Beranda blog Halaman 33

GP Amerika Banyak Sajikan Drama dan Clash

OtomotifZone.com – Amerika. Gelaran ketiga MotoGP 2026 kembali hadir, kali ini balapan mendarat di sirkuit COTA, Amerika (29-30/3). Banyak drama dan clash yang terjadi saat sesi free practice dan kualifikasi.

Pada kelas MotoGP sudah tersaji duel sengit pada sesi kualifikasi dimana Marc Marquez dianggap mengganggu hot lap Enea Bastianini, selanjutnya Marc juga terlibat clash dengan Fabio Di Giannantonio pada saat sprint race berlangsung yang membuat MM93 diganjar long lap pinalty saat balapan hari Minggu besok.

Duo VR46 Academy (Marini – Bezzechi) juga diganjar turun 2 grid dari posisi start setelah dianggap mengganggu Marc Marquez saat sedangan melakukan hot lap pada sesi Q2 MotoGP.

Pun dengan Pedro Acosta yang sebelumnya berhasil finish ketiga sprint race MotoGP harus merelakan medali kemenangan kepada Enea Bastianini setelah tertangkap tim investigasi akibat tekanan ban yang kurang, dan harus puas finish diposisi ke 8.

Jorge Martin akhirnya pecah telor kemenangan bersama Aprilia setelah tahun lalu berkutat dengan cideranya, dan tentunya pembalap kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama yang masih konsisten berada di barisan terdepan, Veda akan memulai start dari posisi keempat.

Duel Sengit!! Jorge Martin Menangi Sprint Race

OtomotifZone.com – Amerika. Pertarungan sengit tersaji pada sprint race kelas MotoGP yang berlangsung disirkuit COTA, Amerika.

Jorge Martin akhirnya berhasil meraih kemenangan pertamanya bersama Aprilia pada sprint race setelah bertarung sengit dengan Bagnaia yang sejak awal sprint race memimpin jalannya balapan.

Hasil kemenangan ini membuat Jorge Martin memimpin klasemen sementara berselisih 1 point dengan Marco Bezzechi yang pada sprint race kali ini terjatuh pada balapan yang menyisakan 2 lap lagi.

Marc Marquez harus puas finish diposisi 17 setelah sebelumnya terjatuh akibat insiden dengan Fabio Di Giannantonio saat memperebutkan posisi ketiga.

Pecco Bagnaia yang gagal meraih kemenangan pertamanya merasa cukup puas dengan hasil sprint race kali ini, dan akan mencoba berjuang kembali saat balapan esok hari.

Makin Gemilang! Veda Amankan Posisi Start Keempat Kualifikasi Moto3 GP Amerika

OtomotifZone.com – Cota. Pembalap Moto3 asal Indonesia, Veda Ega Pratama kembali tampil gemilang dengan meraih catatan waktu 2.12.813 detik dan akan memulai balapan dari posisi keempat esok hari.

Andai saja tak terkena track limit saat menit akhir kualifikasi, bisa dipastikan catatan waktu milik Veda akan lebih baik dan bisa start di posisi terdepan.

Hasil ini tentunya membuat Veda melengkapi kegemilangannya dengan selalu meraih posisi start 5 besar pada tiga balapan terakhir. Berstatus rookie tak membuat Veda merasa minder, malah membuat Veda semakin PD untuk bertarung memperebutkan podium teratas.

Rekan satu tim Veda di Honda Team Asia, Zen Mitani juga berhasil mencatatkan posisi terbaiknya dengan start diposisi ke 12.

Nitmeke MX Team Jayapura Incar Juara Umum Grasstrack Bupati Keerom Seri II

Nitmeke MX Team Jayapura

Otomotifzone.com – Jayapura. Nitmeke MX Team Jayapura siap menghadirkan kejutan di dunia grasstrack Papua musim ini. Tim ini akan meramaikan ajang Grasstrack Bupati Keerom Seri II dan pagelarnya pada tanggal 24 hingga 26 April 2026 di Sirkuit Yuwanain Arso II, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua.

