Beranda blog Halaman 66

Tak Beri Kesempatan Lawan, Alfi Husni Juara Sprint Race Bebek 2T TU 130cc Superprix Boyolali

0

Otomotifzone.com – Boyolali. Pembalap andalan SAE Group, Alfi Husni, benar-benar tampil kesetanan sekaligus emosional pada Putaran 2 Superchallenge Superprix 2026 di Sirkuit Karting Boyolali. Setelah sebelumnya sukses merajai kelas Bebek 4T 150cc Expert, Alfi kembali mengamuk dan mengunci podium tertinggi di kelas para raja, Sprint Race Bebek 2T Underbone (TU) 130cc.

​Sejak lampu start padam, Alfi Husni yang mengendarai motor bernomor lambung 143 langsung melesat dan tidak memberikan kesempatan sedikit pun bagi rival-rivalnya untuk mengambil alih jalannya balapan. Alfi berhasil meredam perlawanan M. Syirat Syauqi yang finis di posisi kedua dengan gap +0.938 detik, disusul oleh Lucky Hendriansya di posisi ketiga dan Sayang sekali Rendy Odding Terjatuh meski sempat memberikan perlawanan ketat.

​Kemenangan beruntun ini mempertegas dominasi Alfi Husni di hari pertama putaran kedua ini. ​”Terbaik pokoknya untuk hari ini bisa raih double winner di Sprint Race bersama SAE Group. Semoga besok (di Main Race) masih ada rejekinya, terima kasih untuk semua tim, mekanik, dan sponsor yang sudah mendukung,” ungkap Alfi Husni dengan penuh rasa syukur.

​Kedigdayaan Mesin Garapan Pakdhe Heru Kate & Konsistensi Pekajaman Muffler
​Di balik melengkingnya performa mesin bebek goreng 2-tak milik Alfi, ada tangan dingin sang maestro legendaris asal Yogyakarta, Pakdhe Heru Kate (Kate Montormaboer). Karakter power motor yang bertenaga namun tetap smooth saat keluar tikungan sirkuit Boyolali terbukti menjadi senjata mematikan.

​Kunci utama penjinak sekaligus penyalur tenaga dari mesin racikan Kate Montormaboer ini tak lain adalah knalpot Pekajaman Muffler. Kolaborasi ini rupanya sudah klop sejak awal motor ini dibangun.
​”Motor Alfi Husni ini garapan Pakdhe Heru Kate Montormaboer dan didukung penuh knalpot dari Pekajaman Muffler.

Sejak pertama bikin motor ini memang sudah langsung ketemu ‘enak’ karakternya bersama knalpot Pekajaman. Paling hanya sedikit revisi beberapa kali saja di bagian silincer,” jelas salah satu crew mekanik dari Kate Montormaboer yang mengawal langsung di sirkuit.

​Dua kemenangan di sesi Sprint Race ini jelas menjadi modal mental yang sangat besar bagi Alfi Husni dan SAE Group untuk menghadapi sesi Main Race esok hari. Apakah dominasi Alfi akan berlanjut? Kita tunggu pembuktiannya besok!

Membanggakan! Mohamad Altaf Ridwan Wakili Indonesia di Ajang Dunia FIA Karting Academy Trophy 2026

0
Mohamad Altaf Ridwan Wakili Indonesia - FIA Karting Academy Trophy

OtomotifZone.com – Kabar gembira sekaligus membanggakan datang dari kancah motorsport Tanah Air. Pembalap gokart muda berbakat Indonesia, Mohamad Altaf Ridwan, dipastikan melangkah ke panggung dunia dengan mengikuti ajang prestisius FIA Karting Academy Trophy 2026 untuk kategori Junior.

Keikutsertaan Altaf di ajang ini tentu bukan kebetulan semata. Berdasarkan pantauan dan rekam jejak redaksi OtomotifZone, pembalap muda ini memang tengah berada dalam performa puncaknya pada musim kompetisi 2026.

