Beranda blog Halaman 66

Start Sulit Musim 2026, Bagnaia: Saya yang Harus Memperbaiki Situasi

pecco bagnaia
Pecco Bagnaia #1 - Rider MotoGP Ducati Lenovo

OtomotifZone.com – Jakarta, Pebalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia, mengakui dirinya masih kesulitan beradaptasi setelah kembali tampil kurang meyakinkan pada Sprint Race MotoGP Thailand 2026 di Buriram, Sabtu (28/2).

Setelah musim 2025 yang penuh tantangan, Bagnaia sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan pada awal kampanye baru. Namun performanya di Thailand belum mencerminkan potensi tersebut.

Ia gagal lolos dari sesi Q1 saat kualifikasi dan harus memulai balapan dari posisi ke-13. Dalam sprint sepanjang 13 lap, Bagnaia hanya mampu finis kesembilan, tertinggal 6,9 detik dari pemenang lomba.

Kesulitan Memahami Kondisi Trek

Bagnaia sebelumnya menyalahkan perubahan set-up pada Jumat yang tidak berjalan sesuai rencana. Namun pada Sabtu, ia mengakui masalah utamanya adalah ketidakmampuan beradaptasi dengan kondisi lintasan yang berubah.

“Sulit dijelaskan. Trek sama, motor sama,” ujarnya kepada Sky Italia.

“Kondisinya jelas berubah dan saya tidak mampu memahaminya atau memaksimalkannya seperti yang seharusnya. Tapi itu kesalahan saya.” jelas Bagnaia

Menurutnya, tingkat grip berbeda dibandingkan saat tes pramusim, ditambah fakta bahwa balapan berlangsung dalam kondisi ramai membuat segalanya lebih rumit.

“Grip jelas lebih rendah dibanding saat tes. Anda tidak berkendara sendirian, dan itu membuat perbedaan besar. Saya mencoba memperbaiki, mencoba memahami bagaimana bisa lebih cepat, tapi saya yang harus menyelesaikannya.”

Masalah di Pengereman dan Entry Tikungan

Bagnaia juga mengungkapkan bahwa para pebalap Ducati mengalami kesulitan saat pengereman dan memasuki tikungan di Sirkuit Buriram.

“Dengan ban bekas saya merasa cukup baik, tapi saya kurang feeling saat lap cepat. Berbeda dengan 2025, sekarang semua Ducati kesulitan menghentikan motor saat pengereman dan masuk tikungan.”

Ia menambahkan bahwa perbedaan kondisi cuaca dan karakter aspal membuat arah pengembangan yang diambil saat tes tidak efektif di balapan kali ini.

“Ini garis yang sangat tipis antara mengerem dengan baik atau tidak bisa berhenti sama sekali. Saya perlu menyesuaikan ulang. Saat tes kami mengambil arah set-up yang tidak membayar di sini, dengan iklim dan aspal seperti ini.”

Poin Perdana Sejak Malaysia 2025

Meski hanya finis kesembilan, hasil tersebut menjadi poin pertamanya sejak memenangkan sprint di MotoGP Malaysia Oktober lalu. Ia bahkan menyebut secara matematis perolehan poin kali ini lebih baik dibanding lima balapan terakhir musim lalu.

“Kami tetap mendapat satu poin. Ini proses panjang, tapi saya tetap tenang. Saya menerima situasi ini dan mencoba berkembang.”

MotoGP Thailand 2026 pun menjadi pengingat bahwa meski Ducati masih kompetitif, tidak semua pebalapnya langsung menemukan ritme terbaik — dan bagi Bagnaia, proses adaptasi ternyata membutuhkan waktu lebih lama dari yang ia harapkan.

Duel Panas di Buriram Berujung Penalti, Marquez: Kami Harus Ikuti Aturan

OtomotifZone.com – Jakarta, Juara dunia bertahan Marc Marquez menerima penalti yang membuatnya kehilangan kemenangan pada Sprint Race MotoGP Buriram, Sabtu (28/2/2026). Meski mengakui harus mengikuti aturan di “era baru MotoGP”, Marquez mengkritik waktu pemberitahuan penalti yang menurutnya datang terlalu terlambat.

