OtomotifZone.com – Jakarta. Minat membaca buku masyarakat Indonesia sampai saat ini belum mengalami banyak kemajuan, bahkan dengan dibantu teknologi internet masih belum mempengaruhi kenaikan angka membaca yang signifikan.
Isu mengenai penggunaan teknologi internet yang kurang tepat adalah salah satu problematika masyarakat Indonesia, sehingga manfaat dari penggunaan internet kurang begitu dirasakan.
Internet seperti pisau bermata dua, jika disalah gunakan bisa memberikan dampak negatif terhadap pengguna, oleh karena itu penggunaannya perlu diawasi. Teknologi internet dirasa masih kurang cocok digunakan bebas oleh anak-anak dan remaja, karena banyak lain persoalan yang perlu dibenahi.
Sugeng Haryono memiliki caranya sendiri untuk menggenjot minat membaca masyarakat, yaitu dengan membentuk Komunitas Motor Pustaka, idenya sangat sederhana, yaitu memberikan pinjaman buku kepada masyarakat tanpa dipungut biaya, dengan berkeliling menggunakan motor.
Profesi Sugeng yang awalnya seorang tukang tambal ban, tidak menjadikan hal tersebut sebagai penghalang untuk menjalankan program ini dan memiliki keyakinan yang besar dengan Motor Pustaka ini dapat meningkatkan budaya membaca ditanah air.

Motor Pustaka didirikan pada bulan Maret tahun 2014, lokasi yang menjadi target mulai dari Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Kab. Lampung Selatan, dan di Balai Desa Lebungnala. Setiap harinya Sugeng menempuh jarak 8-10 km, dengan mengunakan sepeda motor antik, Sugeng memberikan pinjaman 1000 buku bacaan secara gratis.

Perpustakaan Nasional Indonesia mengapresiasi program Motor Pustaka ini dan memberikan penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka pada hari selasa, 16 Agustus 2016 Pukul 18:30 s/d selesai, dengan kategori tokoh masyarakat yang peduli terhadap pengembangan perpustakan dan kegemaran membaca.
Balai Kartini menjadi saksi penobatan Komunitas Motor Pustaka, beserta pejuang literasi yang lainnya. Seperti, Ridwan Sururi (kuda pustaka gunung Slamet), Muhammad Ridwan Ilamudin (Perahu Pustaka Mandar), Ahmad Nirwan Arsuka (Jendral Pustaka Bergerak), Fauzi Baim (Jamu Pustaka), Najwa Shihab (Duta Baca), Syarif Bando (Kepala Perpusnas) , dan kepala Perpusda se Indonesia.

Sugeng Hariyono juga sempat bersanding foto dengan Najwa Shihab, “tidak disangka juga tukang tambal ban ini bisa bersanding foto dengan Najwa Shihab,” celoteh Sugeng kepada OZ.
Prestasi yang membanggakan untuk pejuang literasi, karena selalu berjuang keras untuk menumbuhkan minat membaca, dengan berbagai ide untuk meningkatkan minat baca kepada generasi muda.
“Motor Pustaka memiliki harapan menjadi sisi positif bagi seluruh bikers Indonesia,” Ujar Sugeng Hariyono
“Saya mempunyai impian membuat pojok baca dengan memanfaatkan Drum bekas menjadi rak buku nya namanya #Drumpustaka, semoga banyak pejuang literasi yang menggunakan sepeda motor ataupun media trasnportasi lainnya”, jelas Sugeng lebih lanjut kepada OZ.