Pada putaran pembuka Eshark Rok Cup Indonesia 2026 seri 1 di Sirkuit Internasional Karting Sentul bulan Januari lalu, Altaf tampil begitu dominan dan tanpa ampun. Ia sukses menyapu bersih kemenangan sejak sesi Pre Final hingga mengunci gelar juara di balapan Final kelas Junior ROK. Konsistensi tersebut terus terjaga hingga putaran ketiga pada pertengahan Mei 2026, di mana ia menempel ketat rivalnya dan mengamankan posisi kedua (P2) di sesi kualifikasi dengan selisih waktu yang sangat tipis dan dramatis.

Kematangan mental dan keahlian Altaf di lintasan juga terbentuk tajam berkat jam terbang internasionalnya. Sepanjang tahun 2025, ia berani menantang kerasnya berbagai kejuaraan karting di Australia, mulai dari Oakleigh Racing Cup, Cobden Victoria State, hingga City of Melbourne. Pengalaman berharga melawan rival beda benua inilah yang menjadi modal krusial bagi Altaf untuk bertarung di Eropa.

Kini, Altaf bersiap menghadapi ujian yang jauh lebih besar. FIA Karting Academy Trophy merupakan kawah candradimuka bagi pembalap-pembalap muda terbaik dari seluruh penjuru dunia, di mana mereka bertarung secara adil menggunakan sasis dan mesin yang identik. Putaran pertama (Round 1) untuk kategori Junior ini dijadwalkan bergulir pada tanggal 21 hingga 24 Mei 2026 di Sirkuit Karting Genk, Belgia.

Pihak keluarga dan tim tentu menaruh harapan besar pada pundak sang “Bocah Ajaib” ini. “Altaf ikut FIA Academy oom.. mohon doanya untuk yang terbaik buat Indonesia,” tulis pesan dari orang tua Altaf yang disampaikan langsung secara eksklusif melalui pesan WhatsApp kepada Pemimpin Redaksi sekaligus Owner OtomotifZone.

Mari kita berikan dukungan dan doa terbaik agar Mohamad Altaf Ridwan dapat mengibarkan bendera Merah Putih dan mencetak sejarah manis bagi Indonesia di kancah FIA Karting Academy Trophy 2026! Gaspol!

Tampil Tenang dan Tak Tis, Alfi Husni Rajai Sprint Race Bebek 4T 150cc Expert Superprix Boyolali

0

Otomotifzone.com – Boyolali. Balapan berkelas dan penuh perhitungan diperlihatkan oleh pembalap andalan Jawa Barat, Alfi Husni, dalam sesi Sprint Race kelas bergengsi SPR1. BEBEK 4T TU 150CC – EXPERT pada Putaran 2 Superchallenge Superprix 2026 yang digelar di Sirkuit Karting Boyolali, Jumat (22/05/2026).

​Membalap untuk tim SAE RACING TEAM, Alfi Husni sukses mengunci podium pertama setelah menyudahi perlawanan sengit sebanyak 10 laps, Sejak bendera start dikibarkan, Alfi memilih strategi bermain tenang, santai, namun pasti. Ia tidak terburu-buru melakukan manuver berisiko, melainkan fokus menjaga ritme balap yang konsisten di setiap putaran sirkuit sepanjang 1,200 km tersebut.

​Ketenangan Alfi teruji hingga garis finish, di mana ia berhasil menahan gempuran M. Syirat Syauqi (Aceh) yang harus puas di posisi kedua dengan gap sangat tipis, yakni hanya 0.306 detik! Dengan hasil ini, Alfi Husni berhak mengantongi modal berharga 12 poin penuh.

​Di balik performa beringas nan stabil motor bernomor lambung 143 milik Alfi Husni, ada dapur pacu istimewa yang meraciknya. Kencangnya motor Alfi tidak lepas dari ramuan jitu bengkel legendaris The Stroke55 Racing.

​Tak main-main, urusan performa di lapangan dikawal langsung secara backup oleh Yuns Bonce, mekanik top yang dikenal selalu setia mendampingi sang maestro mesin, Bima Aditya. Kolaborasi mekanik papan atas ini sukses melahirkan set-up motor yang tidak hanya kencang di lintasan lurus, tetapi juga sangat lincah dan berdaya tahan tinggi saat melibas tikungan demi tikungan teknikal Sirkuit Boyolali.

Papa Yuns Bonce di percaya The Strokes55 Kawal Penuh Alfi Husni…

Mengenai jalannya balapan yang menegangkan tersebut, Alfi Husni membeberkan kuncinya.

