OtomotifZone.com – Kaimana. Sirkuit Coa Kaimana melahirkan bintang baru di Kejurnas Grasstrack Region VI Putaran 2, 25-27 September 2026. Namanya Ahmad Syafi’i Husni, pembalap cilik berusia 12 tahun asal Kabupaten Kaimana.
Syafi’i turun di kelas GTX 16, kelas eksebisi U13 Se-Tanah Papua. OtomotifZone mencatat, kelas ini menjadi kelas yang pertama kali panitia mainkan di Kaimana. Panitia membuka kelas tersebut khusus untuk mencetak regenerasi pembalap Papua.
Meski berstatus kelas eksebisi, Syafi’i tampil tanpa ampun. Ia turun melawan tiga pembalap lainnya dan langsung menguasai jalannya lomba. Sejak start, Syafi’i tancap gas, menjaga racing line tetap rapat, dan melibas trek lurus panjang Coa dengan percaya diri. Ia meninggalkan lawan-lawannya hampir 15 menit hingga menyentuh garis finis. Dominasi total, bukan sekadar menang.
Performa gemilang itu lahir dari didikan sang ayah, Husni Mubarak Husein Laubo. Husni bukan nama baru di dunia adventure Kaimana. Ia merupakan penghobi adventure sejati dan pernah turun di kejuaraan grasstrack. Sejak kecil, Husni sering mengajak Syafi’i touring dan adventure hingga ke Kabupaten Fakfak. Syafi’i melihat langsung, merasakan langsung, dan belajar langsung dari sosok ayahnya yang menggeluti hobi otomotif.

Bekal kuda pacu yang ada menjadi modal awal. Dengan segala keterbatasan, Syafi’i terus memacu diri dan mengasah jam terbang.
Sang ayah pun menaruh harapan besar:
“Dengan segala keterbatasan dan usaha, tentunya saya berharap Syafi’i bisa terus naik prestasinya hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Kuda pacu yang sudah ada ini menjadi bekal untuk Syafi’i pada level selanjutnya. Alhamdulillah, untuk Kejurnas kemarin bisa mendapatkan hasil yang baik. Harapan saya agar Syafi’i bisa dilirik oleh IMI Kaimana untuk mengikuti kejuaraan selanjutnya,” ucap Raulla sapaan akrab Husni.
Kisah Syafi’i menjadi motivasi. Usia 12 tahun bukan alasan untuk menunggu. Dari Kaimana, dari Sirkuit Coa dengan karakter yang menantang, bocah ini membuktikan bahwa mimpi besar bisa lahir dari didikan keluarga dan keberanian untuk gass poll di kelas perdana.
