Beranda blog Halaman 987

Marc Marquez is Back di Sachsenring Jerman 2021

0

OtomotifZone.com. Marc Marquez is back, itulah yang terjadi di MotoGP seri Jerman 2021 yang berlangsung di sirkuit Sachsenring, Minggu (20/6). Rider tim Repsol Honda ini berhasil meraih juara dan naik podium teratas untuk pertama kalinya pada musim Ini.

Memulai start berada di grid ke lima, The Baby Alien langsung berusaha masuk ke barisan depan dan langsung bertarung sengit dengan Aleix Espargaro, pembalap tim Aprilia yang memimpin di urutan terdepan. Usaha Marquez pun berhasil dan merebut posisi dari Espargaro dengan hanya satu putaran, hingga sempat terlibat saling tukar posisi namun tetap dimenangkan oleh Marc Marquez.

Dalam seri Jerman kali ini, di awal-awal putaran terjadi insiden yang melibatkan tiga rider harus kembali ke paddock. Dimulai dengan Danilo Petrucci dan Alex Marquez yang terlibat crash di tikungan 1 pada lap ke 5, sehingga keduanya tidak dapat melanjutkan balapan.

Marc Marquez is back di sirkuit Sachsenring Jerman 2021

Selang satu lap berikutnya yaitu di putaran ke 6, Lorenzo Savadori mengalami insiden tinggal setelah tergelincir di tikungan 10. Selanjutnya, di lap 10 bendera putih sempat dikibarkan oleh flag marshall karena hujan mulai turun dan menandakan jika para pembalap diperbolehkan untuk mengganti motor dengan grip ban yang sesuai terhadap cuaca.

Baru di seri ke delapan ini Marc Marquez kembali menunjukkan kans juaranya setelah di putaran pertama masih absen akibat masa pemulihan akibat cedera, dan di seri berikutnya belum dapat berbuat banyak dalam menggapai podium.

Masuk ke lap-lap akhir, The Baby Alien terus melenggang jauh meninggalkan Miguel Oliveira di posisi kedua dan Fabio Quartararo yang ada di urutan ke tiga hingga akhirnya mencapai garis finish di posisi terdepan.

Congrats, Marquez!

Penulis : Obeth | Foto : motogp

Hasil Moto2 Sachsenring 2021 : Race Pace Remy Gardner Konsisten Hasilkan Juara

0

OtomotifZone.com-Jerman. Lap awal kelas Moto2 seri 8 sirkuit Sachsenring, Jerman 20 Juni 2021 mungkin bakal menebak juara akan di raih duet Red Bull KTM lagi seperti dua seri terakhir. Remy Gardner dan Raul Fernandez sudah nempel macam team order. Keduanya dalam satu lap sudah membuat jarak dengan rombongan kedua.

Sial bagi Fernandez yang harus out ke gravel tak bisa ikuti buritan nomor 87. Peluang ini membuka jalan bagi yang lain. Duet KTM memang sedang di atas angin dan Remy Gardner kembali mendulang point terbaik lagi.

Remy Gardner
Remy Gardner raih angka 25 lagi…

Terlihat dari race pace waktunya konsisten hampir sepanjang lap. Juara dengan catatan apik sepanjang lap. Berikut hasil racenya..

Hasil Moto2 Sachsenring 2021

Penulis : Hafid | Foto : MotoGP

Hasil Moto3 Sachsenring 2021 : Pedro Acosta Menang Dengan Peringatan!

0

OtomotifZone.com-Jerman. Tiga balapan sejak seri Jerez Pedro Acosta terlempar dari podium. Menembus point terbaik juga juara tampak kualahan. Roda nasib baik pembalap Red Bull KTM Ajo tersebut kembali membuat kejutan di seri 8 Moto3 sirkuit Sachsenring, Jerman 20 Juni 2021. Namun kemenangan Acosta dengan peringatan. Apa sebab?

Dalam pertengahan lap Acosta mendapat sinyal dasboard warning track limit. Lengketnya antar pembalap setiap sudut lap dirinya harus jaga emosi mengatur limit keluar agar tak menginjak area hijau. Setiap lap serangan dan tekanan ala Moto3 memang bukan main-main.

Pedro Acosta
Pedro Acosta kembali tapaki podium juara.