​”Sepanjang race saya fokus untuk menjaga ritme motor agar tetap berada di racing line yang tepat. Meskipun terus ditempel ketat dari belakang, yang pasti kita harus tetap tenang dan pintar-pintar menjaga emosi agar tidak melakukan kesalahan sendiri,” ungkap Alfi usai balapan.

FPQ Superprix Boyolali : Alfi Husni! Kuasai Sejak Awal Sesi, Amankan Pole Position Bebek 2T STD 116cc

0

​Otomotifzone.com – Boyolali. Dominasi Alfi Husni di ajang Superchallenge Superprix 2026 Seri 2 Sirkuit Karting Boyolali benar-benar tidak terbendung. Pembalap bernomor start 143 ini kembali menasbihkan diri sebagai rajanya kualifikasi.

Kali ini kelas Bebek 2T STD 116cc – Expert yang sukses disikat habis oleh pembalap andalan SAE Racing Team tersebut pada sesi FPQ, Jumat (22/5).

​Tanpa babibu, Alfi langsung menunjukkan determinasi tinggi sejak gerbang waiting zone dibuka, ia langsung melesat masuk ke lintasan sepanjang 1,200 km tersebut untuk mencari space kosong demi mendapatkan celah flying lap terbaik.

​Strategi agresif itu langsung membuahkan hasil instan. Terbukti, sejak lap kedua berjalan, nama Alfi Husni sudah nangkring di urutan teratas. Seolah belum puas dengan catatan waktu awalnya, Alfi terus mematangkan ritme balapnya di atas sirkuit.

​Puncaknya terjadi tepat di lap ke-8 dari total 8 lap yang ia tempuh. Pembalap asal Jawa Barat ini sukses mempertajam torehan waktunya secara fantastis ke angka 55.989 detik. Catatan waktu krusial di lap pamungkas ini sekaligus mengunci posisi pole position dan memastikan dirinya akan memulai balapan dari grid pertama pada sesi race esok hari.

​Keberhasilan ini jelas menjadi sinyal bahaya yang sangat nyata bagi para rival di kelas bebek goreng standar. Performa impresif Alfi kali ini tentu tidak lepas dari magis dapur pacu yang ditungganginya. Power motor garapan salah satu bengkel top papan atas, The Stroke55, terbukti sangat perkasa dan sama sekali tidak boleh dianggap remeh. Kombinasi maut antara mesin bertenaga dari The Stroke55 dan skill dewa di tangan Alfi Husni sukses melahirkan paket lengkap yang siap menyapu bersih podium juara.

​Dengan hasil ini, Alfi Husni resmi menjadi momok menakutkan di tiga kelas berbeda sekaligus. Akankah keperkasaan pacuan garapan The Stroke55 ini kembali berlanjut hingga tangga podium tertinggi di sesi race besok? Kita lihat saja pembuktiannya

FPQ Bebek 4T TU 130cc Novice Superprix Boyolali : Saling Sikut Sampai Menit Akhir! Reykat Yusuf Curi Tahta Kualifikasi

0

Otomotifzone.com – Boyolali. Persaingan di kelas Bebek 4T TU 130cc – Novice benar-benar menjadi salah satu yang paling istimewa dan memicu adrenalin dalam gelaran Superchallenge Superprix 2026 Seri 2 di Sirkuit Karting Boyolali, Jumat (22/5). Semua pacuan motor di kelas ini tampak berada dalam kondisi on-fire, didukung oleh penampilan para pembalap muda yang tampil luar biasa prima.

​Sepanjang jalannya sesi Free Practice & Qualifying (FPQ), papan atas klasemen terus bergejolak. Posisi puncak silih berganti dikuasai oleh deretan pembalap yang saling beradu tajam memangkas catatan waktu terbaik mereka.

​Tensi tinggi memuncak menjelang akhir sesi. Sebelum bendera finish dikibarkan, nama Jordan Badaru (nomor start 257) sempat mengejutkan publik sirkuit setelah berhasil melesat ke posisi teratas dengan torehan waktu 56.098 detik.

