Beranda blog Halaman 65

Suara Enerjik Ardin Berdhi Dari Sulawesi Merambah Tanah Melanesia

Ardin Berdhi

Otomotizone.com – Sidrap. Siapa yang tidak mengenal suara energik dan khas Ardin Berdhi yang selalu menghidupkan suasana balap di Sulawesi. Sosok MC dan komentator balap ini kini menjajal tantangan baru. Ia menyuarakan semangat industri otomotif wilayah timur, tepatnya di lintasan balap daratan Melanesia.

Perjalanan Ardin Kirana Putra nama aslinya menuju profesi komentator utama tidak terjadi secara instan. Ia tidak hanya mencoba-coba, melainkan menjalani proses panjang yang penuh dedikasi.

“Sejak SMP, saat berusia 17 tahun, saya sudah menjadi penyiar radio dan reporter sepak bola tarkam sekitar tahun 1998. Kemudian saya mencoba masuk dunia otomotif dengan menjadi announcer marshall,” cerita Ardin.

Kesempatan emas datang saat ia dipercaya menggawangi acara klub otomotif, berkat dukungan Dedy Berdhi, ketua Berdhi Auto Sport Sidrap yang juga mengorbitkan dirinya. Selain itu, sosok almarhum Pujo Hastowo menjadi inspirasi besar yang membuka ruang karakternya saat berbicara di lintasan.

“Awalnya saya tertarik menjadi MC balap setelah melihat aksi MC Nasional Pujo Hastowo, ditambah dukungan Dedy Berdhi yang sudah mengorbitkan saya. Sebagai bentuk apresiasi dan pemanis, saya menggunakan nama panggung Ardin Berdhi. Mereka adalah mentor saya! Mereka memberikan banyak ruang dan pengalaman hingga saya menekuni pekerjaan ini secara serius sejak 2017,” jelasnya.

Ardin tidak hanya sekadar berbicara. Ia juga memberikan konteks ulasan langsung, menganalisis strategi pembalap, dan membuat penonton semakin antusias. Berkat kerja kerasnya, ia tidak hanya berkarier di Sulawesi (Celebes), tetapi juga menjelajahi Kalimantan (Borneo) hingga Melanesia (Maliku, Papua).

“Alhamdulillah, bukan hanya Sulawesi yang menjadi langganan pekerjaan. Saya juga mendapat tawaran dari Kalimantan, Maluku, dan Papua. Pekerjaan yang tidak pernah saya cita-citakan sejak kecil justru membawa saya sejauh ini, hingga saya dipercayakan menangani acara ternama seperti SCR dan lainnya,” ucap pria kelahiran 1984 ini.

Wilayah Melanesia, Maluku dan Papua memberikan kesan paling berkesan dan penuh tantangan bagi Ardin, selain Sulawesi tentunya. Meskipun perjalanannya jauh, dua daerah ini memberikan kesan mendalam yang membuatnya ingin kembali lagi.

“Saya pertama kali ke Papua saat Orin Sugawa berhalangan hadir, dan akhirnya panitia meminta saya menggantinya. Hampir semua acara di provinsi itu terus mempercayakan saya sebagai race commentator. Di Papua, saya juga pernah berduet dengan komentator Arisandro di Kabupaten Supiori,” kenangnya.

Ardin Berdhi

“Tantangan dan kesannya sangat berbeda. Walaupun saya harus menempuh perjalanan jauh ke Indonesia Timur, di tengah talenta berbakat Melanesia, senyum hangat dan semangat mereka membuat saya selalu rindu. Saya ingin hadir lagi dan lagi di depan mereka. Menurut saya, anak-anak Maluku dan Papua memiliki harapan besar untuk berprestasi lebih dan membanggakan tanah kelahiran masing-masing,” pungkasnya dengan penuh semangat.

Dari Sulawesi sampai Melanesia, Ardin Berdhi membuktikan bahwa passion bisa membawa kita melangkah jauh. Semoga ke depannya makin banyak pembalap muda berbakat dari timur yang bersinar, dan Ardin terus menjadi saksi serta penyuaranya. Sukses selalu untukmu, Bro!

Drama 2 Kali Red Flag Moto2 Thailand, Siapakah Juara Sebenarnya?

