OtomotifZone.com-Sumedang. Gelaran LA Light Road RaceĀ Series 2013 seri 3 Region 1 yang digelar di IPP Sumedang Jawa Barat berlangsung ramai dan menegangkan.
Hadir dan berjejalnya perserta kelas matic membuat kompetisi dikelas ini semakin seru dengan total 286 starter dari total 443 starter yang berlaga membuat event garapan Montesz Sport Club semakin menjadi pilihan para jagoan-jagoan rider Jabar meskipun di wilayah barat tepatnya seri 7 kejurnas Motoprix region 2 tidak mempengaruhi event LA Light ramai dan padat penonton.
Padat dan ramainya kompetisi ini semakin menegangkan ketika final Matic FFA dimana para senior dan jagoan Jabar adu posisi meraih yang terbaik dikelasnya berujung tegang sekaligus mendebarkan, Roes Bangin sang pemimpin Lomba sudah memadamkan lampu start dan ketika itu pula kompetisi berlangsung sengit, ketika mau menginjak lap 2 dari 8 lap yang ditentukan, penonton dan berhamburan mendekati R3, RC pun sigap mengibarkan bendera kuning tanda ada insiden yang mengintruksikan pembalap untuk mengendorkan gasnya.
Selidik punya selidik, ternyata Matik tunggangan Irfan Chupenk dari team CLD MADURA JAYA ZTM AJM HANS JAYA IMOLA TK RACINg mengalami kebakaran hebat dan menghanguskan 3/4 bodi dan mesin melenting kena panasnya api yang berkobar. Berkat pengalaman dan ketenangan pembalap nomer start 6y asal Tasikmalaya ini berhasil meloloskan diri dari kobaran api yang cepat membesar.
Alat pemadam kebakaranpun akhirnya yang mampu menjinakan si jago merah, tidak tanggung-tanggung Iman Zatory sang mekaniknya menyemprotkan busa pemadam hingga tuntas.
“saya sudah menganalisa kenapa motor cepat hangus terbakar hitungan menit, diakibatkan mesin mengalami jebol dengan menerjangnya stang seher menonjok krankes hingga menembus karburator, akibat kuatnya tonjokan karbutor menerjang aki yang ada dibawahnya dan terjadilan konsleting listrik yang mengakibatkan kebakaran, saya juga sebelum race sempat memandangi motor ini sampai banyak crew bertanya, ngapain A liatin motor terus? , eh kejadianya malah seperti ini, padahal motor ini saya sudah menurunkan menjadi 215 cc dari 250 cc seperti biasanya untuk persiapan seri 5 MMR Sentul Minggu depan” jelas Zatory sang owner rumah korek ZTM dibilangan Cijerah.
“sebelum masuk R3 saya yang berada diposisi 2 dibelakang Chupenk sempat melihat kobaran api dibawah kolong, karena saya juga konsen untuk mengejar point dan podium mata saya tertuju pada track”, timpal Rifky Rahardian yang akhirnya menjadi juara.
Ditempat terpisah, Chupenk pun bertutur “alhamdulillah saya cepat tanggap dan tenang menyandarkan motor dan kemudian menjauh dari kobaran api, kalau saya panik belum tentu saya bisa menyelamatkan diri”.
Catatan penting bagi team, promotor dan RC, pemadam kebakaran memang perlu dipersiapkan, baik di sisi semua lintasan, paddock dan tempat-tempat rawan kebakaran yang akan mengakibatkan kerugian.
Penulis : Edi Batrawan | Foto : Edi Batrawan