Pebalap Ducati itu terlibat duel ketat dengan bintang muda KTM, Pedro Acosta, sepanjang balapan. Marquez mewarisi posisi terdepan setelah favorit pra-balapan, Marco Bezzecchi, terjatuh pada lap kedua.

Sejak saat itu, Acosta terus membayangi dan beberapa kali mencoba melakukan pengereman lebih dalam di tikungan terakhir. Marquez mampu menutup celah setiap serangan tersebut. Namun kesalahan di Tikungan 5 pada lap penultimate membuka peluang bagi Acosta untuk merebut pimpinan lomba.

Menyadari ancaman tersebut, Marquez berbalik menyerang di tikungan terakhir. Manuver bloknya memicu kontak kecil dengan Acosta, yang melebar hingga melewati kerb sebelum kembali ke lintasan di posisi kedua, sementara Marquez tetap berada di dalam trek.

Diperintahkan Turun Satu Posisi

Stewards FIM kemudian menjatuhkan penalti turun satu posisi kepada Marquez atas insiden “menyebabkan kontak”. Sembilan kali juara dunia itu pun membiarkan Acosta menyalipnya di tikungan terakhir jelang garis finis.

“Itu pertarungan yang bagus, dan sebenarnya masih dalam kontrol karena saya mencoba mengatur ritme balapan,” ujar Marquez.

“Ketika melihat Bezzecchi jatuh, saya mencoba memperlambat tempo dan mengontrol situasi. Rencananya menyerang di dua lap terakhir, tapi saya melakukan kesalahan di Tikungan 5.”

Terkait insiden overtake, ia menegaskan bahwa para pebalap kini harus beradaptasi dengan pendekatan steward yang lebih ketat.

“Aturannya sekarang seperti ini. Ini era baru di MotoGP. Kami harus beradaptasi. Saya menerima penalti di dashboard, jadi saya turunkan posisi, dan selesai. Kami dapat sembilan poin, besok masih ada balapan lagi.”

Kritik soal Waktu Pemberitahuan

Meski menerima keputusan tersebut, Marquez mempertanyakan waktu pemberitahuan penalti.

“Menurut saya, pesan itu datang terlalu terlambat, hanya di tikungan terakhir,” katanya.

“Kalau memang ingin sistem seperti ini dan lebih ketat, kirim penalti lebih cepat, misalnya saat keluar dari Tikungan 3 yang ada trek lurus untuk melihat dashboard. Jangan menunggu sampai tikungan terakhir.”

Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, bahkan menilai penalti tersebut tidak adil. Namun Marquez tetap menekankan bahwa pebalap tidak punya pilihan selain mematuhi regulasi.

“Mereka ingin seperti ini, jadi kami harus mengikuti aturan,” tegasnya.

Menariknya, catatan resmi lomba menyebutkan bahwa Marquez telah diberi tahu penalti pada pukul 15:21:25 waktu setempat — sekitar 27,1 detik sebelum Acosta melintasi garis finis.

Namun karakter Sirkuit Buriram yang memiliki rangkaian tikungan cepat dari Tikungan 5 hingga 11 kemungkinan membuat Marquez baru bisa melihat notifikasi di dashboard saat memasuki trek lurus menuju tikungan terakhir, sehingga ia merasa pesan tersebut datang terlambat.

Sprint race di Buriram pun menjadi sorotan, bukan hanya karena duel panas dua generasi pebalap, tetapi juga karena interpretasi aturan yang kini dinilai lebih tegas dalam persaingan ketat MotoGP 2026.

Bintang Pranata Sukma Kibarkan Merah Putih di Thailand pada Debut Idemitsu Moto4 Asia Cup 2026

Bintang Pranata Sukma

OtomotifZone.com, Buriram – Pembalap muda berbakat asal Tangerang, Banten, Bintang Pranata Sukma, sukses memberikan kejutan besar di kancah balap internasional. Berstatus sebagai pendatang baru (rookie), pembalap binaan Astra Honda Racing Team (AHRT) ini berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, pada Sabtu (28/2/2026).

Turun di ajang bergengsi Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) 2026 putaran pertama, Bintang langsung tampil menggebrak dengan mengamankan podium ketiga pada Race 1.

