Beranda blog Halaman 123

Ninja Frame STD 155cc WSJ x 162 Gank Akhirnya Duduk Sebagai Juara di SDC Semarang

0

​OtomotifZone.com – SEMARANG – Meski datang dengan status jawara kelas lokal Karesidenan Semarang dan Pati, eksistensi Ninja Frame STD 155cc garapan Sukma Sumarsono tak bisa dipandang sebelah mata di level yang lebih luas. Hal ini dibuktikan langsung saat mereka mengaspal di sirkuit Non-Permanent (NP) Skadron 31 AYC Semarang.

​Kuda pacu milik WSJ Group yang diracik di bengkel 162 Gank ini sukses menyabet Podium Pertama. Di tangan pembalap andalan Yoga Kleco, motor berkelir sport ini berhasil mencatatkan waktu tajam 07.098 detik, sebuah angka yang cukup untuk membungkam lawan-lawannya di kelas Frame STD.

​Sentuhan Magis Mantan Pembalap
​Sukma Sumarsono bukanlah nama baru. Mantan pembalap Dragbike asal Salatiga ini kini menuangkan seluruh pengalamannya di lintasan ke dalam meja riset mesin. Namun, Sukma mengakui bahwa keberhasilan ini tidak diraih sendirian. Ada peran mentor besar di balik performa mesin Ninja tersebut.

“Motor milik WSJ Group ini memulai lika-liku panjang di trek balap lurus. Keberhasilan kali ini tak luput dari peran serta Pak AB Bendol (ABRT20),” ungkap Sukma kepada kami.

​Riset Sektor Gas Buang dan Korekan
​Sinergi antara Sukma dan Pak AB Bendol difokuskan pada pengoptimalan tenaga mesin 2-tak tersebut. Riset mendalam dilakukan, terutama pada sektor pembuangan yang menjadi kunci karakter motor Ninja Frame STD.

​”Kita riset bersama Pak AB Bendol di sektor gas buang karena memang Knalpot 20performance ini sesuai dengan yang kita inginkan. Tentu semua demi hasil yang memuaskan, dan hasil kali ini adalah buktinya,” tambah Sukma dengan nada puas.

Joan Mir Akui Honda Masih Tertinggal dari Ducati Usai Tes MotoGP Sepang

0

OtomotifZone.com – Sepang – Pebalap Honda, Joan Mir, mengakui bahwa performa timnya masih tertinggal cukup jauh dari Ducati, khususnya dalam simulasi Sprint Race, usai menjalani Tes MotoGP Sepang 2026. Meski demikian, Mir tetap memuji adanya kemajuan yang ditunjukkan Honda dibandingkan musim lalu.

Pada hari terakhir tes di Sirkuit Sepang, Mir merasa cukup puas dengan simulasi Sprint yang ia jalani, setidaknya hingga membandingkan catatan waktunya dengan para pebalap Ducati. Perbedaan performa tersebut terlihat jelas, terutama saat Ducati yang dipimpin Alex Marquez menunjukkan kecepatan konsisten.

“Simulasinya cukup bagus, tapi jika melihat pace para pebalap Ducati, terutama Alex, kami masih cukup jauh,” ujar Joan Mir dikutip dari Crash.

Sepanjang rangkaian tes, Mir sempat mencuri perhatian dengan membawa Honda ke puncak catatan waktu pada hari kedua lewat time attack 1 menit 56 detik. Catatan tersebut akhirnya menempatkannya di posisi kelima secara keseluruhan dari tiga hari pengujian.

Namun, pada hari terakhir, sebagian besar pebalap papan atas menjalani simulasi Sprint Race, dan di momen inilah jarak performa antara Honda dan Ducati semakin terlihat jelas.

“Kami mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Saya bisa menjaga pace di kisaran 1 menit 58 detik untuk sebagian besar simulasi, hingga dua atau tiga lap terakhir,” lanjut Mir.

Meski pace tersebut dinilai cukup kompetitif, Mir menilai Ducati kembali melangkah lebih jauh pada pramusim kali ini.