Ketua Umum Nitmeke, M. Rusdianto Abu. Telah mengumumkan langkah strategis untuk mempersiapkan diri bahkan akan mendatangkan pembalap spesial untuk bertempur. Ketua Harian tim, Barto Taniauw. Ungkapkan bahwa tim sedang gencar mempersiapkan tiga pembalap yang akan tampil maksimal di dua kategori, yaitu Kelas Open dan Kelas Lokal Papua. Para penggemar grasstrack sangat nantikan kedua kelas ini karena merupakan kelas paling bergengsi dan seru.

Nitmeke MX Team Jayapura
Ketua Harian Nitmeke MX Team, Barto Taniauw.

“Kita akan siapkan tiga pembalap untuk berlaga di ajang ini. Kami masih merahasiaan nama-nama mereka dulu. Tapi mereka pasti akan tampil di dua kelas yang berbeda,” ujar Barto dengan semangat.

Tim tidak hanya fokus pada pembalap dalam persiapan ini. Nitmeke MX Team Jayapura juga serius dalam hal dukungan teknis tim ini menggandeng sejumlah tuner terbaik tim untuk meracik motor agar berperforma maksimal. Tim sudah siapkan sebagian besar mesinnya, sekarang hanya perlu menyesuaikan setup sesuai dengan gaya berkendara masing-masing pembalap.

Dengan kombinasi pembalap berkualitas tinggi dan tuner berpengalaman yang mendukung teknisnya, tim ini jelas tidak datang sekadar ikut-ikutan. Mereka membawa ambisi besar untuk mengubah peta kekuatan grasstrack musim ini dan akan bawa pulang predikat juara umum.

“Kami sudah siapkan semua motornya, sekarang hanya menunggu dua pembalap dari luar Papua tiba. Kami targetkan jelas juara umum di Grasstrack Bupati Keerom Seri II!” tegas Barto dengan keyakinan.

Jika tim jalankan semua persiapan sesuai rencana. Tak mustahil Nitmeke MX Team Jayapura akan menjadi salah satu kekuatan yang menjadi ancaman tim lainnya di lintasan grasstrack Yuwanain, Kabupaten Keerom.

Bahkan sebelum ajang dimulai, semangat juang Nitmeke MX Team Jayapura sudah terasa kental. Tak hanya menjadi pesaing yang tangguh, mereka juga berharap bisa menginspirasi lebih banyak pemuda Papua untuk terjun dan bersaing di kancah olahraga grasstrack yang semakin berkembang ini.

Peran Pemerintah di Balik Prestasi Pembalap Indonesia, Eddy Saputra Soroti Pentingnya Ekosistem Motorsport

Otomotifzone.com – Jakarta, Peran pemerintah dalam membangun ekosistem motorsport nasional menjadi fondasi penting yang kerap luput dari perhatian publik. Salah satu langkah strategis adalah pembangunan Sirkuit Mandalika yang kini dikenal sebagai Pertamina Mandalika International Circuit di Lombok, Nusa Tenggara Barat, sebagai venue motorsport berkelas dunia sekaligus sarana bagi pembalap Indonesia untuk berlatih dan berkembang menuju level internasional.


Sirkuit yang dibangun oleh ITDC tersebut menelan biaya triliunan rupiah dan diresmikan pada 2021. Pertama kali digunakan untuk ajang World Superbike 2021, lalu sejak 2022 hingga 2025 secara konsisten menjadi tuan rumah MotoGP. Tahun ini, ajang bergengsi tersebut dijadwalkan kembali digelar pada 9–11 Oktober 2026, menegaskan posisi Sirkuit Mandalika sebagai salah satu venue motorsport dunia yang diperhitungkan.

Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga memberikan dukungan moral kepada pembalap Indonesia. Salah satunya terlihat ketika Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memperkenalkan Mario Aji dan Veda Ega Pratama untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 30 September 2025.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez, yang memberikan motivasi langsung kepada para pembalap Indonesia. Pertemuan ini berlangsung menjelang penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di Mandalika, dan menjadi bukti nyata dukungan negara terhadap perkembangan pembalap nasional.