Jalannya Balapan yang Sengit

Skuad muda Indonesia yang terdiri dari Bintang Pranata Sukma, Resky Yusuf, Maulana Malik, dan Muh Badly Ayatullah datang dengan motivasi tinggi untuk menaklukkan sirkuit sepanjang 4,5 km tersebut. Berdasarkan hasil kualifikasi, Resky memulai balapan dari grid ke-4, disusul Bintang di posisi ke-5, Badly ke-11, dan Maulana ke-14.

Sejak lampu merah padam, balapan langsung berjalan alot. Pada lima lap pertama, ketiga jagoan AHRT—Bintang, Resky, dan Badly—sempat merangsek naik dan bersaing di barisan depan untuk memperebutkan zona podium. Namun, ketatnya tensi balapan membuat posisi para rider terus bertukar.

Menghadapi persaingan yang intens, para pembalap muda ini menunjukkan kedewasaannya dengan melakukan manajemen ban yang apik di atas motor Honda NSF250R, sembari tetap fokus pada strategi tim.

Drama Tikungan Terakhir

Memasuki lap pamungkas, agresivitas pembalap memuncak. Bintang dan Resky yang bertahan di persaingan 10 besar mulai melancarkan serangan di berbagai sektor, berusaha menyelinap di antara kepungan rival.

Momen paling dramatis terjadi saat mendekati tikungan terakhir sebelum garis finis. Bintang, yang saat itu masih tertahan di posisi kelima, menunjukkan insting pembunuhnya. Dengan titik pengereman (late braking) yang sangat presisi, ia menusuk masuk dan melewati dua pembalap sekaligus. Eksekusi cornering yang mulus membawanya melesat mengamankan posisi ketiga, tepat di belakang dua pembalap asal Jepang yang menduduki posisi pertama dan kedua.

Sementara itu, rekan-rekan setimnya juga berhasil merampungkan balapan dengan usaha maksimal. Resky Yusuf finis di urutan ke-10, disusul Muh Badly di posisi ke-14, dan Maulana Malik di posisi ke-15.

Fokus Menatap Race 2

Hasil gemilang di Race 1 ini tentu menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi Bintang dan tim AHRT.

“Bintang memulai musim balap dengan hasil gemilang. Sebagai pendatang baru di ajang Moto4 Asia, langsung menggebrak. Merebut podium ketiga di race pertama di Thailand hari ini,” tulis pernyataan resmi Astra Honda Racing Team.

Kini, fokus tim langsung tertuju pada Race 2 yang akan digelar esok hari. Harapan besar kembali disematkan agar Bintang dan pembalap Indonesia lainnya bisa kembali menduduki tangga podium dan mengharumkan nama bangsa di kancah Asia. Gaspol!

Kualifikasi MotoGP Thailand, Marcobez Luar Biasa Di Grid Terdepan

OtomotifZone.com – Thailand. Marco Bezzechi benar-benar digdaya di seri 1 MotoGP sirkuit Buriram, Thailand pekan ini. Dari free practice 1 sampai kualifikasi dia berada di posisi teratas. Pencapaian yang membuat decak kagum pemerhati MotoGP sejak dia bergabung di kelas ini.

Aprilia RS-GP semakin menyatu dengan pola pikirnya. Dia tidak terbawa pacuan akan tetapi dia yang membawa arah kendali motor. Bukan berarti aman melenggang di depan. Marc Marquez yang kabarnya masih recovery pun menempel 0.035 detik. Bukan itu saja, 16 pembalap di belakangnya terpaut 0 koma saja. Usaha melarikan diri untuk menjadi yang tercepat masih mendapat ujian. Detik-detik terakhir Bezzechi alami crash. Slide roda depan membuatnya tersungkur dan harus kembali ke paddock.

Untungnya sesi berakhir tepat waktu, dia tetap ada di puncak posisi. Berikut hasil kualifikasinya..

Veda Ega Pratama Buat Kagum Free Practice Jum’at Di Moto3 Thailand, Sejarah Sebut Pembalap Indonesia

OtomotifZone.com – Thailand. Seri 1 MotoGP di sirkuit Buriram, Thailand pekan ini sudah di mulai dengan beberapa sesi Free Practice. Salah satunya di kelas Moto3 dimana ada sosok Veda Ega Pratama yang sedang menjadi pantauan. Debut perdana yang ia mulai pada sesi ini langsung membuat kejutan. FP 1 dia nangkring di urutan 6!!!!!

