OtomotifZone.com – Banten. Setelah banyak menorehkan prestasinya dalam ajang balap motor terbang alias Motocross, Racha Prabu Feriansya pun di daulat untuk jadi atlet bagi kontingen IMI DKI Jakarta mewakili cabang olahraga balap motor (motocross). Dan bagi pembalap berusia 15 tahun ini tentunya suatu kebanggaan besar dapat menjadi atlet di cabor yang sudah lama telah digelutinya sejak masih berusia 9 tahun.
Di ajang motocross untuk tingkat Nasional, Racha yang lahir di Jakarta, 3 Maret 2004 ini bermain di kelas MX2 Junior A atau SE 125 cc dan prestasinya tersebut hingga saat ini berada di urutan 5 besar. Semua kegemilangan dan bakatnya itu tidak luput dari keinginan keras yang telah lama menjadi ambisinya selama ini juga pengalamannya di dalam menimba ilmu saat masih menjadi siswa di sekolah balap A2C Motocross Academy, milik dari Agi Agassi, salah satu crosser terbaik Nasional.
Apa yang didapat selama belajar di sekolah balap ini lantas di serap dan dipelajari lebih olehnya sehingga secara teori dan praktiknya di sirkuit, dijalani dengan teknis yang mumpuni serta di topang oleh skill ciamik karena pengaruh cara belajar langsung dari pembalap nasional tersebut. Banyaknya pengalaman besar sudah dirasakan oleh crosser yang punya julukan The Lonely Boy ini di ajang Motocross profesional, dimulai dari pernah bernaung di dalam tim Cargloss AHRS MX Team ketika masih di kelas SE 85 cc. Pernah berada di Bonaharto MX Team saat berlaga di kelas SE 250 cc atau MX2 Junior dan terakhir ikut bergabung dengan Djam atau Djakarta Academy Motocross.
Untuk menghadapi musim balap tahun 2020 nanti, Efendi Ferianto yang merupakan sang ayah, sekaligus managernya berinisiatif membuat tim independent atau sendiri dengan mengusung nama CHA7 MX Proracing. Itu semua dilakukannya agar Racha bisa lebih terfokus sesuai targetnya yaitu ‘Golden Year’, raih juara nasional dan merengkuh medali emas di PON 2020 Papua. Segala kesiapan untuk tim sudah dibentuk secara matang, mulai dari mekanik dan juga crew.
BACA JUGA :
- Arla Motor X SS78 Dominasi ADS 2026 Banten, Sabet Juara Umum dan Fastest of The Day
- Hasil Lomba Aspira Premio Drag Series 2026 Putaran 1 Banten, Persaingan Sengit di KP3B
- IMI Papua Selatan Umumkan Line-Up Pembalap, Siap Gaspol di Kejurnas & Target PON!
- Hasil Lengkap GTXCROSS Bupati Banggai Cup Championship 2026
Di usianya sekarang ini yang dirasa sudah produktif termasuk saat menjadi seorang atlet dengan banyak mengukir prestasi serta penentu menuju jenjang balap pro akan membuat Racha menjadi aset masa depan sebagai crosser nasional. Namun di satu sisi harapan dari orang tua untuk tetap mengutamakan pelajaran atau pendidikan bagi sang anak, terus diperhatikan. Dan saat ini Racha pun menimba ilmu di lembaga pendidikan khusus yang datang langsung ke rumah atau dengan istilah home schooling dan tercatat sebagai murid Home Schooling Prima Gama. Itu semua disesuaikan dengan jadwal balapan yang padat sehingga sistem pendidikan ini di rasa tepat karena jadwal waktunya bisa di atur.

“Meski ada bahasa kiasan yang mengatakan jika ‘Racing itu Kejam’, tapi kita lihat dahulu dari sisi yang mana. Karena kita sebagai orang tua juga melihat akan keinginan anak di balapan itu cukup besar yang pastiny dapat memakan biaya tidak sedikit pula. Namun karena torehan prestasinya yang bagus, saya ikut mendukung dia bermain di motocross. Bukan hanya sekedar kalah ataupun menang, namun prestasi dan karir di balapan pun harus kita cermati lebih. Dan Inshaa Allah masa depan anak saya memang ada di situ,” ujar suami dari Dessy Theresia ini.
“Saya memohon doa restu serta dukungannya dari semua pihak demi karir dan juga prestasi anak saya Racha, untuk dapat berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional yang akan berlangsung di Papua tahun depan juga demi kemajuan ajang balap Motocross Tanah Air,” sambung Efendi yang tinggal di bilangan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.




