OtomotifZone.com – Jakarta, Pebalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia, mengakui dirinya masih kesulitan beradaptasi setelah kembali tampil kurang meyakinkan pada Sprint Race MotoGP Thailand 2026 di Buriram, Sabtu (28/2).
Setelah musim 2025 yang penuh tantangan, Bagnaia sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan pada awal kampanye baru. Namun performanya di Thailand belum mencerminkan potensi tersebut.
Ia gagal lolos dari sesi Q1 saat kualifikasi dan harus memulai balapan dari posisi ke-13. Dalam sprint sepanjang 13 lap, Bagnaia hanya mampu finis kesembilan, tertinggal 6,9 detik dari pemenang lomba.
Kesulitan Memahami Kondisi Trek
Bagnaia sebelumnya menyalahkan perubahan set-up pada Jumat yang tidak berjalan sesuai rencana. Namun pada Sabtu, ia mengakui masalah utamanya adalah ketidakmampuan beradaptasi dengan kondisi lintasan yang berubah.
“Sulit dijelaskan. Trek sama, motor sama,” ujarnya kepada Sky Italia.
“Kondisinya jelas berubah dan saya tidak mampu memahaminya atau memaksimalkannya seperti yang seharusnya. Tapi itu kesalahan saya.” jelas Bagnaia
Menurutnya, tingkat grip berbeda dibandingkan saat tes pramusim, ditambah fakta bahwa balapan berlangsung dalam kondisi ramai membuat segalanya lebih rumit.
“Grip jelas lebih rendah dibanding saat tes. Anda tidak berkendara sendirian, dan itu membuat perbedaan besar. Saya mencoba memperbaiki, mencoba memahami bagaimana bisa lebih cepat, tapi saya yang harus menyelesaikannya.”
Masalah di Pengereman dan Entry Tikungan
Bagnaia juga mengungkapkan bahwa para pebalap Ducati mengalami kesulitan saat pengereman dan memasuki tikungan di Sirkuit Buriram.
“Dengan ban bekas saya merasa cukup baik, tapi saya kurang feeling saat lap cepat. Berbeda dengan 2025, sekarang semua Ducati kesulitan menghentikan motor saat pengereman dan masuk tikungan.”
Ia menambahkan bahwa perbedaan kondisi cuaca dan karakter aspal membuat arah pengembangan yang diambil saat tes tidak efektif di balapan kali ini.
“Ini garis yang sangat tipis antara mengerem dengan baik atau tidak bisa berhenti sama sekali. Saya perlu menyesuaikan ulang. Saat tes kami mengambil arah set-up yang tidak membayar di sini, dengan iklim dan aspal seperti ini.”
Poin Perdana Sejak Malaysia 2025
Meski hanya finis kesembilan, hasil tersebut menjadi poin pertamanya sejak memenangkan sprint di MotoGP Malaysia Oktober lalu. Ia bahkan menyebut secara matematis perolehan poin kali ini lebih baik dibanding lima balapan terakhir musim lalu.
“Kami tetap mendapat satu poin. Ini proses panjang, tapi saya tetap tenang. Saya menerima situasi ini dan mencoba berkembang.”
MotoGP Thailand 2026 pun menjadi pengingat bahwa meski Ducati masih kompetitif, tidak semua pebalapnya langsung menemukan ritme terbaik — dan bagi Bagnaia, proses adaptasi ternyata membutuhkan waktu lebih lama dari yang ia harapkan.