Apa-apaan ini? Belum pernah terjadi rider Asia Tenggara dengan hasil seperti ini. Veda bermain lihai mencatatkan waktunya 1.41.854 selisih 0.652 dengan pemimpin catatan terbaik milik Andrian Fernandez yang cetak waktu 1.41.202. Salah satu dedengkot di Moto3. Ada 13 rider yang mencatatkan waktu 0 koma di bawah Andrian. Gebrakan istimewa bukan….

Setelah itu ada sesi Practice saja. Veda berangkat di awal waktu lalu kembali ke paddock. Jelang 10 menit terakhir dia keluar dan langsung berada di posisi keempat! Gilakk…  Semacam bertarung dengan kawan lama dj JuniorGP. Time semakin habis sebenarnya banyak peluang yang ia dapat. Sayang beberapa pembalap merusak moment penting buat memperbaiki catatan waktu lebih baik. Akhirnya Veda torehkan waktu 1.41.508. Terlihat lebih baik dari FP1 namun dia harus bertengger di posisi 8.

Walau ada di posisi delapan, sesi ini cukup ketat. Urutan 2 sampai 20 jarak waktunya sangat tipis. Semuanya 0 Koma sekian! Khusus Veda ini membuat senyum Honda Team Asia. Nampak seperti tak ada kecemasan melihat Veda berputar. Veda lolos Q2 alias ikut kualifikasi top rider 14 besar. Besok gas lagi lebih tajam..

Yamaha Racing Indonesia Resmi Luncurkan Skuad 2026: Siap Mendunia dengan Semangat #LiveInsideTheRacingBlue

Yamaha Racing Indonesia Resmi Luncurkan Skuad 2026

OtomotifZone.com – Jakarta. PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) resmi membuka lembaran baru musim balap 2026 dengan menggelar acara Season Launch yang spektakuler. Mengusung tema #LiveInsideTheRacingBlue, Yamaha Racing Indonesia (YRI) kembali menegaskan komitmennya dalam pembinaan pembalap muda berbakat dari tanah air untuk bersaing di kancah internasional. Langkah ini menjadi bukti konsistensi Yamaha dalam menciptakan jalur karier balap yang terstruktur bagi para talenta lokal menuju panggung dunia.

Tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi YRI dengan formasi pembalap yang semakin kompetitif di berbagai kelas bergengsi. Di level dunia, Aldi Satya Mahendra tetap menjadi ujung tombak di kelas World Supersport (WorldSSP) setelah mencatatkan sejarah gemilang di musim sebelumnya. Sementara itu, Arai Agaska Dibani Laksana dipersiapkan untuk naik kelas ke ajang yang lebih tinggi, membawa ekspektasi besar bagi para pecinta balap di Indonesia untuk melihat bendera Merah Putih berkibar di podium internasional.

Untuk kompetisi tingkat regional Asia Road Racing Championship (ARRC), Yamaha Racing Indonesia tetap mengandalkan kekuatan di kelas SS600 dan AP250. Nama-nama seperti Wahyu Nugroho dan Muhammad Faerozi Tonny tetap menjadi andalan di kelas SuperSports 600cc untuk memperebutkan gelar juara Asia. Sedangkan di kelas AP250, YRI memberikan kesempatan bagi bintang muda seperti Candra Hermawan dan Muhammad Fadhil Musyavi untuk terus mengasah kemampuan dan jam terbang mereka di sirkuit-sirkuit terbaik Asia.

Selain memperkenalkan line-up pembalap, Yamaha juga memamerkan livery terbaru yang didominasi warna biru khas Yamaha dengan sentuhan desain yang lebih agresif dan modern. Presiden Direktur PT YIMM menyampaikan bahwa target utama musim ini bukan sekadar meraih podium, melainkan juga memperkuat mentalitas juang para pembalap. Dengan dukungan teknis yang maksimal dan program pelatihan yang intensif, Yamaha Racing Indonesia optimis dapat mendominasi musim 2026 dan terus menginspirasi generasi muda otomotif Indonesia.

