OtomotifZone.com – Valencia. Gelaran Pamungkas MotoGP di Valencia, Spanyol, Minggu (8/11) malam(WIB) sejatinya adalah tontonan yang seru dan mendebarkan. Apalagi kalau bukan Valentino Rossi yang unggul 7 poin atas Jorge Lorenzo, memulai balapan 30 lap dari posisi buncit. Seakan semua mata dan kamera menyorot aksi pembalap veteran Italia ini.
Valentino Rossi berjuang keras menyalip 22 pembalap didepannya untuk bisa naik ke posisi empat besar, namun di posisi top three persaingan justru kurang seru. Jorge Lorenzo, Marc Marquez, dan Dani Pedrosa tetap monoton layaknya iring-iringan penganten. Aksi salip-menyalip yang diharapkan terjadi antara 3 pembalap spanyol dari awal hingga akhir balap tidak kunjung tiba.
Memulai balapan dari pole position dengan start yang bagus, Lorenzo sama sekali tak tersentuh oleh lawan-lawannya. Awalnya Lorenzo diprediksi akan dapat perlawanan ketat sepanjang balapan dari duo Honda di posisi dua dan tiga.
Drama Telenovela itu dimulai sejak bendera start dikibarkan. Awal lap jarak Lorenzo dengan Marquez bertahan di bawah satu detik. Namun menjelang 10 lap terakhir selisih waktu antara keduanya merapat menjadi 0,2 detik. Meski demikian baby Alien tak kunjung menyalip rekan senegaranya itu.
Parahnya Marquez terlihat ‘melindungi’ Lorenzo. Itu terjadi setelah Dani Pedrosa mulai merangsek kedepan mendekati Marquez diposisi kedua. Pembalap mungil ini melesat dan membukukan fastest lap pada lap ke 23.

Tiga lap terakhir catatan waktu Pedrosa untuk satu putaran lebih cepat 0,4 detik dan menjadi ancaman untuk Lorenzo. Ini juga terlihat dari lap board Lorenzo (tim lorenzo) yang memberitahukan no #26. Padahal posisi kedua saat itu dihuni Marquez. Apakah dia dianggap satu tim dengan Lorenzo?
Akhirnya di lap 29 Pedrosa mampu menyalip Marquez. Namun perubahan posisi itu hanya terjadi di satu tikungan, Marquez kembali merebut posisinya. Sampai melibas garis finis Lorenzo tidak terusik, Marquez finis kedua, dan Pedrosa ketiga.
Melihat hasil balap kali ini Rossi kembali berkomentar, “Saya melakukan apa yang bisa saya lakukan. Tapi saya melihat keanehan, di mana Marquez jadi ‘pengawal’ Lorenzo. Itu memalukan untuk olahraga ini,” geram Rossi usai balapan.

“Semoga saja otoritas olahraga ini bisa menyelesaikannya. Ini akhir yang buruk dari sebuah kejuaraan yang seharusnya berjalan menarik,” tutup Rossi di Reuters.
Wah, runyam deh kalo kejuaraan dunia dianggap bermain Telenovela.
Penulis: Hendra Sonie | Foto: Crash.net

