Beranda blog Halaman 83

Final KWR IDC 2025 : Coba Pakai Pertamax Turbo, Mx 200cc FTR Wijaya Raih 2 Podium Terbaik!

OtomotifZone.com – WONOSARI – Senyum lebar terpancar dari seluruh kru di paddock Fanterra Racing Exhaust FTR17 Wijaya pada babak final Kawahara Djava K2R IDC 2025 yang berlangsung di Sirkuit NP Lanud Gading, Wonosari. Motor MX 200cc garapan Aris Wijayanto (Aris Wijaya) asal Gang Mawar, Wates, Kediri, sukses mencatatkan hasil gemilang dengan menguasai dua podium teratas di kelas bergengsi Bebek 4T TU 200cc (Pro IDC 1).

​Dua juru tembak yang dipercaya yaitu Raka Komang dan Adit Coco buktikan ​Ketangguhan mesin racikan Aris Wijaya. Ada Nama Raka menyabet podium pertama dengan catatan waktu tajam 6.986 detik. Lanjut Adit Menempel ketat di posisi kedua dengan waktu 6.994 detik.

​Kedua pembalap ini menjadi satu-satunya yang mampu menembus catatan waktu di bawah 7 detik di kelasnya, mengungguli rival kuat lainnya seperti Rony Caplin dan Debby AP.

​Keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan. Sang mekanik, Aris Wijaya, mengungkapkan bahwa motor ini sudah dipersiapkan untuk menghadapi regulasi tahun 2026 mendatang yang mewajibkan penggunaan bahan bakar Pertamax Turbo dari Pertamina.

​”Sebelum dibawa ke Wonosari, saat setting catatan waktunya memang sudah konsisten di angka 6,9 detik. Kami riset khusus untuk regulasi 2026 pakai Pertamax Turbo, dan hasilnya motor terbukti masih sangat kompetitif bersaing dengan rival,” terang Aris Wijaya.

​Pembuktian kualitas riset ini pun teruji secara transparan. Saat dilakukan pengecekan pasca-balap oleh panitia menggunakan alat Oktis, kadar RON yang tercatat pada bahan bakar motor tersebut berada di angka 99. Hal ini membuktikan bahwa dengan bahan bakar komersial berkualitas tinggi, MX 200cc FTR17 Wijaya tetap mampu mengeluarkan power yang luar biasa dan konsisten di jalur juara.

Riqo Syahputra Untuk IMI Bengkulu Lebih Maju: Sosok Muda, Enerjik, dan Direstui Komunitas​Bengkulu

OtomotifZone.com – Bengkuku, Bursa pencalonan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pengurus Provinsi Bengkulu kini mendapat angin segar. Nama Riqo Syahputra, seorang pengusaha muda yang dikenal luas di dunia otomotif, muncul sebagai kandidat untuk menahkodai organisasi otomotif bergengsi tersebut.

​Rekam Jejak dan Sosok yang Diterima Semua Kalangan ​Riqo Syahputra bukanlah nama baru bagi para pecinta mesin di Bumi Merah Putih. Ia dikenal sebagai sosok yang telah malang melintang memberikan kontribusi nyata dalam berbagai ajang otomotif, baik di skala lokal maupun regional. Keterlibatannya selama bertahun-tahun menjadikannya figur yang paham betul akan dinamika dan kebutuhan para pegiat otomotif.

​Selain kapasitas teknisnya, Riqo dikenal memiliki kepribadian yang ramah dan inklusif. Karakter inilah yang membuatnya mendapatkan _”lampu hijau”_  serta dukungan penuh dari berbagai komunitas, mulai dari klub motor, komunitas mobil, hingga para pembalap profesional di Provinsi Bengkulu.
​Latar Belakang Pengusaha yang Matang.

​Dukungan terhadap Riqo tidak hanya datang karena kecintaannya pada otomotif, tetapi juga karena kapabilitas manajerialnya yang mumpuni. Sebagai pengusaha sukses yang dikenal dgn Hastag *ZIKRIGROUP* bergerak di bidang MIGAS dan Jasa Travel / Rental Mobil, Riqo dinilai memiliki jaringan luas dan kemampuan tata kelola organisasi yang profesional.