OtomotifZone.com – Thailand. Moto2 dua kali drama red flag akibat kejadian pertama insiden antara Senna Agius yang alami throuble mendadak lalu tertabrak David Alonso dan Filip Salac yang di belakangnya tak bisa menghidar. Insiden kedua antara Sergio Garcia dan Lunetta. Mereka jatuh di r3 dan keluar dengan tandu.

Seri 1 Moto2 sirkuit Buriram, Thailand 1 Maret 2026 menjadi pembuka yang boleh di bilang “agak laen”. Total start sampai tiga kali. Dua insiden tersebut membuat waktu balap kacau. Estimasi Moto2 berjalan dari prepare sampai race kiranya memakan waktu 1jam. Dua kali red flag di kalkulasi tersisa kurang dari 10 lap. Akhirnya race start ketiga dilakukan walau hanya 7 lap saja. Mungkin ada yang kecewa dengan hasil yang berbeda saat sebelum start ketiga ini. Tapi bagaimana lagi..

Duel barisan perebutan juara terfokus pada Manuel Gonzales dan Izan Guevara. Saling kirim serangan terjadi sepanjang lap dan pada akhirnya pertarungan singkat itu di menangkan Manuel Gonzalez. Sang petarung yang berebut juara dunia tahun lalu dengan Diego Moreira.

Saat berita kami tulis yang membuat kaget hasil race dari MotoGP sang juara malah Daniel Holgado? Ada apa ini???

Hutang Apes Hari Sabtu, Bezzechi Juara Race Seri 1 MotoGP Thailand

OtomotifZone.com – Thailand. Usaha sejak hari jumat sedikit kecewa di sesi Sprint Race. Marco Bezzechi yang start dari grid pertama alami slide dan tak bisa melanjutkan race pada hari Sabtu kemarin. 0 point sungguh membuatnya gigit jari. Padahal semua sesi pengambilan waktu tercepat berhasil ia kangkangi. Sprint Race yang di gelar hari Sabtu 28 Februari 2026 di menangkan Pedro Acosta.

Memupuk semangat dan atur strategi serta observasi penyebab dirinya terjatuh sudah di pelajari baik-baik. Selepas start Marcobez berhasil lakukan start dengan sempurna. Langsung memimpin race dan tak memperdulikan siapa di belakangnya. Fokus dan kkonsisten sampai bendera finish berkibar aksi bayar hutang lunas di main race hari Minggu 1 Maret 2026.

Berikut hail racenya..

D. Almansa Menang Tipis di Moto3 Thailand 2026, Kalahkan M. Quiles Hanya 0,003 Detik

OtomotifZone.com – Jakarta, Pebalap D. Almansa dari tim Liqui Moly Dynavolt Intact GP keluar sebagai juara Moto3 Thailand 2026 di Chang International Circuit, Thailand, Sabtu (3/1). Kemenangan pebalap asal Spanyol ini berlangsung dramatis, setelah ia hanya unggul tipis 0,003 detik dari pesaingnya, M. Quiles dari tim CFMOTO Gaviota Aspar Team.

Balapan 20 lap ini menjadi tontonan menarik karena persaingan ketat antara Almansa dan Quiles. Keduanya saling salip dan adu skill di berbagai tikungan, menciptakan ketegangan bagi penonton hingga lap-lap akhir.

Hingga memasuki garis finis, kedua pebalap tampak hampir sejajar. Namun, berkat sistem timing canggih yang digunakan dalam event ini, D. Almansa berhasil lebih dulu menyentuh garis finish, memastikan kemenangan tipisnya atas Quiles.

Kemenangan ini menjadi catatan penting bagi D. Almansa dan tim Liqui Moly Dynavolt Intact GP, sekaligus menunjukkan ketatnya persaingan di kelas Moto3 musim 2026. Duel sengit seperti ini menegaskan bahwa setiap detik sangat berharga di ajang balap motor internasional.

GT X Cross Bupati Banggai Cup Championship 2026 Siap Digelar di Sirkuit Yasircuit Toili

OtomotifZone.com – Banggai, Ajang balap motor garuk tanah dan motocross bergengsi bertajuk GT X Cross Bupati Banggai Cup Championship 2026 dipastikan akan digelar pada 24–26 April 2026 di Sirkuit Yasircuit, Toili, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Event ini menjadi salah satu kompetisi otomotif terbesar di wilayah Sulawesi Tengah yang akan mempertemukan para crosser terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Kejuaraan tersebut hadir sebagai wadah penyaluran bakat pembalap motocross dan grasstrack sekaligus mendorong perkembangan olahraga otomotif di daerah.