“Itu bukan pace yang buruk, tetapi saya rasa Ducati membuat langkah besar pada pramusim ini dan mereka kembali sangat kuat,” tutupnya.

Hasil tes ini menjadi gambaran awal bagi Honda menjelang musim MotoGP 2026, di mana mereka masih harus bekerja keras untuk mengejar keunggulan Ducati, khususnya dalam format Sprint Race yang semakin krusial.

Ryan Mee Pertama Bikin Ninja FFA Grasstrack, Langsung Bikin Gebrakan Di JRC Magelang, Asli Juara!

0

​OtomotifZone.com – MAGELANG – Nama Ryan Mee selama ini identik dengan kecepatan di lintasan lurus (drag bike), baik di Indonesia maupun saat berlaga di Thailand. Namun, memasuki musim 2026, Ryan Mee memberikan kejutan besar bagi para pecinta otomotif. Tak lagi hanya duduk di balik kemudi, Ryan kini unjuk gigi di balik layar sebagai mekanik.

​Dobrakan perdananya pun tak main-main. Ryan bersama tim meracik kuda pacu berbasis mesin Kawasaki Ninja 2-tak yang dirombak total untuk melibas kerasnya jalur Grasstrack.

​Debut Manis di Java Rookie Cup Magelang
​Turun di kelas paling bergengsi, FFA OPEN, pada kejuaraan Java Rookie Cup Open Grasstrack Yukido 2026 di Magelang, motor racikan Ryan Mee langsung membuktikan tajinya. Mengandalkan pembalap kawakan Lantian Juan, motor ini menunjukkan performa yang sangat kompetitif.

Meski harus puas berada di Podium Kedua secara total poin, aksi motor ini sempat menyihir penonton. Pada sesi Race 1, Lantian Juan sempat tertahan di posisi kelima, namun pada Race 2, motor garapan Ryan Mee ini tak terbendung dan berhasil finis di urutan pertama.

​Keberhasilan ini tergolong luar biasa jika menilik waktu persiapannya. Krisna Gandrek, sosok yang turut mendampingi Ryan Mee dalam meracik Ninja FFA berlabel RMS x YUKIDO, membeberkan bahwa motor tersebut diselesaikan dalam waktu yang sangat singkat.

​”Motor ini kami bikin selama dua minggu sebelum event ini berlangsung. Seminggu sebelum hari-H, kami kejar target bersama Lantian untuk menguji motor racikan Kami di sirkuit Grasstrack sekitar Magelang,” ungkap Krisna kepada kami.

​Walaupun langsung naik podium, tim mekanik ini mengaku tidak ingin cepat berpuas diri. “Hasilnya memang belum begitu sempurna, namun masih mampu kalau untuk bertarung. Tetap saja ini baru langkah awal, jadi kita perlu riset lagi dan lagi demi kemenangan di lain waktu,” tutup Krisna penuh optimis.

​Dengan sentuhan dingin Ryan Mee yang terbiasa dengan mesin-mesin berkarakter high-speed, kelas FFA Grasstrack dipastikan akan semakin berwarna dan kompetitif ke depannya!

Verstappen Nilai Mesin Baru Red Bull 2026 Awali Langkah Positif

0

OtomotifZone.com – Barcelona – Juara dunia Formula 1 empat kali, Max Verstappen, memberikan kesan awal yang positif terhadap mesin baru Red Bull usai menjalani tes perdana Formula 1 musim 2026. Pebalap asal Belanda itu menilai Red Bull telah membuat awal yang baik dengan power unit anyar yang langsung mencuri perhatian para rival.

Red Bull memasuki era regulasi baru F1 2026 dengan tantangan besar, setelah untuk pertama kalinya mengembangkan mesin buatan sendiri melalui kerja sama dengan raksasa otomotif Amerika Serikat, Ford. Proyek ini menjadi sorotan mengingat sebelumnya Red Bull selalu mengandalkan pemasok mesin eksternal.

Menjelang tes tertutup di Barcelona pada akhir Januari lalu, sempat muncul keraguan mengenai sejauh mana kesiapan Red Bull dengan mesin barunya. Namun, respons awal dari para rival—terutama Mercedes—menunjukkan bahwa performa awal mesin Red Bull cukup menjanjikan.