​Namun, kegembiraan kubu lawan tidak bertahan lama. Hanya berselang dua lap setelah posisinya digeser oleh Jordan, pembalap andalan Dits Racing, Reykat Yusuf Fadillah, langsung mencuri keadaan. Mengandalkan sisa waktu yang krusial, pembalap bernomor start 43 ini langsung melakukan instant push habis-habisan.

​Hasilnya luar biasa, Reykat sukses mempertajam waktunya secara fantastis hingga menembus angka 55.882 detik. Catatan waktu impresif tersebut sekaligus menjadi satu-satunya yang berhasil menembus torehan di bawah 56 detik pada kelas ini, sekaligus mengunci posisi pole position.

​Dengan hasil ini, Reykat Yusuf akan memimpin jalannya balapan dari grid terdepan, dibayangi ketat oleh Jordan Badaru di tempat kedua. Sementara itu, posisi ketiga sukses diamankan oleh Chessy Meilandri (nomor start 199) dengan catatan waktu 56.286 detik.

​Melihat rapatnya selisih waktu dan aksi saling sikut yang sudah terjadi sejak sesi kualifikasi, pertarungan race Bebek 4Tak Tune-Up 130cc Novice esok hari dipastikan bakal menyajikan tontonan yang sangat seru dan penuh drama!

Nicolo Bulega Desak Ducati Beri Kesempatan ke MotoGP: “Saya Pantas Mendapatkannya”

0

OtomotifZone.com – Jakarta, Pebalap Nicolo Bulega menegaskan dirinya layak mendapatkan kesempatan tampil di MotoGP pada musim 2027 setelah tampil dominan di ajang World Superbike musim ini.

Bulega bahkan mengaku tidak akan merasa senang apabila Ducati mengabaikannya untuk promosi ke kelas premier dalam waktu dekat.

“Saya pikir sekarang saya pantas mendapatkan kesempatan di MotoGP. Jika saya tidak mendapatkannya, saya tidak tahu. Yang pasti saya tidak akan bahagia,” ujar Bulega.

Pebalap Italia berusia 26 tahun tersebut memang sedang tampil luar biasa bersama Ducati di ajang Superbike World Championship. Setelah kembali mendominasi seri Most, Bulega kini mencatatkan 19 kemenangan beruntun, termasuk empat kemenangan terakhir musim lalu.

Catatan itu bahkan disebut belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah WorldSBK modern, meski kejuaraan tersebut pernah didominasi nama-nama besar seperti Jonathan Rea, Alvaro Bautista, hingga Toprak Razgatlioglu.

Bulega sendiri saat ini juga merupakan bagian dari tim penguji resmi Ducati MotoGP, sehingga peluang naik kelas ke MotoGP semakin terbuka.

Namanya santer dikaitkan dengan tim Pertamina Enduro VR46 Racing Team milik Valentino Rossi untuk musim 2027.

Namun jalan Bulega menuju MotoGP tidak mudah. Pebalap Luca Marini disebut juga menjadi kandidat kuat untuk salah satu kursi VR46 musim 2027.

Situasi ini muncul karena masa depan Franco Morbidelli di VR46 mulai diragukan setelah performanya kurang konsisten musim ini.

Di sisi lain, Fabio Di Giannantonio diprediksi bakal meninggalkan Ducati dan bergabung dengan KTM pabrikan pada era baru mesin 850cc mendatang.

Sementara itu, rookie muda Fermin Aldeguer diperkirakan akan bergabung ke VR46 musim depan. Kondisi tersebut membuat perebutan satu kursi tersisa diperkirakan hanya akan melibatkan Bulega dan Marini.

Valentino Rossi sebelumnya juga sempat menegaskan bahwa dirinya ingin setidaknya memiliki satu pebalap Italia di tim VR46. Hal tersebut membuat peluang Bulega tetap terbuka lebar, meski Marini memiliki keuntungan hubungan keluarga dengan Rossi.

Meski begitu, jika gagal promosi ke MotoGP, bertahan di Ducati WorldSBK juga bukan pilihan buruk bagi Bulega. Motor Ducati Panigale V4 R saat ini dianggap sebagai motor terbaik di grid dan memberinya peluang besar untuk terus memburu gelar juara dunia WorldSBK dalam beberapa musim ke depan.

