OtomotifZone.com – Cirebon. Lady biker satu ini sebelumnya selalu konsen di jalur custom dengan basis berupa motor tipe sport yang nota bene selalu identik dengan kaum ‘batangan’ alias pria. Namun semua itu di tepisnya jauh-jauh dan beberapa besutannya justru lebih condong pada konsep modifikasi custom dengan banyak jenis. Tapi kini sepertinya mulai mencoba untuk ‘melirik’ tema modif yang lain, dan pilihannya jatuh pada motor spek trail yang pastinya berada di jalur tanah serta lumpur.
Ega Afrizal nama beken dari lady biker yang stay di kota Udang Cirebon ini belakangan mulai kepincut dengan kuda besi berpostur jangkung yang konsepnya berada di dua jalur, yakni tanah dan aspal. Hal itu karena melihat pacuan dari Deddy Setiawan, rekan karibnya yang memiliki Honda CRF 150L dengan spek murni ala trail penjelajah yang di beberapa bagian dari detailnya mengalami ubahan modif.

“Tampilannya terkesan lebih menantang apalagi memang untuk bermain di lintasan jalur yang cukup ekstrim, meski Kang Dede Daglug, sapaannya itu lebih suka menyebut jika ini adalah ‘motor piknik’. Alasannya memang motor ini selalu digunakan saat riding bersama rekannya pergi bertualang dan itu justru dinamakan sebagai piknik,” ujar Ega Afrizal.
Hasrat serta keinginan Ega yang cukup besar pada besutan Honda CRF 150L ini nampaknya akan terealisasi, karena mulai saat ini sedang mencari besutan seperti itu untuk dirakit kembali di beberapa detailnya agar terkesan lebih garang dan makin kental dengan ‘aura’ penjelajahnya. Dan di motor ini juga telah di lakukan modifikasi yang mengganti sebagian besar tampilannya supaya semakin kontras dengan aksen motor trailnya.

“Mesin masih standar cuma ganti per kopling dan per klep yang lebih keras sedangkan bagian busi pakai merk Brisk dan tidak lupa di bagian lain juga ikut menyesuaikan dengan fungsinya,” ujar Ega yang aslinya berasal dari kota Bandung ini.
Pada area kemudi alias setang dipasangkan dari produk Renthal Twin Wall 997 supaya semakin kuat kesan trailnya. Kemudian pelindunga tangan pada bagian depan kemudi atau Handguard terapkan dari merk Zeta XC, lantas biar tetap bisa melihat kondisi pada bagian belakang di pasangkan spion Double Take Mirror.
Selanjutnya di perangkat handle rem depan, handle kopling, foot step, serta pedal rem belakang dari produk variasi berlabel Xpedition. Untuk Lift Strap pasang dari merek Giant Loop. Wadah simpan barang alias Tankbag dari produk Enduriztan type Sandstorm 4X yang kini nampak lebih pas dengan aksen motor trailnya. Besi penyangga barang alias Siderack dan juga Tailrack dari merk M15.

Biar berkesan semakin yahud dengan tema motor trailnya ini lalu dipasangkan saluran pelepas gas buang akhir atau knalpot Norifumi type Rocket4 yang tidak hanya bersuara lebih ngebas saja, namun juga lebih ngisi performa dan tarikan motornya ini.
“Paling unik adalah motor ini justru dipasangi pula audio berupa Speaker JBL type Wind Portable yang bisa aktif dengan jalur Bluetooth. Mungkin ini yang di sebut dengan motor piknik, bukannya motor trail meski kerap dibawa riding dalam menjelajahi beberapa jalur di kawasan Tanah Air ini. Dan sebagai awal untuk lebih membiasakan dengan motor trail ini, Ega berencana akan ikut turing di tanggal 25-30 Maret ini menuju ke kota Yogyakarta tepatnya di daerah Gunung Kidul dan sekaligus untuk eksplore kawasan menarik yang ada di sana,” tutur Ega.

Wah, mantap nih! Riding sambil eksplore destinasi wisata di jalur Gunung Kidul.
Data Modifikasi :
Pelek depan / belakang : Ori Honda CRF 150L
Ban depan : IRC Trails GP21F
Ban belakang : Dunlop D605 4.60-18
HP holder : Ram-Mount type X-grip
Bedlock : Motion Pro type Litelock
Jok : Custom ala Sargent
Penulis : Obeth | Foto : Istimewa