Pada tes shakedown di Barcelona yang digelar secara tertutup, mobil Red Bull 2026 mencatatkan jumlah lap yang signifikan serta menunjukkan reliabilitas yang solid. Verstappen sendiri berkesempatan menjajal mobil tersebut dalam kondisi lintasan basah dan kering, memberinya gambaran awal mengenai karakter mesin dan mobil baru timnya.

“Saya rasa, secara keseluruhan cukup baik,” ujar Verstappen kepada situs resmi Formula 1 saat dimintai komentarnya mengenai tes Barcelona.

Meski demikian, Verstappen tetap bersikap hati-hati dalam menilai hasil awal tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pada sesi pagi hari, jumlah lap yang bisa ia jalani masih terbatas, salah satunya karena faktor cuaca.

Komentar Verstappen ini menjadi indikasi awal bahwa Red Bull mampu beradaptasi dengan cepat di era regulasi baru. Meski masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan besar, performa awal tersebut memberi sinyal positif bagi Red Bull dalam menghadapi persaingan ketat Formula 1 musim 2026.

Jack Miller Anggap Masalah Teknis Yamaha V4 di Sepang Hal yang Wajar

0

OtomotifZone.com – Sepang – Pebalap Pramac Racing, Jack Miller, mengecilkan dampak masalah teknis yang menimpa motor Yamaha V4 pada tes MotoGP Sepang 2026. Ia menilai kendala tersebut sebagai hal yang wajar terjadi pada pengembangan motor baru dan menyebutnya sebagai bagian dari proses.

Masalah teknis tersebut membuat Yamaha menghentikan aktivitas lintasan pada hari kedua tes resmi MotoGP Sepang, setelah sebelumnya terjadi kendala pada motor Fabio Quartararo dan Toprak Razgatlioglu di hari pertama. Situasi ini memaksa Yamaha menunda rencana pengujian lanjutan yang semula berfokus pada penentuan setelan dasar motor.

Meski demikian, Miller menegaskan bahwa insiden tersebut bukanlah sesuatu yang perlu dibesar-besarkan. Menurutnya, membangun motor baru dalam waktu singkat dan langsung bersaing di level tertinggi MotoGP tentu memiliki risiko.

“Ini hanya kendala kecil, dan memang begitulah adanya,” ujar Miller. “Akan sangat naif jika berpikir bisa membangun motor dalam sembilan bulan untuk melawan yang terbaik di dunia tanpa mengalami hari seperti kemarin. Itu sudah menjadi bagian dari proses.”

Sebelumnya, Miller sempat mencatatkan prestasi positif dengan membawa Yamaha V4 ke posisi teratas catatan waktu pada hari kedua sesi Shakedown Test. Pada hari pertama tes resmi MotoGP Sepang, ia mencatatkan waktu tercepat ke-14, terpaut 1,406 detik dari juara bertahan Marc Marquez.

Setelah dilakukan investigasi intensif semalaman oleh tim teknis Yamaha di Jepang dan Italia, akhirnya lampu hijau diberikan untuk melanjutkan pengujian pada hari terakhir, meski dengan durasi dan jumlah lap yang terbatas.

“Para teknisi bekerja mati-matian semalaman untuk menemukan solusi agar kami bisa kembali ke lintasan. Bukan hanya tim di sini, tapi juga di Jepang, Eropa, di mana-mana,” lanjut Miller.

Pebalap asal Australia itu juga menilai lebih baik masalah seperti ini muncul di fase tes dibanding saat balapan resmi.

“Hal seperti ini tak terelakkan dengan proyek sebesar ini, dan lebih baik terjadi sekarang daripada nanti saat balapan di Buriram atau seri lainnya,” pungkasnya.

Herex 300cc Sekar Anom X Madhe Berhasil Duduk Di Podium Pertama Bersama Yudies!