Lewis Hamilton Ungkap Alasan Jarang Gunakan Simulator Ferrari F1

0

OtomotifZone.com – Jakarta, Pebalap Lewis Hamilton akhirnya memberikan penjelasan detail mengenai alasannya jarang menggunakan simulator milik Scuderia Ferrari, meski dirinya mengakui fasilitas tersebut merupakan salah satu yang terbaik yang pernah ia gunakan.

Hamilton memang dikenal bukan penggemar simulator Formula 1 sejak awal kariernya. Menurutnya, pengalaman di simulator sering kali tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi nyata di lintasan.

Meski begitu, juara dunia tujuh kali tersebut tetap memuji simulator Ferrari yang dianggap memiliki teknologi luar biasa dan didukung tim teknis terbaik.

“Simulator Ferrari luar biasa. Tempatnya sangat hebat untuk bekerja. Itu simulator terbaik yang pernah saya lihat dan tim di belakangnya juga sangat luar biasa,” ujar Hamilton.

Pebalap asal Inggris itu mengungkapkan dirinya mulai mengenal simulator sejak era McLaren Formula 1 Team pada akhir 1990-an. Saat itu teknologi simulator masih sangat sederhana dan belum memiliki pergerakan kokpit seperti sekarang.

Hamilton mengaku cukup sering menggunakan simulator saat membela McLaren, namun ia merasa sesi yang terlalu panjang justru membuat proses belajar menjadi kurang efektif.

“Kadang Anda melakukan terlalu banyak lap dan akhirnya tidak lagi belajar apa pun,” katanya.

Ketika bergabung dengan Mercedes-AMG PETRONAS Formula One Team pada 2013, Hamilton juga mengaku simulator tim saat itu belum benar-benar akurat. Karena itulah dirinya sangat jarang memanfaatkan fasilitas tersebut selama periode dominasinya bersama Mercedes.

Hamilton bahkan menyebut hanya sekali dalam kariernya setup simulator benar-benar cocok dengan mobil di lintasan, yakni saat meraih pole position di GP Singapura 2012.

Memasuki era ground effect dan kepindahannya ke Ferrari pada 2025, Hamilton sempat mencoba lebih rutin menggunakan simulator. Namun hasilnya tetap belum memuaskan.

Menurut Hamilton, setup yang terasa sempurna di simulator justru sering kali berlawanan ketika diterapkan langsung di sirkuit.

“Sering kali setelah bekerja keras di simulator, ketika tiba di trek semuanya terasa berbeda. Anda akhirnya harus mengubah lagi pendekatan menikung, setup mobil, hingga keseimbangan pengereman,” jelasnya.

Karena itu, Hamilton memilih fokus mendalami data teknis bersama para engineer Ferrari dibanding terlalu bergantung pada simulator.

Ia kini lebih banyak mempelajari keseimbangan mobil saat menikung, mechanical balance, distribusi pengereman, hingga optimalisasi sistem rem yang selama ini menjadi salah satu kelemahannya.

Hamilton menegaskan dirinya bukan sepenuhnya meninggalkan simulator. Ia masih melihat alat tersebut berguna, terutama untuk pengembangan power deployment dan korelasi data.

Namun untuk beberapa balapan, Hamilton memilih tidak menggunakan simulator sama sekali. Menariknya, strategi tersebut justru memberikan hasil positif.

“China menjadi contoh terbaik. Saya tidak menggunakan simulator sebelum balapan dan itu justru menjadi akhir pekan terbaik saya,” tutup Hamilton.

Honda Safety Generation 2026, Upaya Honda Tanamkan Budaya #Cari_Aman kepada Generasi Muda

0
Honda Safety Generation 2026

BANDUNG – PT Daya Adicipta Motora (DAM) selaku Main Dealer Sepeda Motor Honda di Jawa Barat kembali menghadirkan program edukasi keselamatan berkendara bertajuk Honda Safety Generation (HSG) 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Honda dalam memperkuat budaya berkendara aman sekaligus membangun kedekatan dengan generasi muda melalui pendekatan yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan.

Melalui Honda Safety Generation 2026, Honda ingin terus hadir lebih dekat dengan generasi muda melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan. Honda juga mengajak para pelajar untuk lebih memahami pentingnya keselamatan berkendara melalui kampanye #Cari_Aman.

