BerandaHeadlineMotoprix 2014 Region 3 : Yamaha dan Honda Berbagi Gelar

Motoprix 2014 Region 3 : Yamaha dan Honda Berbagi Gelar

Yamaha dan Honda berbagi gelar di Region 3
Yamaha dan Honda berbagi gelar di Region 3

OtomotifZone.com – Gianyar. Tidak seperti tahun – tahun sebelumnya dimana gelar juara region dikuasai oleh satu orang atau pabrikan, di tahun 2012 Roy Nugraha (Honda ART Bali) yang berjaya sedangkan di tahun 2013 Ketut Madiasta (Yamaha Yamalube Wins NHK Up Mild Kedaton) yang mendapat giliran. Sedangkan di tahun 2014 ini mereka harus berbagi gelar, Ketut Madiasta Afem berhasil menjadi juara Region kelas MP 1 (Seeded 125cc) dan Roy Nugraha menjuarai kelas MP2 (Seeded 110). Pertarungan dua pembalap beda pabrikan tersebut berlangsung seru di event Final Kejurnas Motoprix Region 3 yang berlangsung di Sirkuit By Pass Buruan Gianyar Minggu 24 Agustus.

Di kelas MP1 tanda – tanda pertarungan seru sudah nampak di awal – awal lap. Namun di luar perkiraan justru Alvin SP, teman satu team Afem melesat jauh meninggalkan lawan – lawannya. Afem sendiri sempat berjuang keras mengejar teman satu teamnya dan harus puas finish di posisi kedua. Namun yang paling mengejutkan adalah Aman Hidayat pembalap NHK PUMA Bali (Suzuki) yang berhasil naik podium tiga. Podium tersebut tentunya mengobati rasa rindu team tersebut setelah sekian lama tidak merasakan podium. Meski finish di posisi kedua, Afem tetap menjadi juara region dengan total raihan poin 115.

Sedangkan di kelas MP2 Roy Nugraha harus berjuang mati matian untuk mendapatkan podium. Namun Roy kesulitan menaklukkan dua pembalap dari team Yamaha Yamalube Rosiana NHK Up Next WGO Rt yaitu Marizal Rusjianto dan Doni Kalbuadi. Roy pun harus puas finish posisi ke tiga itu pun setelah mengambil alih posisi teman satu teamnya Yudha Mandiry. Namun dari total raihan point sebesar 74 Roy berhasil menjadi juara region di kelas MP2.

Disisi lain lintasan sirkuit sepanjang 1,1 kilometer ini menjadi keluhan beberapa pembalap yang menganggap kurang menantang, maklum saja sirkuit tersebut berbentuk pisang dan hanya memiliki empat tikungan. Dua hairpin (tikungan tusuk konde) dan dua chamber panjang. “Cuman bisa adu kencang, dari sisi skill nyaris ga kepake” ujar seorang pembalap yang enggan namanya di tulis.

Kekurangan tersebut disadari Ketua Panitia Putu Tresna Jamrud, mantan pembalap yang berjaya di tahun 90an mengaku sering kali kesulitan mencari sirkuit yang representative di Bali. “Tiap mau bikin event di Bali hambatannya pastilah sirkuit yang memadai. Saya berharap kedepan pemerintah bisa membantu untuk di bangunnya sirkuit motor di Bali. Ga usah yang besar, 4 hektar saya rasa cukup. Saya hanya ga mau adik – adik yang hobby otomotif menyalurkan hobbynya di jalan, membahayakan pengguna jalan lainnya” kata Jamrud. Semoga terkabul ya Bli…

Penulis : Adi | Foto : Adi

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot