OtomotifZone.com-Bandung. Balap paling enak enggak setengah-setengah. Kering ya kering, basah ya basah. Seperti di balap MotoGP Ceko, Minggu kemarin. Hujan mengguyur dari pagi. Membuat pilihan ban jadi sederhana. Ban basah. Persoalannya, seperti halnya ban kering, ada beberapa pilihan kompon ban basah yang bisa dipakai. Keras/hard atau empuk/soft.
Dua ban ini memiliki karakter berbeda, ban soft memiliki cengkeraman ban lebih baik saat awal lap. Harapannya bisa ngacir sejauh-jauhnya, dan berharap bisa mengatur ritme permainan saat akhir lap. Resep ini terbukti manjur di motor Ianone, rider andalan Ducati saat lintasan benar-benar basah dan hujan mengguyur deras. Kompon empuk membantu ban tetap ‘hangat’ karena gesekan ban lebih tinggi.
Sayangnya jelang 10 lap akhir, sirkuit mulai mengering. Strategi Ianone mulai kedodoran. Gesekan berlebihan membuat kompon lunak mulai berantakan. Berodol. “Ban depan mulai kehilangan traksi, penting dapat poin dari pada tersungkur,” ujarnya.
Rider-rider unggulan macam Valentino Rossi termasuk dapat durian runtuh. Lebih-lebih lagi Carl Crutchlow. Mengamuk ketika sirkuit mulai menyusut airnya. Best time, berkali-kali ditorehkan sampai akhirnya mengintimidasi Ianone dan berhasil juara. “Saya tahu Ianone mulai kesulitan dengan ban depan. Tinggal menunggu waktu saja,” kata pembalap Monster Energy itu. Kedua pembalap ini memilih hard core eh salah hard compound.
Ban kompon keras, memang lambat panas, cengkeraman ban meningkat seiring lap berlangsung. Enggak bisa dipush dari awal. Kalau berani nekat, dijamin kelontang. Keuntungannya, kompon keras tidak cepat aus tergesek aspal. “Saya pilih kompon keras, ya gambling aja. Kalau hujan mereda, saya pasti bisa fight. Bener kan?” senang Crutchlow. Ngomongin senang, yang suka keras dan durasi lama sampai akhir lap enggak cuma Crutchlow. “Ibu-ibu juga suka, Mas. Apalagi basah-basahan gitu,” sambar ibu-ibu arisan yang kebetulan nonton bareng di kompleks. O… seperti itu… Masih ngegrip ya,Bu? He he.
Carl Crutchlow digilai ibu-ibu arisan kompleks
Penulis : Nometo Izaku | Foto : motorcyclenews.com