Rangkaian kegiatan Honda Safety Generation 2026 dimulai melalui roadshow ke 20 SMA di Kota Bandung yang berlangsung sejak 30 Maret hingga 27 April 2026. Dalam kegiatan roadshow tersebut, para siswa mendapatkan edukasi safety riding, sosialisasi program Honda Safety Generation, penampilan ekstrakurikuler sekolah, hingga exhibition yang menghadirkan berbagai produk Honda.

Setelah roadshow, peserta mengikuti kegiatan HSG Camp pada 4–5 Mei 2026 yang dilaksanakan di Gedung Safety Riding Center PT Daya Adicipta Motora. Pada kegiatan ini, peserta mendapatkan berbagai pembekalan mulai dari materi safety riding oleh instruktur Honda melalui teori, praktik skill, hingga penggunaan Honda Riding Trainer (HRT) Simulator. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan public speaking bersama Ale Aulia, pembekalan pembuatan artikel, hingga materi pembuatan konten kreatif bersama influencer Mada Riyanhadi.

Honda Safety Generation 2026 juga menghadirkan berbagai kompetisi yang diikuti para pelajar, di antaranya Safety Riding Skill Competition yang diikuti oleh 40 peserta siswa dan siswi, Article Competition yang diikuti 20 grup pelajar, Campaign Content Competition sebanyak 20 grup, serta Eskul Competition yang juga diikuti oleh 20 grup sekolah.

Puncak acara Grand Final Honda Safety Generation 2026 berlangsung pada 20–21 Mei 2026 di Gedung Safety Riding Center PT Daya Adicipta Motora. Pada babak final ini, para pelajar dari 20 SMA di Kota Bandung mengikuti berbagai kompetisi edukatif dan interaktif, mulai dari Cerdas Cermat, Public Speaking, HRT Challenge, Cari Aman Skill Competition, hingga penampilan Ekskul Competition.

Selain penilaian individu pada beberapa kategori kompetisi, terdapat juga penilaian antar sekolah yang diakumulasikan dari seluruh rangkaian kompetisi seperti Article Competition, Campaign Content Competition, serta performa peserta di setiap sesi kegiatan untuk menentukan predikat Best of The Best School Honda Safety Generation 2026. Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi Awarding sebagai bentuk apresiasi bagi peserta dan sekolah terbaik dalam Honda Safety Generation 2026.

General Manager Motorcycle Sales, Marketing, & Logistic DAM, Handi mengatakan, “Honda Safety Generation 2026 menjadi salah satu upaya kami untuk terus menghadirkan edukasi keselamatan berkendara yang dekat dengan generasi muda. Melalui konsep yang interaktif, kompetitif, dan menyenangkan, kami berharap para pelajar tidak hanya memahami pentingnya keselamatan berkendara, tetapi juga dapat mengimplementasikan budaya #Cari_Aman dalam aktivitas sehari-hari.

Kami juga berharap melalui Honda Safety Generation 2026 dapat lahir generasi muda yang tidak hanya kreatif dan aktif, tetapi juga mampu menjadi Duta Honda Safety Riding Generation serta role model keselamatan berkendara di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya.

Honda Safety Generation 2026

Melalui program Honda Safety Generation 2026, DAM berharap generasi muda dapat menjadi pelopor budaya berkendara aman di lingkungan sekitarnya. Dengan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan, Honda ingin terus membangun kedekatan emosional dengan generasi muda sekaligus menanamkan semangat #Cari_Aman dalam aktivitas berkendara sehari-hari. Tidak hanya menjadi Duta Honda Safety Riding Generation, para peserta juga diharapkan dapat menjadi kepanjangan tangan Honda dalam menyebarkan pesan keselamatan berkendara melalui karya artikel, kampanye konten kreatif, serta berbagai aktivitas positif di lingkungan sekolah maupun media sosial.