Ekosistem Motorsport sebagai Pembinaan Pembalap

Keberhasilan para pembalap Indonesia menembus level dunia melalui proses yang sangat panjang dengan dukungan ekosistem motorsport yang memadai. Menurut Eddy Saputra, CEO PRIDE sekaligus promotor Kejuaraan Nasional Pertamina Mandalika Racing Series, prestasi pembalap Tanah Air merupakan hasil dari proses panjang dan kolaborasi berbagai pihak dalam membangun ekosistem motorsport nasional.

Eddy Saputra menegaskan bahwa keberhasilan pembalap Indonesia bukan lahir secara tiba-tiba, melainkan hasil dari kerja kolektif yang melibatkan pembinaan berjenjang, kejuaraan nasional yang konsisten, regulasi dari Ikatan Motor Indonesia (IMI), dukungan sponsor, serta pembangunan infrastruktur oleh pemerintah.

“Prestasi pembalap Indonesia di level dunia adalah hasil dari ekosistem yang dibangun bersama. Ada pembinaan pembalap, kejuaraan nasional, peran IMI sebagai regulator, dukungan sponsor, serta peran pemerintah dalam membangun infrastruktur seperti Sirkuit Mandalika,” ujar Eddy Saputra.

Dalam beberapa tahun terakhir, hasil dari ekosistem ini mulai terlihat nyata. Nama-nama seperti Veda Ega Pratama di Moto3, Mario Aji di Moto2, hingga Aldi Satya Mahendra yang berhasil meraih gelar juara dunia World Supersport300 menjadi bukti bahwa fondasi motorsport Indonesia mulai bekerja secara efektif.

Menurut Eddy Saputra, ekosistem motorsport nasional saat ini ditopang oleh beberapa elemen utama, yakni:

Dukungan pemerintah melalui pembangunan infrastruktur dan pembinaan atlet

Peran regulator melalui Ikatan Motor Indonesia (IMI)

Kejuaraan nasional seperti Pertamina Mandalika Racing Series

Tim balap profesional sebagai wadah pengembangan talenta

Akademi balap untuk pelatihan teknis dan mental sejak dini

Pembinaan dari pabrikan besar seperti Honda dan Yamaha

Dukungan sponsor dan industri motorsport

“Tanpa salah satu elemen ini, pembalap akan sangat sulit untuk naik ke level dunia,” tegasnya.

Upaya Pemerintah versus Respons Publik
Meski demikian, Eddy Saputra juga menyoroti adanya kesenjangan pemahaman di tengah masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah komunikasi publik yang belum sepenuhnya menjelaskan keterkaitan antara investasi besar di sektor motorsport dengan prestasi atlet.

Banyak masyarakat, terutama netizen di media sosial, belum memahami bahwa kehadiran event internasional seperti MotoGP di Sirkuit Mandalika memberikan exposure global bagi pembalap Indonesia, sekaligus menarik sponsor dan memperkuat ekosistem motorsport nasional.
Akibatnya, muncul persepsi bahwa pemerintah hanya “menumpang sukses” ketika pembalap meraih prestasi.

“Padahal kenyataannya jauh lebih kompleks. Semua saling terhubung dalam satu ekosistem,” jelas Eddy Saputra.

Menurutnya, budaya media sosial yang cenderung lebih cepat menyebarkan kritik dibandingkan apresiasi juga membuat narasi yang berkembang sering kali tidak seimbang.

Ketika pemerintah atau kementerian memberikan dukungan kepada pembalap, sebagian netizen justru menilai langkah tersebut terlambat atau sekadar pencitraan. Padahal, dukungan tersebut tetap memiliki peran penting dalam menyediakan fasilitas, regulasi, dan pembiayaan event.


Fenomena ini, menurut Eddy Saputra, bukan semata-mata bentuk penolakan, melainkan cerminan dari kurangnya pemahaman terhadap ekosistem motorsport yang kompleks, ditambah karakter media sosial yang cenderung mengedepankan kontroversi.