0

OtomotifZone.com – BLITAR – Gebrakan nyata ditunjukkan oleh unit “Herex” hasil racikan Sofan Sauri, atau yang akrab disapa Madhe, builder asal Jember, Jawa Timur. Dalam gelaran bergengsi RDC Walikota Blitar Cup 2026, motor garapannya sukses mendominasi kelas bergengsi Sport 4T 300cc Non DOHC Mix Rider.

​Berlaga di lintasan Non-Permanent (NP) Jalan Supriadi, Blitar, motor yang bernaung di bawah bendera tim Sekar Anom HMS95 ini tampil tak terbendung. Eksekusi manis dari sang eksekutor, Yudies Kurcaci , pembalap asal Lombok, NTB, berhasil mencatatkan waktu fantastis 06.706 detik. Hasil ini sekaligus menempatkan Yudies di posisi Podium pertama.

​Kemenangan ini bukan sekadar faktor keberuntungan. Madhe mengungkapkan bahwa ada penyesuaian besar-besaran yang dilakukan tim untuk menghadapi musim balap 2026, terutama terkait regulasi penggunaan bahan bakar Pertamax Turbo dari Pertamina.

​”Kemenangan di Blitar ini merupakan langkah awal kami beradaptasi dengan regulasi musim 2026. Salah satu tantangannya adalah mengoptimalkan performa mesin dengan bahan bakar Pertamax Turbo,” ungkap Madhe kepada tim media.

​Beralihnya bahan bakar menuntut perubahan pada sektor dapur pacu. Madhe menjelaskan bahwa dirinya harus menghitung ulang rasio kompresi dan mencari kombinasi setelan karburator yang presisi agar motor tetap bertenaga di putaran atas maupun bawah.

​”Dengan bahan bakar Pertamax Turbo ini, kita tata ulang lagi mulai dari segi kompresi, nyari settingan karbu yang pas, serta beberapa detail lainnya. Semuanya demi memastikan motor tampil garang di sirkuit,” tambah sang juru racik asal Jember tersebut.

​Strategi ini terbukti ampuh. Berdasarkan data Live Timing dari RJ Timing System Semarang, tim Sekar Anom HMS95 tidak hanya meraih posisi pertama lewat Yudies Kurcaci, namun juga menempatkan Deska Anak Langit di posisi kedua dengan catatan waktu 06.752 detik. Dominasi ini membuktikan bahwa riset Madhe terhadap regulasi baru telah berada di jalur yang tepat.

Gelar Syukuran Bersama Anak Yatim, Juara ARRC UB150 ZIEAR Siap Gempur Musim 2026 dengan Nama Baru!

0

​OtomotifZone.com – SUKOHARJO – Menjelang bergulirnya musim balap 2026, tim balap kebanggaan Indonesia , Ziear Racing Team resmi memulai langkah mereka dengan cara yang penuh berkah. Bertempat di Panti Asuhan Muhammadiyah Grogol, yang lokasinya tak jauh dari “dapur” tempat mesin-mesin kencang mereka diracik, tim Ziear menggelar syukuran, doa bersama, sekaligus launching tim untuk musim 2026 yang akan berlaga di Asia Roadracing Championship.

​Langkah ini diambil sebagai bentuk syukur atas pencapaian luar biasa di tahun sebelumnya. Perlu diingat, Ziear bukanlah pemain baru yang bisa dipandang sebelah mata. Mereka adalah Juara Umum kelas Underbone 150cc (UB150) pada Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025.

​Formasi Tetap, Identitas Baru
​Menatap persaingan 2026, Ziear memilih untuk mempertahankan “winning team” mereka. Formasi pembalap masih mengandalkan duet maut Husni Zainul Fuadzi dan Gupita Kresna. Meski wajah pembalapnya tetap sama, ada yang segar dari sisi identitas tim.

​Untuk musim ini, mereka akan mengusung nama resmi yang cukup panjang dan gahar:
​”ZIEAR NOLIMIT MCR ADELINE RBT34 THESTROKES55″

​Nama tersebut mencerminkan kolaborasi kuat antar berbagai mitra teknis dan sponsor yang mendukung penuh kiprah tim di lintasan balap.