CEO MKRT: Balap Gak Balap, Gak Butuh Validasi

Screenshot

Otomotifzone.com — JAKARTA. Pemilik dari Motokids_id — Justin Harijawan, ucapkan soal pertarungannya kembali dari perhelatan balap Vespa 2026 nanti.

Lewat komunikasi ringan bersama Penulis, pria yang identik dengan tattoo-nya ini. Menyebutkan tidak terlalu memikirkan kondisi balap untuk saat ini.

“Buat sekarang Follow the Flow aja sih engga ada target apa-apa. Saya ikut balap karena senang. Engga ada yang dikejar, engga butuh validasi juga,” ucap dari Justin langsung kepada Penulis secara ekslusif.

Moto kids
Justin Harijawan CEO Moto Kids

Tapi disamping itu, ia juga menyebutkan kembali bahwa jika nantinya akan ada sebuah event kejuaraan terkait balap Vespa. Justin dengan Moto Kids Racing Teamnya, secara siap buat loss dan all in buat balapan.

Untuk musim sebelumnya di 2025. Dirinya bersama dengan Pebalap andalan kontrak matinya, Reynaldi Pradana. Bersaing secara kompeten di garda terdepan. 

Tidak sedikit dari penampilan Rere 171 itu, berhasil meraih torehan prestasi. Tapi menuju putaran selesai, mereka absen saat balapan. 

Moto kids
Moment P1 MKRT (2024)

“Buat putaran terakhir, sengaja engga ikut. Memang lagi engga pengen balap aja. Motor sebenarnya siap. Buat nanti balap pun motor siap,” lanjut olehnya lagi. 

Sambil menunggu update terkini dari jadwal balap, Justin berharap nantinya kelas FFA Small Frame 2T, yang mana kelas tersebut diikutinya juga. Agar bisa semakin ramai.

“Denger-denger si ada yang baru ya. Semoga starter nambah si di kelas FFA Small Frame biar ada perlawanan baru, seru. Semoga semuanya lancar. Ditambah penyelenggara bisa Release jadwal, agar tim bisa Prepare,” tutupnya. 

Scooter Wheels Indonesia, Tempat Hits di Kalangan Scooterist

Otomotifzone.com — JAKARTA. Tentunya untuk para kalangan otomotif, khususnya Vespa tidak akan asing dengan nama Scooter Wheels Indonesia.

Sebuah nama, yang menyediakan beragam kebutuhan pecandu modifikasi motor Vespa. Di bilangan Jakarta Selatan ini.

Saat ini, Scooter Wheels Indonesia telah memiliki wajah yang baru dan tentunya lebih segar. Telah bergeser dari titik sebelumnya, ke tempat lokasi terkini. Jaraknya tidak jauh, hanya berkisar 500 sampai 1.000 meter.

Scooter Wheels Indonesia

SWI sebutan beken dari nama besar tersebut. Sekarang telah memiliki berbagai macam penawaran, untuk dapat memenuhi kebutuhan para pecandu otomotif. Ini bertujuan untuk bisa menjadi jawaban, tentu bukan hanya untuk Vespa maupun Scooterist saja. 

Scooter wheels
Scooter Wheels Indonesia

Scooter Wheels Indonesia, yang berlokasi di Jl. Abdul Majid Raya No.6 10, RT.10/RW.2, Kemang, Cipete Selatan, Kecamatan Cilandak, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Bukan hanya menyediakan kebutuhan spare parts saja.

Scooter wheels
SWI — Jaktara Selatan
Scooter wheels
SWI — Jakarta Selatan

SWI bisa menjadi tujuan lainnya. Karena SWI memiliki Parts Shop, Detailing — Wash, Painting, Workshop, Milling, sampai Cafe. Semua jadi satu, diupayakan Bento selaku pemilik.

Scooter wheels
Workshop SWI
Scooter wheels
Painting SWI

“Pengennya engga cuma di situ aja. Ke depannya masih mau tambah lain-lainnya. Seperti tempat Dyno, untuk kebutuhan para mekanik ataupun owner-owner motor yang mau tau mesinnya bagaimana dalam data,” ucap Bento.

Scooter Wheels Indonesia, secara perlahan kini mulai tumbuh besar. Dengan adanya ini, Bento — SWI, berharap tempatnya bisa menjadi jawaban untuk setiap kebutuhan yang tepat. 