FPQ Superprix Boyolali : Alfi Husni Kembali Mengganas! Cuma Butuh 3 Lap untuk Amankan Posisi Di Underbone 130cc

0

Otomotifzone.com – Boyolali. Nama Alfi Husni tampaknya benar-benar menjadi momok yang menakutkan bagi para rivalnya dalam gelaran Superchallenge Superprix 2026 Seri 2 di Sirkuit Karting Boyolali, Jumat (22/5). Setelah sukses menguasai kelas Expert, pembalap andalan SAE Racing Team ini lagi-lagi menunjukkan taringnya di kelas bergengsi Bebek 2T TU 130cc (Underbone).

​Alfi Husni seolah tidak memberikan celah bagi pembalap lain untuk bernapas lega. Sejak bendera sesi Free Practice & Qualifying (FPQ) dikibarkan, pembalap asal Jawa Barat ini langsung tampil agresif dan sangat efisien.

​Bagaimana tidak, Alfi hanya membutuhkan 3 lap pertama untuk langsung mengunci posisi start terdepan. Pada lap ketiga tersebut, ia sukses mencetak waktu fantastis 54.260 detik, yang langsung membawanya bertengger kokoh di urutan terbaik tanpa bisa digoyahkan hingga sesi berakhir.

​Meski sudah mengunci best time di awal sesi, Alfi tidak langsung bersantai. Pembalap bernomor start 143 ini terus melakoni putaran demi putaran demi mencari data setup terbaik dan memaksimalkan performa motornya untuk simulasi race. Secara keseluruhan, Alfi menghabiskan total 10 lap di atas lintasan sirkuit sepanjang 1,200 km tersebut.

​Ketajaman waktu Alfi Husni kali ini dikawal ketat oleh Fendi Oding (AS Grup Racing Team) di posisi kedua dengan catatan waktu 54.370 detik (gap 0.110 detik), serta M Syirat Syauqi (No Limit Racing Team) di tempat ketiga dengan torehan 54.382 detik.

​Kembali sukses mengamankan pole position di kelasnya dedengkot balap (Underbone 130cc) setelah sebelumnya juga menguasai kelas Bebek 4Tak Expert, Alfi Husni jelas menjadi calon kuat peraih podium tertinggi pada balapan superpole Race maupun race yang akan dilakukan esok hari.

FPQ Bebek 2T STD 125 Novice Superprix Boyolali : Hafid Rasya ft Toger Antivirus Amankan Pole Position

0

OtomotifZone.com – Boyolali. Penampilan impresif kembali tersaji dalam sesi Free Practice & Qualifying (FPQ) gelaran Superchallenge Superprix 2026 Seri 2 di Sirkuit Karting Boyolali, Jumat (22/5). Di kelas Bebek 2T STD 125cc Novice, pembalap asal Jawa Timur, Hafid Fahril Rasyadan, sukses menasbihkan diri sebagai yang tercepat dan mengunci posisi start terdepan.

​Menunggangi motor tim Toger Anti Virus Racing Team, pembalap bernomor start 96 ini langsung tampil on-fire sejak menit-menit awal sesi kualifikasi dimulai. ​Hafid Rasya tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan ritme terbaiknya di atas lintasan sepanjang 1,200 km tersebut. Strategi serangan cepat yang dilancarkannya membuahkan hasil manis ketika ia berhasil mencetak best time 56.376 detik tepat pada lap ke-6. Catatan waktu yang tajam itu terus bertahan kokoh di puncak klasemen kualifikasi hingga bendera finish dikibarkan.

​Meskipun sudah mengunci waktu terbaik di lap ke-6, Hafid tetap melanjutkan sesi untuk menguji konsistensi motornya dengan melahap total 14 lap sepanjang sesi FPQ berlangsung.

​Rival terdekatnya, Nicky Hayden dari tim RMF Trans (DIY), harus puas membayangi di posisi kedua setelah hanya mampu mencetak waktu terbaik 56.471 detik—terpaut tipis 0.095 detik saja dari Hafid Rasya. Sementara itu, melengkapi barisan tiga besar, pembalap Febrian M Yusuf (Buana Karya) menempel di urutan ketiga dengan torehan 56.681 detik.

​Keberhasilan Hafid Rasya menemukan setup terbaik dan mengunci pole position di lap awal ini menjadi sinyal bahaya bagi para rivalnya. Jalannya balapan di kelas bebek goreng standar 125cc Novice esok hari dipastikan bakal berlangsung sengit, mengingat rapatnya selisih waktu di barisan depan!