​”Kami membutuhkan figur yang tidak hanya hobi otomotif, tapi juga punya kemampuan manajemen yang baik untuk membawa IMI Bengkulu lebih maju. Sosok Riqo adalah paket lengkap,” ujar salah satu tokoh penggiat otomotif Bengkulu”

​Visi Memajukan Otomotif Bengkulu
​Pencalonan Riqo membawa harapan baru bagi bangkitnya prestasi balap dan pengembangan pariwisata berbasis otomotif (automotive tourism) di Provinsi Bengkulu. Kehadirannya diharapkan mampu merangkul seluruh elemen dan memfasilitasi kreativitas anak muda di jalur yang positif.

​Dengan rekam jejak yang bersih dan dukungan yang terus mengalir, langkah Riqo Syahputra menuju kursi IMI Bengkulu 1 diprediksi akan menjadi momentum besar bagi dunia otomotif daerah. [Hardiansyah]

Final KWR IDC 2025 : Ninja STD 155cc FTR Wijaya Tak Terbendung, Raka Komang Amankan Podium!

​OtomotifZone.com – WONOSARI – Ketangguhan Ninja garapan Fanterra Racing Exhaust FTR17 Wijaya kembali teruji dalam persaingan sengit di gelaran Kawahara Djava K2R IDC 2025 Final Series. Bertempat di Sirkuit NP Lanud Gading, Wonosari, motor garapan tim asal Kediri ini membuktikan diri sebagai yang tercepat di kelas bergengsi Sport 2T STD 155cc (Pro IDC 2).

​Pembalap andalan tim, Raka Komang, menjadi bintang setelah berhasil mencatatkan waktu tajam. Pembalap asal Banyuwangi ini sukses menyentuh garis finis dengan catatan waktu 06.951 detik.

​Pertarungan di kelas ini berlangsung sangat dramatis. Tercatat ada tiga pembalap teratas yang berhasil menembus di bawah 7 detik, yang menunjukkan betapa tingginya level kompetisi di babak final ini, Ada Raka Komang, Deni Deblong kedua dan M.Alif Dari Sulawesi di urutan ketiga.

​Meski hanya terpaut selisih tipis 0.002 detik dari Deni Deblong di posisi kedua, catatan waktu yang diraih Raka Komang tetap kokoh dan tidak terlampaui hingga akhir balapan.

“Alhamdulillah, hasil ini sangat memuaskan. Sejak sesi setting, saya sudah merasakan motor sedang di performa terbaiknya. Kunci kemenangan tadi ada di konsentrasi saat lampu start dan menjaga power tetap stabil hingga garis finis. Walaupun persaingan sangat ketat sampai ada tiga pembalap yang masuk di angka 6,9 detik, saya tetap optimis karena karakter motor yang dibikin Mas Aris Wijaya sangat kuat di putaran tengah ke atas,” ujar pembalap bernomor start 44 tersebut.

​Kemenangan ini sekaligus menegaskan posisi tim Fanterra Racing Exhaust FTR17 Wijaya sebagai salah satu kekuatan besar yang patut diperhitungkan dalam peta persaingan drag bike tanah air, khususnya di kelas Sport 2 Tak Standard.

Final KWR IDC 2025 : Jupi 130cc No Limit Beringas Ditangan Wildan, Ini Andalannya!

​OtomotifZone.com – WONOSARI – Gelaran pamungkas Kawahara Djava K2R IDC 2025 Final Series yang berlangsung di Sirkuit NP Lanud Gading, Wonosari, menjadi panggung pembuktian bagi Wildan Anharu (Wildan Kecil). Memacu Jupiter 130cc andalan No Limit Racing Team, pembalap asal Salatiga, Jawa Tengah, ini tampil perkasa dan sukses mengamankan podium tertinggi.

​Wildan mencatatkan waktu yang sangat fantastis di trek 201 meter. Berdasarkan data resmi hasil dari BG Sport Timing System, ia berhasil menembus waktu 7.696 detik. Catatan ini menjadikannya satu-satunya pembalap yang mampu menyentuh angka 7.6 detik di kelas Pro IDC 1 Bebek 4T TU 130cc, meninggalkan rival-rival beratnya seperti Rony Caplin dan Gery Percil yang tertahan di angka 7.7 detik.

​Kunci keberhasilan motor bernomor start 27 ini ternyata terletak pada detail teknis mesinnya. Pengaplikasian Per Klep No Limit Racing terbukti memberikan dampak signifikan pada karakter mesin Jupiter 130cc tersebut. Komponen ini membuat mekanis katup lebih stabil sehingga tenaga motor terasa lebih “menggigit” saat dipacu maksimal.