Membangun Ekosistem Motorsport Berkelanjutan
Eddy Saputra menegaskan bahwa investasi besar seperti pembangunan Sirkuit Mandalika serta penyelenggaraan MotoGP dan Asia Road Racing Championship (ARRC) harus dilihat sebagai fondasi jangka panjang.

“Infrastruktur, exposure global, serta keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci lahirnya lebih banyak pembalap Indonesia yang mampu bersaing di level dunia,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa dalam pembangunan ekosistem motorsport, pemerintah telah menyiapkan dua aspek penting sekaligus, yaitu hardware dan software.

Infrastruktur fisik seperti sirkuit dan fasilitas pendukung menjadi bagian dari hardware, sementara regulasi, penyelenggaraan event, serta pembinaan pembalap menjadi bagian dari software.

“Kini tinggal bagaimana semua pihak memaksimalkan,” jelas Eddy Saputra.

Lebih lanjut, Eddy Saputra menekankan bahwa setiap pembalap memiliki tahapan atau milestone sebelum mencapai level dunia. Tidak ada jalan pintas dalam proses tersebut.

“Semua atlet pasti memiliki milestone atau tahap untuk bisa mencapai level dunia. Itu adalah proses panjang yang harus dijalani secara konsisten,” ujarnya.

Menurut Eddy Saputra, proses tersebut pada akhirnya tidak hanya melahirkan pembalap berprestasi, tetapi juga membentuk industri motorsport nasional yang berkelanjutan.

“Pada akhirnya, ini akan menjadi sebuah industri motorsport yang melibatkan semua stakeholder. Mulai dari pemerintah, regulator, pabrikan sepeda motor, sponsor, tim balap, promotor, hingga berbagai pihak lain yang terlibat dalam ekosistem ini,” pungkas Eddy Saputra.

Tentang PRIDE Motorsport
PRIDE Motorsport merupakan penyelenggara (promotor) Kejuaraan Nasional Balap Motor Sportbike Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) di Indonesia, yang berfokus pada pembinaan pembalap nasional menuju level internasional.

Sejak 2023, PRIDE Motorsport secara konsisten menggelar Kejurnas Mandalika Racing Series sebanyak lima putaran setiap musim di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Selain itu, PRIDE Motorsport juga bekerja sama dengan Pertamina dan VR46 Riders Academy di Tavullia, Italia — milik legenda MotoGP Valentino Rossi — untuk membina pembalap muda Indonesia agar mampu bersaing di level dunia.

Musim Baru Malaysian Cub Prix 2026 Dimulai, 8 Seri Siap Panaskan Persaingan

Foto : Malaysian Cub Prix

OtomotifZone.com – Jakarta, Kejuaraan balap motor bergengsi Malaysia, Petronas MAM Malaysian Cub Prix 2026, dipastikan siap kembali bergulir musim ini. Pihak penyelenggara secara resmi telah mengumumkan kalender balap yang akan berlangsung dalam 8 putaran di berbagai sirkuit ikonik di Malaysia.

Kompetisi yang dikenal sebagai salah satu ajang balap bebek paling kompetitif di Asia Tenggara ini akan memulai putaran pembuka pada 25–26 April 2026 di Litar Lumba Tangkak, Johor. Seri pembuka tersebut diprediksi akan langsung menyajikan persaingan sengit antar tim dan pembalap terbaik dari Malaysia serta negara Asia Tenggara lainnya.

Musim 2026 juga akan menghadirkan sejumlah sirkuit populer seperti PETRONAS Sepang (Utara dan Selatan), Stadium Negeri Pulau Pinang, hingga Litar Permotoran Terengganu. Selain itu, putaran final akan berlangsung di Medini Iskandar Puteri, Johor, yang akan menjadi penentu juara musim 2026.