​Bima Aditya, sosok sentral sekaligus “pawang” di balik performa mesin-mesin Ziear, menyampaikan optimismenya. Kepada redaksi, pria yang dikenal bertangan dingin ini berharap dukungan doa dari anak-anak yatim bisa membawa energi positif.
​”Semoga awal yang baik ini bisa menjadi dampak positif bagi tim nantinya yang akan berlaga di panggung internasional balap ARRC,” ujar Bima.

​Mengenai kesiapan teknis, Bima menegaskan bahwa pihaknya tidak mau lengah meski menyandang status juara bertahan. Persaingan di kelas UB150 dikenal sangat rapat dan “keras” dari sisi teknis maupun strategi di lintasan.

​”Untuk mesin yang akan digunakan nanti sudah kami siapkan. Tentu kita terus lakukan riset dan upgrade, karena memang kelas UB150 ini sangat keras segi pertarungannya,” tambahnya.

​Dengan perpaduan antara spiritualitas, riset teknologi yang matang, dan mental juara, Ziear siap kembali mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi Asia. Godspeed, Ziear!

Progres !!! Darren Artur Unjuk Gigi di Panggung Asia Pasifik

0

OtomotifZone.com – Malaysia, Pebalap muda Indonesia Darren Artur tampil mengesankan saat berlaga di IAME Asia Pacific Games 2026 yang digelar pada 8 Februari 2026 di LYL International Karting Circuit, Malaysia. Darren memulai aksinya dengan spektakuler, menjadi yang tercepat pada sesi Time Trial Cadet, dan akhirnya finis di posisi kedua pada partai final.

Raihan podium kedua ini merupakan hasil dari kerja keras ekstra Darren di lintasan yang penuh tantangan. Lawan-lawannya datang dari berbagai negara dengan kemampuan tinggi, namun Darren mampu menunjukkan kualitasnya dan mengibarkan bendera Merah Putih di ajang balap bergengsi ini.

Perjuangan Darren terlihat sejak awal lomba. Pada awal lap, ia harus menghadapi tekanan dari pebalap lain, namun dua lap pertama Darren mampu melepaskan diri dari kepungan dan menempel posisi pebalap terdepan, yaitu Syabil Umar Basalamah, rekan satu tim di Double R Motorsport (DRM) sekaligus rekan senegaranya.

Meski satu tim dan satu negara, Darren tetap memiliki ambisi untuk meraih hasil terbaik. Duel sengit terjadi pada dua lap terakhir, ketika Darren sempat memimpin balapan. Namun Syabil berhasil memanfaatkan celah yang ada dan merebut posisi pertama.

Meski demikian, Darren tetap menunjukkan kelasnya dan berhasil menutup balapan dengan penampilan yang mengesankan. Podium kedua ini menegaskan konsistensi Darren sebagai salah satu pebalap muda berbakat Indonesia, dan membuka peluang untuk gebrakan selanjutnya di ajang internasional.

Tiga Tokoh Otomotif Kepri Bersatu di Kapolresta Tanjung Pinang Road Race Championship 2026

0

OtomotifZone.com – Tanjung Pinang ,Tiga tokoh penting otomotif Kepulauan Riau terlihat hadir dan bersatu dalam gelaran Kapolresta Tanjung Pinang Road Race Championship 2026 yang berlangsung pada 8 Februari 2026 di Sirkuit NP Dompak, Kepulauan Riau. Kehadiran mereka menjadi sinyal kuat kebangkitan dan soliditas dunia balap motor di Kepri.

Ketiga tokoh tersebut adalah Rantha Fauzi Sambiring, pemilik Klub ABS, yang dikenal sebagai anak muda Tanjung Pinang dengan hobi otomotif. Pria kelahiran 1995 ini juga merupakan anggota DPRD Tanjung Pinang Dapil 3, yang aktif mendorong perkembangan kegiatan positif di kalangan generasi muda.

Selain itu, hadir pula Cek Mat dari Klub Bulang Linggi, sosok yang dikenal sebagai senior dan tokoh otomotif di Kepulauan Riau dengan pengalaman panjang di dunia balap motor. Sementara tokoh ketiga adalah Willy Octra, pentolan Barelang MotorSport (BMS), yang namanya telah dikenal luas di dunia otomotif Kepulauan Riau hingga kancah balap nasional.