​Wildan sendiri mengakui adanya peningkatan performa yang dirasakannya di atas lintasan. ​”Motor saat ini terasa jauh lebih enak. Powernya lebih keluar, terutama di putaran atas. Ini yang membuat saya percaya diri untuk terus menekan sejak lampu hijau menyala,” ungkap Wildan setelah balapan.

Di Puncak Prestasi, Ahmad Irfansyah Putuskan Tak Lanjut Pimpin IMI Bengkulu

OtomotifZone.com – Bengkulu, Kabar mengejutkan datang dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Bengkulu. Ahmad Irfansyah memastikan dirinya tidak akan melanjutkan tongkat kepemimpinan sebagai Ketua IMI Bengkulu untuk periode berikutnya, meski di bawah kepemimpinannya organisasi tersebut mengalami perubahan yang dinilai luar biasa.
Keputusan ini pun menimbulkan tanda tanya di kalangan pelaku otomotif. Pasalnya, selama menjabat, IMI Bengkulu mencatat berbagai kemajuan signifikan, baik dari sisi aset organisasi maupun perkembangan kegiatan otomotif di daerah.

Menjawab hal tersebut, Ahmad Irfansyah menyampaikan alasan dengan penuh kewibawaan kepada tim redaksi. Menurutnya, esensi kepemimpinan bukan soal lamanya menjabat, melainkan dampak dan perubahan yang ditinggalkan.

“Suatu organisasi yang baik bukan dari seberapa lama ketua itu menjabat, tapi perubahan apa yang sudah dilakukan. Dan saya tidak akan maju lagi untuk Ketua IMI Bengkulu periode berikutnya. Supaya apa? Supaya ada regenerasi yang baru untuk membawa perubahan yang lebih besar,” ujar Ahmad Irfansyah.

Ahmad Irfansyah diketahui mulai menjabat sebagai Ketua Umum IMI Bengkulu sejak tahun 2021, dengan masa jabatan yang akan berakhir pada 2026. Dalam kurun waktu tersebut, berbagai capaian konkret berhasil diwujudkan.

Dari sisi aset, IMI Bengkulu kini memiliki kantor yang representatif lengkap dengan peralatan penunjang organisasi. Tidak hanya itu, organisasi juga memiliki kendaraan operasional, mulai dari sepeda motor milik IMI Bengkulu hingga mobil ambulans, yang dinilai sangat penting dalam menunjang kegiatan otomotif dan keselamatan event.

Perkembangan otomotif Bengkulu juga terlihat dari kepercayaan nasional yang diberikan. Sejumlah event besar berskala nasional sukses digelar di Bumi Rafflesia. Di antaranya Kejurnas Motoprix serta ajang bergengsi Andalas Drag Series yang berstatus event setara nasional.
Tak hanya event nasional, geliat otomotif Bengkulu juga semakin hidup dengan maraknya berbagai event balap dan kegiatan otomotif lainnya, yang memberi ruang pembinaan sekaligus hiburan bagi masyarakat dan pecinta otomotif.

Keputusan Ahmad Irfansyah untuk tidak melanjutkan kepemimpinan dinilai sebagai langkah dewasa dan visioner, membuka jalan bagi regenerasi kepemimpinan baru demi keberlanjutan dan kemajuan IMI Bengkulu di masa mendatang.

Tanpa LFN HP969 di 2026, Ekosistem Balap Nasional Kehilangan Penggerak Ekonomi

OtomotifZone.com – Jakarta, Dunia otomotif nasional kembali mendapat kabar kurang menggembirakan. H. Putra secara resmi memutuskan bahwa LFN HP969 Road Race Championship tidak menjalankan event pada tahun 2026 alias OFF. Keputusan ini dinilai akan membawa dampak besar terhadap perekonomian otomotif yang selama ini bergerak aktif berkat hadirnya event balap bergengsi tersebut.

Selama penyelenggaraannya, LFN HP969 Road Race Championship bukan hanya sekadar ajang balap motor, tetapi juga menjadi penggerak utama roda ekonomi. Mulai dari pedagang sparepart, pebalap, mekanik, tim balap, pelaku UMKM, hingga sektor perhotelan dan transportasi, semuanya merasakan efek signifikan ketika event ini berjalan.
Salah satu pedagang sparepart, Tiga Squad, mengungkapkan bahwa kehadiran LFN selalu membawa perubahan besar terhadap omzet penjualan.

“Kalau ada event LFN alhamdulillah dagangan berbeda, pastinya meningkat. Tapi ketika event LFN berhenti, penjualan langsung menurun. Seperti awal tahun lalu saat mereka mengabarkan tidak berjalan di tahun 2025, roda perekonomian benar-benar terasa berbeda. Namun saat LFN kembali berjalan, ekonomi ikut meningkat lagi. Dampaknya sangat terasa,” ujarnya.

