OtomotifZone.com – Malang. Gara gara eksperimen knalpot Proliner, Syahrul Arifin mampu bersandar di Grid ke 2 pada race nanti di Kejurnas MotoPrix region 2 putaran ke 4 (29/7) di Sirkuit NP Kanjuruhan, Malang. Pembalap Yamaha Oryza ini mampu torehkan waktu fantastik dengan hasil eksperimen knalpotnya itu.
Dengan eksperimen knalpot dua slincer pipin mampu menorehkan waktu mengglegar. Meski dirinya hanya mampu berada di urutan kedua. Pasalnya pada urutan pertama adalah Fitriansyah Kete. Namun jarak waktu hanya berbeda 0.005. Sangat tipis dan benar benar tipis jarak waktu kedunya. Namun dengan hasil ini membuat pipin lebih percaya diri untuk meraih gelar juara pada race nanti.

“Aku sekarang lebih percaya diri dan nyaman. Dua silencer ini punya karakter berbeda. Dengan setingan sama, yang satu membuat tenaga di rpm atas lebih menggigit. Yang lainnya, sangat bagus untuk akselerasi,” buka Pipin.
Tingkat percaya diri Pipin memuncak setelah hasil kualifikasi dengan knalpot Proliner ini. Terlebih dirinya rasakan bahwa kuda pacunya memiliki power yang sesuai keinginan dirinya. Selain itu dirinya juga sudah menyatu dengak kuda pacunya. Dan dirinya berharap hasil manis bisa didapat dirinya sampai ke Final Kejurnas MotoPrix nanti.
“Power motor sudah cukup. Aku juga sudah nyaman. Di sini dan sisa seri, aku yakin lebih baik untuk sampai ke final,” tegas rider usia 20 tahun itu.
Tidak hanya Pipin, sang mekanik juga sangat senang dengan eksperimen Proliner ini. Terlebih jarak waktu 50.893 membuat sang mekanik lebih percaya diri. “Knalpot baru dari Proliner membuat saya punya banyak pilihan seting motor, seusai kondisi sirkuit dan permintaan pembalap. Di sini (sirkuit Kanjuruhan, red), Pipin sangat cocok dengan karakter yang menggigit di putaran atas tiap giginya,” ulas mekanik asal Yogyakarta itu.
Achos Lalang atau biasa disapa Achos Kaboci ini juga ikut ambil suara dari knalpot Proliner ini. Dirinya juga mengomentari hasil yang didapat Pipin. Pria yang juga Hobby bermain gitar ini juga mendapat hasil maksimal di kuda pacu garapannya yang ditunggangi Aldi Hendra di kelas MP5 dan MP6.
“Silencer itu seperti sentuhan akhir untuk performa motor. Buat mekanik, silencer yang pas bisa membuat seting mesin makin sempurna. Saya perhatikan, sirkuit Kanjuruhan ini penuh intrik, Pipin sangat halus mainnya,” papar Achos.