Bento SWI Punya Agenda Besar di 2026 Ini

Otomotifzone.com — JAKARTA. Bento sebuah nama yang tentunya tidak akan asing, untuk para pegiat otomotif Vespa. Khsususnya pada bagian Kota Jakarta dan sekitarnya.

Pemilik dari Scooter Wheels Indonesia, sebuah surganya untuk para kalangan otomotif. Dari Parts Shop, Detailing — Wash, Painting, Workshop, Milling, sampai Cafe itu. Mengatakan akan melakukan suatu hal yang besar di 2026 ini.

Berkomunikasi ringan bersama Penulis langsung, di kediaman Scooter Wheels Indonesia di bilangan Jakarta Selatan. Ia menyebutkan telah mempersiapkan sejumlah agenda-agenda, yang mana telah dipersiapkan hingga dijalankan sebagian.

Scooter wheels
Bento Dabukke — SWI

“Untuk dari SWI-nya sendiri, nanti akan ada produk-produk baru. Parts Aksesoris dan sejenisnya. Selain itu juga, SWI nanti mau coba buat produk baru lainnya, yang bukan cuma buat di Vespa Matic,” ucap Bento Dabukke langsung kepada Penulis.

Tak henti di situ saja. DNA otomotif yang mengalir begitu deras. Membuat Bento ingin melakukan hal yang lebih dari biasanya.

“Bocoran dari sekarang. Saya pengen, tahun ini mau buat agenda balap sendiri. Setelah sering main, dan balap juga tentunya. Saya ada ketertarikan. Saat ini sedang komunikasi sana-sini buat acara tersebut,” tambah lagi darinya.

Bang Ben, panggilan besar di SWI itu. Menuturkan ketertarikannya untuk membuat balapn sendiri dengan kategori balap lurus alias drag. 

“Kepikiran bikin, tentunya bingung untuk Vespa sendiri. Belum ada wadahnya lagi. Kalo ikut atau nunggu dari orang lain, entah kapan dan berjalannya sampai mana. Semoga ini awalan dan jalan yang bagus,” tutup Bento Dabukke ke Otomotif Zone. 

Target Besar Masih Diusahakan, 2026 SWI Siapkan Format Baru

Otomotifzone.com — JAKARTA. Penyandang salah satu nama besar, dalam lingkungan otomotif khususnya dunia Vespa, yang berlokasi di bilangan Jakarta Selatan. Scooter Wheels Indonesia, pada sektor Racing kembali mengupayakan target besar di 2026.

Secara catatan balap Vespa, dalam kurun waktu 2 tahun ke belakang. SWI singkatan bekennya, kerap kali bertarung dalam perebutan gelar juara di barisan terdepan.

Tidak sedikit juga pada balapan-balapan itu, dirinya masuk ke dalam jajaran panggung podium. Tapi hasil-hasil tersebut belum membuat sang owner merasa puas.

Bento Dabukke, selaku pemegang kuasa penuh SWI menuturkan, dirinya tetap berambisi untuk gelar juara yang lebih besar dari raihan hasil sebelum-sebelumnya.

Scooter wheels
Bento — Scooter Wheels Indonesia

“Target kalau tahun ini balap, Vespa mau jadi juara umum pastinya. 2 musim, pada event yang sama, kita belum puas dengan hasil yang di dapat tentunya,” buka dari Bento langsung kepada Penulis saat berkunjung.

Dari niat dan ambisi besar tersebut, dirinya bersama tim langsung membuat pola skema yang akan dimainkan nantinya. 

SWI langsung mempersiapkan segala macam kebutuhan, untuk mengarungu kejamnya balapan. Dari kesiapan motor hingga sektor mesinnya, sampai dengan format skema tim yang telah dirancangnya kembali.

“Untuk kesiapan motor semuanya kita sudah Prepare kembali, sedikit-sedikit. Lalu untuk format tim, juga ada yang sudah dipersiapkan,” lanjut kembali olehnya.

Wah nyatanya, rupanya nanti akan ada sesuatu yang mengejutkan oleh Bento bersama dengan Scooter Wheels Indonesia di kancah balap Vespa.

Nantikan selengkapnya, hanya di Otomotif Zone.