OtomotifZone.com – Jakarta. Muslihat, lagi kondang.. Apalagi dia menyatakan pensiun dari dunia preman. Walah kebanyakan nonton sinetron. Maksud OtomotifZone.com, itu muslihat, trik, tipu-tipu hehe. Bukan Kang Muslihat anak buahnya Kang Bahar. Tuh kan sinetron lagi. Tapi begitulah.. trik setingan ala sinetron bak artis dalam negeri buat dongkrak berita ini sukses membuat Jorge Lorenzo podium puncak. Bahkan triknya menjungkalkan Marc Marquez yang berniat mengasapi pembalap Yamaha. Kok bisa ?

Coba cek deh rekaman. Banyak yang bilang kalo The Baby alien, julukan Marc keburu nafsu. Ah yang bener… ngomongin nafsu, dah mau masuk Ramadhan ya harus bisa tahan dong hehe. Enggak juga kayaknya. Cek lagi deh.. gerakan tubuh alias body language dua pembalap Spanyol itu nyaris sama. Terutama saat braking menghadapi tikungan ke kiri, sebelum Marquez terjatuh.
Kenapa Marc overshoot? Ban belakang terbang, tanda pemilik nomor 93 itu mengerem habis rem depan yang membuat RC212 stopie? Apa gara-gara pake swing arm baru? Kayaknya gak nyambung deh.. Kan saat pengereman maksimal, 90% traksi dan pengereman di roda depan? Swing arm belakang bekerja maksimal justru saat menikung.

Melainkan Baby Alien ini kelewat lugu menghadapi jurus sinetron ala Lorenzo. Begini triknya! Lorenzo tahu dan bisa mengukur kekuatan motor Marquez. Dia benar-benar seksama. Membuka kuping lebar-lebar mendengar suara knalpot lawan yang mendekat. Sesaat sebelum tikungan, Lorenzo sebenarnya sudah mengurangi kecepatan Yamaha M1-nya tapi masih dalam posisi menunduk, seolah-olah masih gas pol. Sedangkan Marquez yang lagi posisi ‘nguber’, paling gampang mematok body language Lorenzo sebagai awal pengereman. Kalau Lorenzo sudah menaikkan kepalanya, berarti waktunya mengerem.

Fatalnya, posisi slip streaming Marquez tentu menambah kelajuan motornya secara signifikan. Lorenzo tahu, mending dikurangi kecepatannya dari awal, jauh sebelum tikungan tetapi kemudian mengereman pada titik yang lebih dekat dengan tikungan dari seharusnya. Tuh.. kan.. meski dengan titik pengereman sama, Lorenzo tetap bisa mengontrol motor saat menikung dengan baik, karena kecepatan di tikungan tetap sama. Sedangkan Marc karena yakin sekali bahwa Lorenzo tidak main sinetron, dia ngikut aja. Hasilnya ya..bablas.. karena dia menjadi very-very late braking! Gubrak…
Pelajaran dari senior tuh!
Penulis : Nometo Izaku | Foto : MotoGP


Wah….kayaknya terlalu dini klo itu disebut tipu muslihatnya Lorenzo. Apa lagi menyimpulkannya hanya dr rekaman video. Harus melihat data telemetri secara lengkap. Dan maksud marc mengerem pada “titik yg sama” bukan berarti sama dengan Lorenzo tapi sama dg putaran marc sblmnya. Dan terkait knp marc tetap nylonong saat masuk tikungan, itu lebih dipengaruhi gaya braking dr marc sndri yg doyan mengunakan sliding ban blakang, namun sayangnya saat itu marc tidak memiliki ruang yg cukup lebar untuk melakukan pengereman dg cara slidingnya itu