Digelar dengan dukungan berbagai pihak serta komunitas otomotif, GT X Cross Bupati Banggai Cup Championship 2026 menawarkan total hadiah mencapai Rp185 juta. Tidak hanya itu, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi peserta maupun penonton, termasuk doorprize dan hadiah non-kuota.

Sirkuit Yasircuit Toili yang dikenal memiliki karakter trek teknis dan menantang diprediksi akan menghadirkan persaingan sengit di setiap kelas yang dipertandingkan. Kehadiran event ini juga diharapkan mampu meningkatkan gairah ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan UMKM selama pelaksanaan kejuaraan berlangsung.

Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini sekaligus menjadi momentum pembinaan atlet balap motor di Sulawesi Tengah agar mampu bersaing di level nasional hingga internasional.

Panitia mengajak seluruh pecinta motocross dan grasstrack untuk hadir langsung menyaksikan kemeriahan GT X Cross Bupati Banggai Cup Championship 2026 di Toili, Banggai.

Kejuaraan ini diprediksi menjadi salah satu agenda otomotif paling dinantikan di Sulawesi pada tahun 2026.

Tiba Tiba Casytha Manahadap Siap Garap Event Drag Bike Pemula 2026

BLACK DRAGBIKE

OtomotifZone.com – Jakarta, Dunia balap lurus Tanah Air kembali mendapat angin segar. Pada tahun 2026 mendatang, Casytha Manahadap dipastikan akan menggelar sebuah event balap bertajuk Casytha Manahadap Drag Bike Pemula 2026 yang ditujukan khusus bagi para pembalap muda dan pendatang baru di dunia drag bike.

Event ini digagas sebagai wadah pembinaan sekaligus pencarian talenta-talenta baru di cabang balap motor trek lurus. Melalui ajang ini, para pembalap pemula diharapkan memiliki ruang kompetisi yang aman, terarah, dan profesional.

Dalam materi promosi yang telah beredar di media sosial, event tersebut mengusung konsep kompetisi balap pemula dengan atmosfer kompetitif namun tetap mengedepankan edukasi serta sportivitas. Kehadiran ajang ini juga menjadi langkah nyata untuk mengurangi balap liar dengan menyediakan arena resmi bagi para pecinta kecepatan.

Casytha Manahadap dikenal aktif dalam berbagai kegiatan otomotif dan pembinaan olahraga balap motor. Dengan pengalaman serta jaringan komunitas yang kuat, event Drag Bike Pemula 2026 diprediksi akan menarik antusiasme tinggi dari pembalap daerah hingga komunitas racing di berbagai wilayah Indonesia.

Rencananya, informasi lengkap terkait lokasi pelaksanaan, kelas yang dipertandingkan, serta jadwal resmi akan diumumkan dalam waktu dekat. Saat ini, pihak penyelenggara masih mempersiapkan konsep teknis guna menghadirkan event yang kompetitif sekaligus berkualitas.

Kehadiran Casytha Manahadap Drag Bike Pemula 2026 diharapkan menjadi salah satu kalender penting balap drag bike nasional sekaligus membuka jalan lahirnya pembalap-pembalap masa depan Indonesia.

Debut Gemilang Veda Ega Pratama di Moto3, Finish Posisi 5 di Thailand

OtomotifZone.com – Jakarta, Pebalap Veda Ega Pratama membuat gebrakan di debut perdananya di ajang Moto3, Sabtu (3/1), di Chang International Circuit, Thailand. Pebalap asal Gunung Kidul ini tampil membanggakan bersama tim Honda Team Asia, dan berhasil finis di posisi kelima.

Veda, putra dari Sudarmono — salah satu legenda balap Indonesia — telah menjadi perbincangan hangat di tanah air berkat prestasinya yang konsisten. Dalam beberapa seri sebelumnya, ia terus menunjukkan progres positif, dan kualifikasi Moto3 Thailand menegaskan kualitasnya dengan menempati posisi kelima di starting grid.

Aksi Menegangkan di Lintasan

Start dari posisi lima, Veda langsung menunjukkan performa impresif. Ia mampu menyalip beberapa pesaing dan sempat menempati posisi ketiga dalam balapan yang penuh persaingan sengit. Aksi saling salip dan adu skill berlangsung hingga lap-lap akhir, membuat balapan semakin menarik bagi penonton.