Dari sektor UMKM, pedagang makanan dan minuman di area sirkuit juga merasakan manfaat besar ketika LFN digelar. Ribuan pengunjung, mulai dari peserta balap hingga masyarakat umum, menjadi sumber penghasilan utama bagi para pelaku usaha kecil selama event berlangsung.

Sementara itu, sektor perhotelan dan transportasi hampir selalu mengalami lonjakan permintaan setiap kali LFN HP969 Road Race Championship digelar. Hotel di sekitar sirkuit kerap penuh, penerbangan meningkat, hingga jasa transportasi lokal ikut kecipratan dampak ekonomi karena banyaknya tim dan pebalap dari luar daerah bahkan luar pulau.

Dengan keputusan LFN HP969 Road Race Championship OFF pada 2026, kekhawatiran akan melemahnya roda perekonomian otomotif pun menguat. Pasalnya, hingga kini belum ada event lain yang mampu memberikan dampak ekonomi sebesar yang dihasilkan oleh LFN HP969 Road Race Championship, yang selama ini dikenal selalu ramai peserta dan penonton serta menjadi salah satu tulang punggung ekonomi dunia balap nasional.

Roda 2 IMI Jabar Tuntaskan 4 Kejurda 2025 2 Minggu gaspol..!!!!!

4 Kejurda bidang Roda 2 dituntaskan dalam 2 minggu

OtomotifZone.com-Bandung. Musim balap 2025 menjadi puncak prestasi IMI Jawa Barat bidang Roda 2 diajang kejuaraan daerah, program yang disusun rapi dengan jadwal yang tetap membuat gelaran putaran akhir 4 kejurda bidang berbeda dituntaskan dalam 2 minggu berturut-turut.

Diawali 20-21 Desember lalu, dibawah komando Irvan OC langsung gaspol, dalam weekend bersamaan, putaran 3 balap motor sukses digelar di sirkuit Gery Mang Subang dengan melahirkan para juara-juara umum dikelas wajib yang dilombakan, begitu juga diajang garuk tanah, sirkuit Bumi Siliwangi Ujung Berung menjadi ajang puncak seri Kejurda MX dan GTX yang digelar bersamaan, dimana Iwan Hermawan sebagai ketua komisi MX mampu menghidupkan kembali kejurda yang diperiode sebelumnya tidak berjalan dengan semestinya.

Derasnya angin pergantian musim kemarau ke musim Hujan tidak menghalangi bidang R2 IMI Jabar bereskan sampai tuntas tak tersisa, setelah seminggu sebelumnya sukses menggelar seri pamungkas Road Race, Motocross dan Grasstrack, Sabtu, 27 Desember 2025 di sirkuit NP Brigif Kujang Kota Cimahi, Sumber production sebagai promotor langganan dan sekaligus dianggap sang penyelemat menuntaskan hajatan pembinaan Kejuaan Daerah Drag Bike dengan melahirkan juara umum di 2 kelas, dimana Riki Butong sabet gelar Juara umum kelas Open dan Andri TB menduduki tahta tertinggi kelas pemula.

“Alhamdulillah, 4 kejurda akhirnya bisa kami tuntaskan dengan lancar, perjuangan keras R2 membuat rangkaian program kami dirampungkan ditahun 2025, terima kasih untuk semua klub penyelenggara, para pengurus yang kerja keras, team dan pembalap dan media yang turut serta mensukseskan gelaran kejurda, lega rasanya penghujung tahun kami bisa menuntaskan 95% program kejurda, hanya punya PR Enduro yang belum bisa kami laksanakan, semoga tahun 2026 sebagai tahun penutup pengambdian kami di IMI Jabar semoga semuanya bisa digelar”, papar Irvan Octavian, selaku Kabid Roda 2 IMI Jawa Barat.

Selamat dan keren, kenapa Roda 2 allout marathon tuntaskan 4 kejurda dalam 2 minggu, pengalaman tahun lalu menjadi catatan penting pengprov, karena ada kejurda yang dituntaskan nyebrang tahun, dan dijawab sekarang. Tidak menyisakan hutang kejurda, hanya mungkin tinggal distribusi untuk para juara umum kali..

Gasspoolll..

