OtomotifZone.com-Langensari. Teriknya matahari rupanya bukan halangan bagi pecinta otomotif. Inovasi demi inovasi kembali muncul dari penyelenggara otomotif untuk meramaikan gelaran otomotif di Indonesia. Nampaknya hal ini yang membuat gelaran event Matic Race & SuperMoto Walikota Cup Banjar 2016 pada tanggal 19-20 Maret terkesan sangat berbeda daripada yang lain. Pasalnya, gelaran event tersebut disuguhkan balapan yang berbeda yaitu kelas SuperMoto. Layout Sirkuit 60% aspal dan 40% tanah ini rupanya menjadi kemasan yang berbeda dari yang lain. 300 starter menyambangi sirkuit non permanen Sport Senter Langensari Banjar pada tanggal 19-20 Maret 2016 kemarin. Event yang dikemas sebanyak 3 seri ini akan berlanjut kembali di bulan Juli dan Oktober dan langsung diakhir seri . Rupanya dihadiahi 5 unit Motor untuk Juara umum dari tiap kelas utama yang diperlombakan.
Dari 18 kelas yang diperlombakan rupanya sanggup menghipnotis ribuan penonton yang menyaksikan. Persaingan yang sangat ketat rupanya sangat terlihat disetiap kelas nya. Apalagi pada salah satunya di kelas Matic 130cc Std Pemula, perseteruan diperlihatkan oleh Sandi PI untuk mempertahankan posisi terdepan rupanya dibuntuti oleh Rio Andrian, Andri Fuad, Lufti FN dan M. Rifki Ibrahin. Sempat terjadi gemuruh riuh penonton dari sudut paddock yang menyaksikan perseteruan tersebut. Sampai saat Rio Andrian terpeleset dikarenakan kehilangan grip ban belakang.

“Kita ingin mengoptimalkan potensi sarana dan fasilitas Olahraga di Sport Centre di kota Banjar, semoga potensi pembalap-pembalap pemula di kota banjar dan sekitarnya bisa berbuat dan berlatih disetiap kesempatan. Harapannya dapat memunculkan bibit pembalap yang berbakat dari Kota Banjar.” Ujar Ajat Doglo selaku Ketua penyelenggara dari Ikatan Motor Banjar.
Hal ini pun selaras dengan yang diucapan oleh salah satu orang ternama di banjar “Kegiatan otomotif di Kota Banjar sangat luar biasa, timbal balik dari pembalap-pembalap yang hadir disini membuat rumah makan dan hotel penuh. Kegiatan otomotif di Kota Banjar ini harus disupport oleh pemerintah karena kegiatan otomotif ini menjadi sumber PAD yang baru bagi Kota banjar. Namun masih ada yang kurang di Kota Banjar ini nampaknya masih ada Hotel-hotel yang belum maksimal. Mudah-mudahan banyak investor yang tertarik untuk berinvest dengan membangun Hotel di kota banjar akan membenahi infrastruktur yang belum bekerja dengan baik. Selanjutnya nanti kita akan membenahi infrastuktur yang masih belum berfungsi dengan baik bersama pemerintah kota Banjar khususnya untuk kegiatan Otomotif.” Tutup Drs.Dadang Kalyubi selaku Ketua DPRD Kota Banjar.
Penulis : Ajie Nur Syamsi | Foto : Ajie Nur Syamsi

