaat setelah tanda lampu start dipadamkan hanya persaingan kecepatan yang dapat disaksikan. Amir Mahpud berhasil menjadi pembalap tercepat sesi QTT dengan raihan waktu 51,515 detik mengungguli lawan-lawannya. Berbekal kemampuan yang apik, Amir Mahpud berhasil membuktikan dominasinya di setiap tahapan lomba. Pada babak Final, Amir Mahpud kembali membuktikan bahwa dirinya adalah yang terbaik di kelas para legenda sirkuit ini.
Keikut sertaan Eris Mahpud sang promotor Kejurnas Eshark Cup turut meramaikan persaingan ditengah cuaca panas SIKC, namun sayang Sang Jendral Eshark ini harus gagal finish di sesi Final. Kegagalan ini juga diikuti Azis Rismaya Mahpud yang juga terpaksa harus merumputkan kendaraannya di babak akhir ini.

Aldino Asmasoebrata
Aldino Asmasoebrata

KELAS GEARBOX, PANGGUNG UNTUK ALDINO ASMASOEBRATA
Sempat terpaut selisih setengah detik di sesi QTT dengan Senna SN yang turun di dua kelas, Aldino mencatatkan waktu 51,988 detik dan harus puas menghuni grid dua pada klasemen awal. Babak Prefinal dapat dituntaskannya dengan mengambil alih pimpinan lomba setelah Senna SN gagal finish akibat masalah pada kendaraannya. Berlanjut ke Final, dominasi Aldino tak terpatahkan hingga akhir balap, Senna SN yang mencoba bangkit hanya mampu menguntitnya di posisi runner up.

Penulis: @bravo_romeo, Ebas |Photo : Edi Imola