Berikut kalender lengkap Petronas MAM Malaysian Cub Prix 2026:

Kalender Malaysian Cub Prix 2026

  • Putaran 1 — Litar Lumba Tangkak, Johor
    25–26 April 2026
  • Putaran 2 — Litar Antarabangsa PETRONAS Sepang (Utara)
    23–24 Mei 2026
  • Putaran 3 — Dataran Seri Jempol
    27–28 Juni 2026
  • Putaran 4 — Stadium Negeri Pulau Pinang
    15–16 Agustus 2026
  • Putaran 5 — Litar Permotoran Terengganu
    28–29 Agustus 2026
  • Putaran 6 — LYL International Karting Circuit, Monkeys Canopy
    3–4 Oktober 2026
  • Putaran 7 — Litar Antarabangsa PETRONAS Sepang (Selatan)
    17–18 Oktober 2026
  • Putaran 8 (Final) — Medini Iskandar Puteri, Johor
    21–22 November 2026

Dengan format delapan putaran, musim 2026 diprediksi akan berlangsung semakin kompetitif. Banyak tim mulai melakukan persiapan sejak awal musim, termasuk pengembangan mesin dan perekrutan pembalap muda potensial.

Malaysian Cub Prix sendiri dikenal sebagai ajang pembibitan pembalap menuju level internasional. Sejumlah nama besar balap Asia bahkan memulai kariernya dari kompetisi ini sebelum melangkah ke kejuaraan lebih tinggi.

Musim 2026 pun diharapkan kembali menghadirkan pertarungan seru, sekaligus menjadi panggung bagi pembalap muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sepanjang musim.

RH57 Pemula Dragbike, Bayu Ucil Fokus Regenerasi Dragbiker!

​OtomotifZone.com – Purwodadi, Kabar gembira bagi para pecinta adu kecepatan roda dua di Jawa Tengah. Gelaran RH57 Pemula Dragbike 2026 dipastikan siap menghentak lintasan non-permanen Alun-alun Purwodadi dalam waktu dekat.

​Event ini bukan sekadar balapan biasa, melainkan sebuah misi besar untuk regenerasi pembalap “balap lurus” di tanah air.

​Fokus pada Regenerasi dan Pembibitan
​Bayu Widhi Asmoro, atau yang akrab disapa Bayu Ucil, selaku owner RH57 sekaligus menjabat di Divisi Dragbike IMI, menegaskan bahwa perizinan dari IMI sudah dikantongi. Menurutnya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk menjaring talenta baru karena peta persaingan mulai bergeser.

​”Event ini kita khususkan untuk pembalap pemula. Tidak ada kelas Mix Rider (campuran pembalap Seeded). Jadi memang ini murni ajang pembibitan agar minat dan bakat baru bermunculan,” ungkap Bayu.

​Langkah ini diambil mengingat banyaknya pembalap pemula yang sebelumnya mendominasi kini sudah naik grade ke level yang lebih tinggi, sehingga menyisakan celah yang harus segera diisi oleh talenta-talenta baru.

​Selain fokus pada prestasi, ajang ini juga menjadi sarana edukasi bagi para pelaku balap mengenai regulasi teknis terbaru. Salah satu poin utamanya adalah kewajiban penggunaan bahan bakar non-subsidi produksi BUMN.

​Seluruh peserta diwajibkan menggunakan bahan bakar Pertamax Turbo dari Pertamina Patra Niaga. Hal ini dilakukan untuk menyeragamkan standar bahan bakar sekaligus mendukung kampanye penggunaan energi berkualitas di ajang motorsport nasional.

​Dengan konsep yang matang dan dukungan penuh dari IMI, RH57 Pemula Dragbike 2026 diprediksi akan menjadi magnet bagi para dragster muda yang ingin unjuk gigi di lintasan resmi, alih-alih melakukan balap liar.

Ayo Daftar Segera, Peserta Terbatas!!!

​RH57 Pemula Dragbike Siap Gebrak Purwodadi, 22 Kelas Siap Dilombakan!

OtomotifZone.com – Purwodadi, Kabar gembira bagi para pecinta adu kecepatan roda dua! Kota Purwodadi bersiap menjadi saksi bisu panasnya aspal dalam gelaran bertajuk RH57 Pemula Dragbike Championship.

Event balap lurus bergengsi ini dijadwalkan akan berlangsung pada Minggu, 29 Maret 2026, bertempat di Sirkuit Non-Permanen (NP) Alun-Alun Kota Purwodadi.

​Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 22 kelas telah disiapkan oleh penyelenggara untuk mengakomodasi berbagai spek motor, mulai dari kelas Bracket yang menuntut akurasi waktu, hingga kelas Sunmori yang sedang tren saat ini.

​Persaingan dipastikan sengit karena kategori lomba dibagi menjadi beberapa kelompok diantaranya ada Point Bracket,
​Point Non-Bracket, ​Point Sunmori dan ada
​Kelas Supporting Khusus untuk lokal Karesidenan Semarang dan Pati guna menjaring bakat-bakat lokal potensial.

​Bagi para racer yang ingin menunjukkan taringnya, biaya pendaftaran dipatok sebesar Rp370.000. Menariknya, setiap peserta akan mendapatkan Free BBM Pertamax Turbo sebanyak 1 liter, karena dalam ajang ini penggunaan bahan bakar tersebut bersifat wajib (BBM Wajib Pertamax Turbo).

​Catatan Penting: Kuota peserta sangat terbatas! Pastikan tim Anda mendaftar lebih awal agar tidak kehabisan slot.

​Informasi Kontak & Pendaftaran
​Untuk pendaftaran dan teknis lebih lanjut, silakan hubungi kontak berikut:
​Info Pendaftaran (Tika): 0857 2501 8676
​Info Teknis (Pak Aseng): 0812 3158 2224 / (Tommy): 0813 9217 3908

Transfer: BCA 8915024994 a.n Andry Kuswinartha
​Link Pendaftaran Online: https://rcou.awisn.xyz/
Siapkan tunggangan terbaikmu!

Drama Usai Finis! Zidane Kena Penalti, Podium Tetap Dibawa Pulang

OtomotifZone.com – Nakhon Si Thammarat, Pembalap Ducati MX Team Indonesia, M. Zidane, kembali menunjukkan performa impresif pada ajang FMSCT Thailand Motocross 2026 Round 5 yang berlangsung pada Minggu (22/3).

Zidane tampil agresif sejak awal balapan dengan langsung mengamankan holeshot, menandakan start sempurna dan keunggulan dalam perebutan posisi pertama di tikungan awal. Sepanjang race, ia mampu menjaga ritme balap dan konsisten bersaing di barisan depan hingga menyentuh garis finis di posisi kedua.

Namun drama terjadi setelah balapan usai. Pihak penyelenggara menjatuhkan penalti waktu 30 detik kepada Zidane atas dugaan melakukan manuver berbahaya saat bendera kuning dikibarkan. Akibat keputusan tersebut, posisinya harus turun satu tingkat menjadi posisi ketiga.

Tim Ducati MX Team Indonesia tetap menghormati keputusan tersebut. Meski demikian, hingga balapan berakhir tidak terdapat bukti digital yang secara jelas menunjukkan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh sang pembalap.

Terlepas dari penalti yang diterima, performa Zidane tetap menjadi sorotan positif. Ia menunjukkan kecepatan, konsistensi, serta daya saing tinggi di level internasional, sekaligus tetap mempersembahkan podium untuk Indonesia.

Hasil ini juga dinilai sebagai progres positif bagi tim dalam menghadapi ketatnya persaingan global. Tambahan poin dari seri ini membuat Zidane kini mengoleksi total 32 poin dan menempati posisi sembilan besar dalam klasemen sementara pembalap.

Dalam keterangannya, Zidane mengakui adanya rasa kecewa, namun tetap melihat sisi positif dari performanya.

“Tentu ada rasa kecewa, tapi itu bagian dari balapan. Yang terpenting, saya tahu kemajuan saya dan tim sangat positif. Hasil ini tidak mudah diterima, tapi ini jadi motivasi untuk membuktikan lebih di race berikutnya,” ujar Zidane.

Sementara itu, Team Principal Ducati MX Team Indonesia, Jimmy Budhijanto, menilai performa Zidane sepanjang akhir pekan sangat menjanjikan, terlebih ini merupakan debutnya menggunakan motor Ducati Desmo450 MX.