Meski akhirnya Veda harus puas finis di posisi kelima, pencapaian ini tetap menjadi torehan yang sangat membanggakan bagi pebalap muda Indonesia.

Debut yang kuat ini menjadi modal besar bagi Veda Ega Pratama untuk seri-seri Moto3 berikutnya. Dengan progres yang konsisten dan semangat juang tinggi, penggemar balap Indonesia menantikan aksi-aksi spektakulernya di musim 2026.

Torehan posisi lima di Thailand menjadi bukti bahwa Veda siap bersaing di panggung internasional, membawa nama Indonesia semakin harum di kancah balap dunia.

Paser Cup Race 2026 Tambah Semarak dengan Hadiah Motor untuk Exrider

OtomotifZone.com – Jakarta, Paser Cup Race 2026 dipastikan akan menjadi salah satu ajang balap paling meriah tahun ini. Panitia kembali menghadirkan kejutan besar dengan menambah hadiah istimewa untuk para pembalap.

Selain konsep awal Juara Umum di tiga kategori utama, tahun ini akan ada tambahan Juara Umum Exrider yang akan mendapatkan satu unit motor. Hadiah spesial tersebut merupakan persembahan dari komunitas Exrider Kalimantan.

Tambahan ini tentu semakin menyemarakkan perebutan gelar di lintasan. Juara Umum Exrider kini memiliki nilai prestise lebih tinggi karena tidak hanya membawa pulang trofi dan uang pembinaan, tetapi juga satu unit motor sebagai bentuk apresiasi atas performa terbaik sepanjang event.

Tiga Kategori Juara Umum

Pada konsep awal, Paser Cup Race 2026 sudah menyiapkan tiga kategori Juara Umum dengan nominal hadiah yang luar biasa. Tiga kategori tersebut adalah:

  • Expert
  • Novice
  • Lokal Paser

Menariknya, di setiap kategori akan ada tiga Juara Umum yang berhak mendapatkan penghargaan sesuai klasemen akhir.

Dukungan Tambahan dari H. Putra Rizky

Tidak hanya itu, hadiah tambahan dengan nominal yang setara dengan penyelenggara juga diberikan oleh H. Putra Rizky, pemilik LFN HP969. Dukungan tersebut semakin memperbesar total hadiah yang diperebutkan para pembalap.

Dengan tambahan satu unit motor untuk Juara Umum Exrider serta berbagai bonus lainnya, Paser Cup Race 2026 dipastikan akan berlangsung semakin kompetitif dan penuh gengsi. Antusiasme pembalap dan tim pun diprediksi meningkat, mengingat hadiah yang diperebutkan tahun ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah penyelenggaraan ajang tersebut.

Memimpin Lalu Terjatuh, Bezzecchi: Kesalahan Kecil, Dampak Besar

OtomotifZone.com – Jakarta, Pebalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, mengambil tanggung jawab penuh atas kecelakaan yang membuatnya gagal finis saat memimpin Sprint Race MotoGP Thailand 2026, Sabtu (28/2) di Buriram.

Bezzecchi tampil kuat sepanjang akhir pekan dan sukses meraih pole position pertamanya musim ini, meski sempat terjatuh di penghujung sesi kualifikasi. Dalam sprint 13 lap, ia terlibat duel sengit dengan Marc Marquez sejak lap pembuka.

Pada lap kedua, Bezzecchi berhasil merebut posisi terdepan dari Marquez di Tikungan 3. Namun keunggulan itu tak bertahan lama setelah ia terjatuh di Tikungan 8 dan tidak dapat melanjutkan balapan.

Sentuh Garis Putih, Kehilangan Grip Depan

Menjelaskan insiden tersebut, Bezzecchi mengaku melakukan kesalahan kecil yang berujung konsekuensi besar.

“Saya minta maaf atas kesalahan ini. Saya merasa cukup baik,” ujarnya.

“Lintasan saat balapan sedikit lebih buruk dibanding kondisi sebelumnya selama akhir pekan. Tapi itu bukan alasan. Saya membuat kesalahan kecil, menyentuh sedikit garis putih di bagian dalam untuk menutup racing line.”

Menurutnya, sentuhan pada garis putih membuat ban depan kehilangan grip.

“Saya kehilangan bagian depan sedikit. Saya coba menyelamatkannya, masih bertahan sebentar, tapi setelah itu saya benar-benar kehilangannya. Kesalahan kecil, tapi konsekuensinya besar.”

