Beranda Headline Nabil Hutasuhut si Raja Hujan

Nabil Hutasuhut si Raja Hujan

0
895
Nabil Hutasuhut meskipun start paling belakang sukses raih podium 3

OtomotifZone.com-Perlis-Malaysia. Perjuangan pembalap Indonesia kembali terlihat di final kelas Junior Max Asia Max Challenge 2014 Round 5 Unimap Karting Circuit Perlis Malaysia Minggu, 14 September 2014 yang udah usai sore tadi.

Empat kelas yang digelar diajang ini, pembalap Indonesia disemua kelas yang digelar menempatkan diri menjadi yang terbaik dikelasnya. Senna SN yang mendahului menjadi juara dikelas DD2 kemudian dikelas Senior Silvano Christian dikelas Senior Max menjadi juara dan Akmal Ashibli juga podium 3 dikelas Micro Max, dimana sebelumnya dikelas Junior Perjuangan pembalap Indonesia diantaranya ada Gezha Sudirman, Barrichello Noor, David J Sitanala, Daryl Wenas, Perdana Putra Minang,Hugo Bradley serta Nabil Hutasuhut membuat persaingan dikelas ini menjadi yang banyak ditunggu-tunggu.

Perjuangan Nabil Hutasuhut hampir sama dengan nasib Akmal Ashibli awalnya. Saat Pre Final posisi Nabil sudah berada pada posisi 3 dibelakang Riki Okusa dan Gezha Sudirman, namun dilap 7 nabil terdorong oleh pembalap satu negara Hugo Bradley dan akhirnya harus terlempar dari posisi 5 besar dan harus finish diurutan paling bontot.

nabil

Isakan tangis Nabil masih terlihat saat menunggu hasil timbangan, segukan serta mata sembab masih membekas rasa kecewa terlihat jelas dari airmata dan tangisannya.

Jeda waktu istirahat digunakan Nabil untuk menguasai keadaan hingga situasi kembali normal meskipun tidak 100 persen terbayar, namun semangat pantang kendur putra dari Dolly Hutasuhut dan Fenty ini membakar dirinya untuk meraih posisi terbaik saat final.

Janji itu dibuktikan saat final Junior Max menginjak putaran ke 8, hujan lebat turun dengan derasnya yang membuat COC mengambil keputusan dengan mengibarkan bendera merah tanda race harus dihentikan dan semua pembalap menggunakan ban basah. Saat start final kelas inipun nasib Nabil pun sama dengan adik kelasnya Akmal, start paling buncit bin bontot pembalap suka becanda dan slenge’an ini hanya cengar-cengir dengan posisinya.

“Hujan dan Track basah adalah race pavorit Nabil, kita lihat saja nanti, saya yakin doi podium” yakin Dax Andre sang manager Team sebelum race dimulai.

Emang bener euy sang manager emang pawang ujan, eh salah ding, pembalapnya emang jago balap hujan. Saat balap basah kelihaian pembalap kelahiran Jakarta 27 Juli 2000 ini lambat laun menyusul satu demi satu ditikungan yang doi lahap dengan sempurna sementara pembalap lainya harus sakit pinggang karena melintir saat masuk tikungan bukan karena sakit encok ya brosis.

“kesempatan kedua sudah Allah berikan kepada saya, memang saya harus podium meskipun saya harus terseok-seok di pre final dan harus merangkak saat race final, ini yang menjadi salah satu kekuatan saya disamping support dari sang mama yang hadir menemani meskipun basah kuyup dan team, sekali lagi terima kasih Allah atas semua kesempatan dan hasil juara ini“. Bangga sekaligus haru Nabil saat sebelum tulisan ini naik.

Benar juga lho…. pembalap pawang hujan ini eh maaf salah lagi, pembalap ini memang benar benar jago ditrack licin dan basah meskipun startnya paling bontot eh finishnya diurutan 3 setelah Riki Okusa asal Jepang dan Ken Sheppard asal Thailand yang berada diposisi 1 dan 2.

Mantap Bil……

Penulis : Edi Batrawan | Foto : Edi Imola