Ketiganya hadir dengan satu tujuan, yakni mensukseskan Kapolresta Tanjung Pinang Road Race Championship 2026. Bahkan, Willy Octra rela meluangkan waktu khusus untuk hadir langsung ke Tanjung Pinang setelah sebelumnya mengikuti Munaslub di Jakarta, demi mendukung penuh terselenggaranya event bergengsi tersebut.

“Kami dari BMS hadir untuk ikut mensukseskan gelaran ini. Saya dari BMS akan membantu event-event dari klub yang ingin memajukan otomotif di Kepulauan Riau. Demi kemajuan otomotif di Kepulauan Riau, BMS siap membantu,” ujar Willy Octra kepada tim redaksi.

Lanjutnya, ” Kami dari BMS siap membatu penyelengara yang akan membuat event dari segi sarana dan prasarana event/eo. Maupun dari segi finansial juga akan membantu siapapun yang akan membuat event di Kepri,”

Dengan bersatunya kekuatan dari tiga klub besar ini, diharapkan ke depan akan semakin banyak event otomotif berkualitas yang digelar di Kepulauan Riau. Hal tersebut diyakini mampu meningkatkan semangat para pembalap di berbagai kategori, sekaligus menjadi sinyal positif bagi masa depan dunia balap motor Kepri.

Gebrakan apa lagi yang akan lahir dari otomotif Kepulauan Riau ke depannya? Menarik untuk dinantikan.

Honda Bikers Motour Camp 2026 Pererat Kebersamaan Komunitas Honda Jawa Barat

0
Honda Bikers Motour Camp 2026

OtomotifZone.com, Bogor – PT Daya Adicipta Motora (DAM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung aktivitas positif komunitas Honda melalui penyelenggaraan Honda Bikers Motour Camp 2026 yang digelar pada Sabtu–Minggu, 7–8 Februari 2026, di kawasan Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini mengusung tema “Kebersamaan dan Petualangan dalam Semangat One HEART” melalui konsep touring dan camping bersama komunitas Honda.

Honda Bikers Motour Camp 2026 menjadi wadah silaturahmi antar bikers dan komunitas Honda di wilayah Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat rasa persaudaraan, meningkatkan solidaritas komunitas, sekaligus menumbuhkan semangat berkendara yang aman, nyaman, dan bertanggung jawab sesuai kampanye Safety Riding Honda, #Cari_Aman.

Acara ini merupakan kerjsama DAM bersama KHOMBO (Komunitas Honda Motor Bogor) serta Ikatan Motor Honda Jawa Barat (IMHJB). Rangkaian kegiatan diisi dengan touring bersama menuju lokasi acara, community gathering, camping dan api unggun, outbound games, sharing session antar komunitas, hingga hiburan malam yang dikemas secara santai namun sarat makna kebersamaan.

Promotion Department Head DAM, Demmy Firmansyah, menyampaikan bahwaHonda Bikers Motour Camp 2026 tidak hanya menjadi ajang touring dan camping, tetapi juga momentum untuk memperkuat persaudaraan antar komunitas Honda. Melalui kegiatan ini, kami ingin terus mengajak para bikers untuk menikmati kebersamaan, berbagi pengalaman, serta tetap mengutamakan keselamatan berkendara dengan semangat #Cari_Aman.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan komunitas Honda dari berbagai daerah di Jawa Barat, anggota Honda Community, IMHJB, serta mendapat dukungan dari sponsor dan partner yang turut mensukseskan acara. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias, tertib, dan menjunjung tinggi etika berkendara yang aman.

Suasana kebersamaan di tengah alam Cisarua menjadi salah satu momen paling berkesan dalam Honda Bikers Motour Camp 2026. Momen api unggun, keseruan outbound games, serta perjalanan touring yang penuh kekeluargaan semakin menegaskan semangat One HEART yang menjadi identitas Honda Bikers dalam setiap aktivitasnya.