“Performa debut Zidane sangat positif dengan dua kali naik podium. Meskipun harus turun satu peringkat akibat penalti, bagi kami Zidane tetaplah juara Indonesia. Ini akan jadi bahan evaluasi agar kami bisa kembali lebih kuat di balapan berikutnya,” jelas Jimmy.

Dengan performa yang terus meningkat, Zidane dan Ducati MX Team Indonesia kini menatap seri selanjutnya dengan optimisme tinggi untuk kembali bersaing di papan atas.

Hasil MotoGP Brasil 2026, Dua Aprilia Menggila

OtomotifZone.com – Jakarta, Dua pebalap Aprilia Racing menunjukkan dominasinya pada MotoGP Brasil 2026. Marco Bezzecchi dan Jorge Martin sukses mengunci posisi satu dan dua dalam balapan yang berlangsung sengit, Minggu (22/3).

Sementara itu, posisi ketiga diamankan oleh Fabio Di Giannantonio dari Pertamina Enduro VR46 Racing Team.

Sejak lampu start padam, Bezzecchi langsung tampil luar biasa. Start mulus membuatnya melesat ke depan dan segera menjauh dari rombongan. Ia bahkan mampu membuka jarak dari dua pebalap Ducati yang membuntuti, yakni Di Giannantonio dan Marc Marquez.

Namun, persaingan di belakang Bezzecchi justru semakin panas. Di Giannantonio dan Marquez yang awalnya berada di posisi kedua dan ketiga harus menghadapi tekanan dari Martin yang perlahan merangsek naik dari posisi keempat.

Dengan kecepatan dan konsistensi tinggi, Martin akhirnya berhasil menyalip kedua pebalap Ducati tersebut. Manuvernya membuat posisi dua besar sepenuhnya dikuasai oleh Aprilia.

Memasuki lap-lap akhir, duet Bezzecchi dan Martin semakin tak terbendung. Keduanya terus memperlebar jarak dari para pesaing hingga akhirnya mengunci finis 1-2 untuk Aprilia.

Hasil ini menjadi bukti kekuatan Aprilia di MotoGP Brasil 2026, sekaligus menegaskan performa impresif Bezzecchi dan Martin yang tampil dominan sepanjang balapan.

1Marco BezzecchiITAAprilia Racing (RS-GP26)30m 19.76s
2Jorge MartinSPAAprilia Racing (RS-GP26)+3.231s
3Fabio Di GiannantonioITAPertamina VR46 Ducati (GP26)+3.780s
4Marc MarquezSPADucati Lenovo (GP26)+4.089s
5Ai OguraJPNTrackhouse Aprilia (RS-GP26)+8.403s
6Alex MarquezSPABK8 Gresini Ducati (GP26)+8.918s
7Pedro AcostaSPARed Bull KTM (RC16)+10.687s
8Fermin AldeguerSPABK8 Gresini Ducati (GP25)+11.359s
9Johann ZarcoFRACastrol Honda LCR (RC213V)+12.907s
10Raul FernandezSPATrackhouse Aprilia (RS-GP26)+16.370s
11Luca MariniITAHonda HRC Castrol (RC213V)+18.529s
12Franco MorbidelliITAPertamina VR46 Ducati (GP25)+19.980s
13Diogo MoreiraBRAPro Honda LCR (RC213V)*+21.322s
14Alex RinsSPAMonster Yamaha (YZR-M1)+22.699s
15Enea BastianiniITARed Bull KTM Tech3 (RC16)+23.840s
16Fabio QuartararoFRAMonster Yamaha (YZR-M1)+26.403s
17Toprak RazgatliogluTURPramac Yamaha (YZR-M1)*+30.287s
18Maverick ViñalesSPARed Bull KTM Tech3 (RC16)+36.397s
 Joan MirSPAHonda HRC Castrol (RC213V)DNF
 Francesco BagnaiaITADucati Lenovo (GP26)DNF
 Brad BinderRSARed Bull KTM (RC16)DNF
 Jack MillerAUSPramac Yamaha (YZR-M1)DNF