Menghebohkan!! H. Putra Deklarasikan HP969 Racing Team — LFN Road Race Selesai di 2025

Screenshot

Otomotifzone.com – JAKARTA. Haji Putra Rizky Bustaman, pemilik dari tim besar HP969 Racing Team sekaligus LFN Tech, di Indonesia. Menyatakan tim balap roda duanya selesai di penghujung tahun 2025.

Pernyataannya itu resmi dan lantang disuarakan, dalam siaran langsung laman pribadi akun instagram HP969 (30/12/2025). 

Tentunya ini menjadi kabar yang sangat mengejutkan, untuk penikmat otomotif Nasional khususnya bidang Racing Indonesia. Tidak henti sampai di situ saja, untuk event balap yang dimilikinya, LFN Road Race Championship sejalan dengan keputusan itu. 

Event akbarnya balap Road Race di Indonesia tersebut, turut diambil keputusan untuk berhenti. Setelah sebelumnya, sempat ada isu akan dijalankannya kembali di 2026 dengan hadiah yang lebih fenomenal lagi. 

Haji putra
Haji Putra — HP969 LFN

“Untuk tim balap HP969 roda dua, saya nyatakan berhenti. Untuk seluruh yang terlibat di dalamnya, semua ke LFN Tech saya sampaikan permohonan maaf. Dari ini sudah bisa dipersiapkan untuk mereka cari tim baru,” ucap Haji Putra dalam rangkuman Live Instagramnya. 

Dirinya lanjut menegaskan, bahwa ini benar-benar keputusannya secara sadar tanpa ada permainan apapun.

“Ini saya ucap benar-benar dengan sadar tanpa ada Gimmick apapun. Lalu nanti ke depannya juga, kalau ada yang merayu saya, saya engga,” lanjut kembali olehnya. 

Bersama keputusannya ini, secara resmi tim balap HP969 Racing Team, LFN Tech, hingga LFN Road Race Championship. Selesai di akhir tahun 2025, dalam putaran balap roda dua Nasional sampai Asia. Setelah semuanya sukses mewarnai sejumlah tahun, di Otomotif Nasional hingga Asia.

Selanjutnya dari ini, ayah dari 2 anak itu mengatakan. Akan segera mempersiapkan dan mengambil seluruh unit miliknya, untuk dijadikan pajangan di rumah terbarunya nanti. 

Selain itu, ia juga menyatakan pamit undur diri juga, untuk sementara waktu dari dunia Media Sosial. 

Lampu Indikator Aki Menyala, Ini yang Harus Dilakukan Pengendara

Lampu Indikator Aki Menyala

Saat mendapati lampu indikator aki menyala pada panel meter sepeda motor, pemilik kendaraan tidak perlu langsung panik. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah melakukan pemeriksaan pada beberapa komponen kelistrikan untuk memastikan sumber permasalahannya.

Secara umum, ada dua kemungkinan penyebab indikator aki menyala. Pertama, arus listrik yang tidak stabil, dan kedua, kondisi aki yang mulai melemah. Arus listrik yang tidak stabil dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti mesin yang masih dalam kondisi dingin atau daya aki yang belum terisi secara optimal. Kondisi ini bisa terjadi kapan saja, bahkan pada sepeda motor dengan aki yang masih baru.

Namun, jika indikator aki menyala akibat kondisi aki yang sudah melemah, maka solusi terbaik adalah mengganti aki dengan yang baru agar performa kelistrikan kembali optimal.

*Sebagian sepeda motor saat ini telah dilengkapi dengan digital panel meter yang mampu menampilkan informasi tegangan aki. Dalam kondisi normal, tegangan aki berada di kisaran 12,3 volt hingga 12,6 volt saat mesin dalam keadaan mati. Sementara itu, ketika mesin menyala, tegangan aki normalnya berada di rentang 13,7 volt hingga 14,2 volt.*

Apabila tegangan aki berada di bawah 12,4 volt, aki perlu dilakukan pengisian ulang (cas) hingga kembali ke batas normal. Namun, jika setelah pengisian tegangan aki tetap berada di bawah angka tersebut, maka aki disarankan untuk segera diganti.

Selain indikator pada panel meter, terdapat beberapa tanda lain yang menunjukkan aki sepeda motor sudah waktunya diganti. Salah satunya adalah mesin yang sulit dihidupkan, terutama setelah sepeda motor tidak digunakan dalam jangka waktu lama. Kondisi ini menandakan daya simpan aki sudah menurun dan tidak mampu menyuplai listrik secara optimal.

