OtomotifZone.com – Meikarta. Joko Percil memang peembalap pemula berbahaya. Akhir pekan kemarin saja dirinya mampu menjadi yang tercepat di kelas Ninja 2T 155 Frame STD Pemula di Meikarta Drag Bike 2018 (29/7) di Meikarta, Cikarang. Pembalap jebolan GDS ini mampu menjadi yang tercepat dengan menggunakan kuda pacu Bayu Bangun Persada yang andalkan knalpot perut besar milik ABRT20.
Mengawali start yang kurang sempurna, penonton langsung tertuju ke papan time. Dan tiba tiba para penonton langsung berteriak. Ini karena Joko mampu menorehkan waktu tercepat yang belum pernah ditembus para pembalap peluma di event Meikarta. Waktu 7.335 detik mampu ditorehkan Joko dengan kuda pacu Bayu Bangun Persada.
“ Yo mas, aku tadi mulai balapan kurang mulus mas. Dan ada kendala pada motor mas. Tapi aku bisa raih waktu 7.3 mas. Senang mas bisa menjadi juara di kelas Frame STD pemula mas,” ujar Joko langsung kepada OtomotifZone.com.
Ya, memang sangat terdengar motor garapan Yaya ini mengalami kendala. Dua kendala didapat Joko ketika jalani kelas pemula. Namun pembalap ajaib ini bisa menjadi yang tercepat. Ini sangat istimewa akan raihan yang didapat.
“ Motor ini sendiri tadi aku main ada masalah mas di gigi 2 oper 3. Motor drop mas turun tenaga. Rasionya tidak nyambut sama kekeringan mas. Makannya tadi waktu start aku slide mas,” jelas pembalap cilik itu.
Joko dibantu mekanik membongkar bagian karbu untuk mengganti spuyer. Ini karena Joko juga main di kelas Open. Terbukti Joko bisa torehkan watku lebih cepat namun dirinya tidak bisa mengungguli Yudistira Jebir yang mampu torehkan waktu tercepat yaitu 7.201 detik. Joko hanya mampu meraih posisi ketiga dengan watku 7.290.

“ Motor kan tadi kekeringan mas. Jadi diganti spuyernya mas. Di basahin dan aku mampu lepas start dengan sempurna tanpa slide. Tapi masalah di gigi 2 menuju 3 masih ada,” pungkas Joko.
Ini menjadi evaluasi bagi sang mekanik. Karena masalah itu bisa diselesaikan dan bisa membuat kuda pacu tersebut lebih kencang. Dan sebenarnya motor dengan raihan waktu 7.2 detik itu sudah bisa bersaing. Namun karena ada masalah itu Yaya selaku mekanik akan merubah dan mentargetkan waktu lebih cepat.
“ Ya kita langsung akan bongkar mas. Kita akan ganti rasionya mas dan kruk as nya. Sekarang kan pakai ZX besok mau saya ganti yang standart mas. Karena kita targetkan waktu lebih baik mas,” tutup Yaya.
Kuda pacu Bayu Bangun Persada ini memang patut di waspadai. Karena kuda pacu ini sudah sangat bersaing meski dibawa oleh pembalap pemula. Sang mekanik juga tidak sungkan sungkan untuk berbagi ilmu dengan membeberkan daleman dari kuda pacu ini.
Piston : Standar Ninja
Korekan: Eksos tinggi 29mm lebar 41mm
Lubang transfer: 42.5 mm
Knalpot : Abrt perut 40 leheran C slincef 24 leher 38
Struk: naik 0.8
Kruk as : ZX
Pengapian: AC
Karburator : Standar remer 30mm
Kompresi : 13.5:1
Final gear : Depan 13 Belakang 39




