BerandaHeadlineMiris! Sirkuit Tersertifikasi, Hadiah Tertunda: Saatnya IMI Sertifikasi Finansial Klub Penyelenggara

Miris! Sirkuit Tersertifikasi, Hadiah Tertunda: Saatnya IMI Sertifikasi Finansial Klub Penyelenggara

OtomotifZone.com – Jayapura. Sertifikasi finansial klub penyelenggara sebagai syarat mutlak, wajib IMI terapkan sekarang. Penyakit lama terus berulang, penyelenggara gagal bayar hadiah pembalap dan honor perangkat tenaga lomba. Fenomena ini menggerogoti event dari kabupaten hingga nasional.

IMI selama ini mengawasi aspek teknis dengan ketat. IMI mensertifikasi sirkuit, melisensi perangkat, dan menegakkan standar keselamatan. Namun IMI melupakan satu aspek vital. IMI tidak memverifikasi kesiapan finansial klub sebelum menerbitkan izin. Akibatnya klub tanpa modal nekat menggelar event hanya demi gengsi.

Padahal tiga pertanyaan audit ini sangat krusial. Pertama, apakah klub memegang jaminan dana untuk uang pembinaan? Regulasi menegaskan uang pembinaan adalah hak peserta, bukan bonus jika event untung. Kedua, apakah klub menyiapkan anggaran pasti untuk honor perangkat Marshall, RC, dan medis menjaga nyawa di lintasan, mereka bukan relawan. Ketiga, bagaimana arus kas event? Apakah klub hanya mengandalkan tiket penonton yang tidak pasti?

Kelalaian ini melahirkan korban nyata. Tim dan pembalap sudah mengeluarkan uang besar. Mereka membayar transport antar-pulau, merawat motor, dan mengerahkan mekanik. Di lintasan, mereka berhadapan langsung dengan risiko rawan kecelakaan, bahkan ancaman nyawa. Namun saat naik podium, mereka justru menerima amplop kosong dan harus menagih haknya.

Perwakilan tim yang enggan disebut namanya membenarkan kondisi tersebut. “Beberapa event tidak sesuai regulasi IMI. Kami kecewa, kami butuh regulasi jelas bagi klub penyelenggara,” ujarnya.

Tulisan ini terbit dengan satu tujuan: menjaga marwah IMI sebagai induk organisasi. Penulis tidak ingin publik memandang negatif IMI dan meminta solusi serta ketegasan IMI tentang syarat penyelenggaraan. Selama ini kesalahan klub berakhir menjadi stigma buruk bagi IMI yang dinilai lemah mengawasi.

Menjawab keresahan itu, Sekretaris IMI Papua Andi Edi Djafar mengambil sikap tegas. Ia mengaku malu atas kejadian amplop kosong dan honor petugas di beberapa event sebelumnya.

Sertifikasi Finansial

“Kami akan wajibkan deposit jaminan dana. Klub wajib setor H-2 sebelum event dan tanda tangani surat pernyataan. Dana itu menjamin honor perangkat dan uang pembinaan,” tegas Andi.

“Kami larang amplop tertutup kosong. Kami wajibkan amplop terbuka agar transparan. Uang pembinaan wajib lunas H+1, telat denda 1 persen. Klub yang dua kali gagal bayar akan kami blacklist dan umumkan di website atau sosial media resmi IMI,” tutupnya.

Sudah waktunya IMI melindungi seluruhnya yang terlibat dalam kegiatan otomotif. Scrutineering tidak hanya untuk motor, tapi juga untuk rekening penyelenggara

Must Read