Bezzecchi pun meminta maaf kepada timnya, namun menegaskan bahwa insiden tersebut bagian dari risiko balapan.

“Saya harus tetap mendorong dan mencoba memberikan yang terbaik. Besok saya akan melakukan hal yang sama.”

Tekanan Marquez Bukan Faktor Utama

Duel awal dengan Marquez menjadi pertemuan pertama mereka di lintasan sejak insiden di Indonesia tahun lalu. Meski mendapat tekanan kuat dari juara dunia bertahan itu, Bezzecchi menegaskan hal tersebut bukan penyebab kecelakaannya.

“Saya tahu Marc akan menggunakan strategi seperti itu. Dia selalu sangat kuat dalam duel dan pengereman,” jelasnya.

“Saya merasa mungkin sedikit lebih cepat dari sisi pace, dan jika bisa bertahan di depan sedikit lebih lama, mungkin saya bisa membuka jarak kecil. Tapi saat mencoba melakukannya, saya justru melakukan kesalahan.”

Meski gagal meraih poin di sprint, Bezzecchi tetap akan memulai Grand Prix Thailand hari Minggu dari posisi terdepan, dengan Marquez berada tepat di sampingnya di grid. Kesempatan untuk menebus kesalahan pun masih terbuka lebar di balapan utama musim ini.

Debut Dinanti Berakhir Insiden, Toprak Jelaskan Penyebab Jatuhnya

OtomotifZone.com – Jakarta, Debut yang sangat dinantikan Toprak Razgatlioglu di MotoGP harus berakhir dengan insiden setelah ia terjatuh dalam Sprint Race MotoGP Thailand 2026 di Buriram, Sabtu (28/2).

Juara dunia World Superbike tiga kali itu menjalani balapan perdananya di kelas utama bersama tim Pramac Racing. Memulai dari baris ketujuh, Razgatlioglu memang tidak berada dalam perebutan poin pada lomba 13 lap tersebut, namun tampil cukup solid dengan mengikuti rekan setimnya, Jack Miller.

Sayangnya, pada akhir lap ke-11, pebalap Turki itu terjatuh di tikungan terakhir. Ia sempat melanjutkan balapan dan finis di posisi ke-20, tepat di depan pebalap pengganti Gresini, Michele Pirro.

Hampir Jatuh Sejak Lap Pertama

Usai balapan, Razgatlioglu mengungkapkan bahwa ia sudah merasakan masalah engine braking sejak awal lomba — dan itulah yang akhirnya membuatnya kehilangan kendali.

“Awalnya tidak buruk, terutama saat start,” ujarnya.

“Di tikungan pertama saya melihat Jack mengerem sedikit lebih awal. Saya langsung menggunakan rem, karena saya tidak tahu apakah rem karbon sudah cukup panas atau belum. Saya benar-benar takut di tikungan pertama.”

Ia mengaku hampir terjatuh sejak lap pertama akibat roda depan sempat mengunci dua kali saat pengereman di tikungan terakhir.

“Sejak awal saya punya masalah dengan engine brake di tikungan terakhir. Biasanya kami memakai mapping yang sama, tapi saya merasakan perbedaan di sana.”

Kehilangan Kendali Saat Menyerang

Meski demikian, Razgatlioglu mencoba beradaptasi dengan set-up tersebut dan tetap menjaga ritme saat membuntuti Miller.

“Saya mengikuti Jack beberapa lap dan merasa cukup baik. Saya bisa melihat di sektor mana dia lebih cepat dan di mana saya lebih kuat,” katanya.

Namun saat mencoba mendekat di tiga lap terakhir untuk melancarkan serangan, ia mengerem sedikit lebih lambat — keputusan yang berujung petaka.

“Semuanya terasa sempurna sampai saya mulai memiringkan motor, karena saya merasakan kuncian pertama. Masalahnya, saat saya memiringkan lebih dalam, bagian belakang kembali dengan cepat dan saya kehilangan grip depan.”

Insiden tersebut menutup debut balapannya dengan kekecewaan, meski ia tetap mampu menyelesaikan lomba. Bagi Razgatlioglu, Sprint Buriram menjadi pelajaran awal penting dalam proses adaptasi dari World Superbike ke MotoGP — terutama dalam memahami karakter motor dan sistem pengereman di level tertinggi ini.