Tanda berikutnya adalah starter elektrik yang tidak merespons atau hanya mengeluarkan bunyi “klik” saat ditekan. Hal ini menunjukkan aki tidak lagi mampu menyediakan daya listrik yang cukup untuk menyalakan mesin. Selain itu, suara klakson yang terdengar lebih kecil atau tidak nyaring juga menjadi indikasi bahwa aki sudah melemah, karena suplai daya listrik yang tidak maksimal.

Faktor usia pakai juga perlu diperhatikan. Umumnya, aki sepeda motor memiliki masa pakai sekitar dua tahun atau lebih, tergantung pada kualitas aki dan pola penggunaan kendaraan. Seiring bertambahnya usia, kemampuan aki dalam menyimpan dan menyalurkan daya listrik akan menurun.

Tanda lainnya yang kerap muncul adalah cahaya lampu utama sepeda motor yang terlihat redup. Kondisi ini menandakan suplai listrik dari aki sudah tidak optimal dan perlu segera diperiksa.

“Untuk menjaga seluruh komponen sepeda motor tetap dalam kondisi prima, lakukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala di bengkel AHASS terdekat. Manfaatkan pula layanan kunjung AHASS serta booking service untuk mendapatkan pelayanan yang lebih praktis dan bebas antre,” ujar Ade Rohman selaku Sub Department Head Technical Training PT Daya Adicipta Motora.

Aturan Klub IMI Berpotensi Direvisi, Peran IMI Provinsi Menguat

OtomotifZone.com – Jakarta, Pembuatan klub dalam struktur organisasi Ikatan Motor Indonesia (IMI) kembali menjadi perbincangan di kalangan pelaku otomotif nasional. Hal ini seiring dengan mekanisme pendaftaran klub yang saat ini dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi “Gaspol!”, aplikasi resmi milik IMI Pusat.

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat yang ingin membentuk klub otomotif cukup melakukan pendaftaran secara online. Selama data dinyatakan lengkap dan telah diterbitkan Tanda Keanggotaan Terdaftar (TKT) oleh IMI Pusat, maka klub tersebut secara sah menjadi bagian dari keanggotaan IMI di provinsi tempat klub itu didaftarkan.

Hal ini dijelaskan langsung oleh Nasta O Nasrul Abit, yang saat ini menjabat sebagai Deputi Organisasi IMI Pusat. Ia menyebut bahwa sistem ini sejatinya telah berjalan sejak periode sebelumnya.

“Sejak periode sebelumnya, seingat saya di akhir 2022 atau awal 2023 sampai sekarang, pembuatan klub bisa melalui aplikasi Gaspol!. Sepanjang sudah terdaftar dan sudah dikeluarkan TKT IMI Pusat, berarti klub tersebut sudah menjadi bagian dari anggota IMI di provinsi yang bersangkutan,” ujar Nasta kepada tim redaksi.

Namun demikian, ke depan mekanisme tersebut berpotensi mengalami perubahan. IMI Pusat tengah merancang skema baru, di mana pembuatan klub akan kembali melibatkan peran IMI Provinsi melalui sistem rekomendasi, dengan syarat dan ketentuan yang akan diatur secara resmi.

“Ke depannya, untuk klub baru akan diwajibkan mendapatkan rekomendasi dari IMI Provinsi. Tentu ada syarat dan ketentuan yang mengatur hal tersebut. Ini akan kita bahas di Munaslub dan perubahan AD/ART yang akan dilaksanakan nantinya,” lanjut Nasta.

Ia menegaskan bahwa wacana pengembalian kewenangan ini akan diputuskan dalam Munaslub perubahan AD/ART yang direncanakan berlangsung tahun depan. Keputusan akhir sepenuhnya bergantung pada persetujuan forum.
Menariknya, dalam rancangan tersebut juga disiapkan mekanisme pengawasan. Apabila IMI Provinsi tidak menindaklanjuti pengajuan pembuatan klub dalam waktu maksimal tiga bulan, maka IMI Pusat akan turun tangan mengambil alih proses tersebut.

Skema ini dinilai sebagai upaya menjaga keseimbangan antara kewenangan daerah dan pusat, sekaligus memastikan pelayanan organisasi tetap berjalan efektif tanpa menghambat minat masyarakat dalam membentuk klub otomotif di bawah naungan IMI.

Klub adalah asset pengprov, sudah seharusnya dikelola pengprov. Pusat hanya member rekomendasi klub tersebut terdaftar dipengprov, sudah memenuhi syarat minium jumlah anggota apa tidak. Dan pusat hanya menerbitkan TKT jika syarat minimal 15 anggota terpenuhi.