Kacau dikit bisa berabe. Hasil kesabaran Acosta berbuah manis. Lap terakhir walau sempat di sikat Fogia dan rekan lain. Dia mampu mewujudkan juara setelah libur tiga seri tanpa podium.

Berikut hasil racenya.

Hasil Moto3 Sachsenring 2021

Penulis : Hafid | Foto : MotoGP

Lihai Soal Corner Speed, Kenapa Di Sachsenring Yamaha Memble?

0

OtomotifZone.com-Jerman. Urusan top speed sudah di akui Yamaha baik team maupun pembalap, mereka kalah dengan lainnya. YZR-M1 punya keunggulan di tikungan alias Corner speed karena kestabilan powernya. Namun apa yang terjadi di MotoGP Sachsenring. Empat penunggang Garputala hanya satu yang lolos di urutan depan yaitu Fabio Quartarao. Lainnya terseok-seok di grid belakang.

“Itu benar-benar sulit. Saya merasa tidak enak dengan motor hari ini, sebenarnya sepanjang akhir pekan kami sedikit kesulitan seperti semua Yamaha. Tapi saya berhasil mendapatkan lap yang cukup bagus. Pada putaran pertama saya di putaran kedua ada banyak pembalap di trek, tapi saya berhasil melakukan putaran kedua dengan baik dan kami tidak jauh dari pole. Saya memberikan 100% saya dan itu yang terbaik yang bisa saya lakukan, jadi saya senang. Besok kami akan mencoba membuat awal balapan sebaik mungkin. Kami memiliki kecepatan yang baik, jadi kami akan melihat apa yang bisa kami lakukan dalam balapan,” kata optimis dari Quartararo.

Untuk duo Petronas SIC kendala setiap balap selalu ada mengingat kesetaraan motor. Valentino mempunyai motor bagus namun kalah dengan rider muda, sementara Morbideli cukup bagus kurang support motor spek factory.

Yang cukup aneh adalah Maverick Vinales. Dia start di grid 21!! Top Gun masih bingung apa penyebabnya. “Saya tidak tahu persis di mana masalahnya, tetapi kami sedang mengerjakannya. Sulit untuk mengatakan hal lain tentangnya saat ini. Kami mencoba bekerja pada motor, pada tikungan cepat juga putaran motor. Kami akan melihat apa yang bisa kami lakukan besok,” kata Vinales.

Penulis : Hafid | Foto : MotoGP

MotoGP Jerman Start Terdepan, Tinggal Tunggu Atraksi Johan Zarco

0
Johann Zarco - Rider MotoGP Asal Perancis. Foto: Istimewa

OtomotifZone.com-Jerman. Semenjak naik level ke MotoGP selebrasi Johan Zarco sudah tak pernah terlihat lagi. Sebenarnya podium selalu didapat pembalap prancis ini sejak gabung Tech3 di tahun pertamanya. Hanya minus saat gabung KTM saja musim 2019. Ada harapan ketika masuk seri delapan di Sachsenring, Jerman.

Pole postion pertama musim ini membuka pintu untuk melihat sejenak bagaimana pertarungan nanti. “Saya sangat senang, sensasi yang menyenangkan berada di posisi Pole di Sachsenring. Ini adalah trek yang sulit bagi saya dan Ducati, tetapi potensi motornya sangat tinggi sehingga kami mendapatkan hasil yang baik. Besok kami harus berhati-hati dengan penggunaan ban, tapi untuk start dari pole, saya harap itulah yang akan memberi saya bantuan ekstra,” kata Zarco.

Hati-hati jelas buat Ducati. Layout yang menyuguhkan potensi kecepatan tinggi sepeti jebakan. Di waterfall salah satunya…

Penulis : Hafid | Foto :Pramac

Andalkan Armada Terbaru, RAW Racing Makin Perkasa! Hingga Pecah Rekor!!!

0
Saiful Cibef Dengan FFA Vespa Matic RAW X Racertees

Otomotifzone.com – Tangerang Selatan. Memasuki gelaran kedua drag bike 201 meter milik dari Bodisa Motor Sport, Racing Organizer asal Kota Tangerang Selatan. Salah satu tim yang besar namanya berkat racikan motor matic Vespa, team ini tidak main-main untuk tampil pada ajang kebut sepanjang 201 meter.

Mengandalkan dua armada kebut Itali-nya, tidak ada ampun bagi para kompetitor di kelas yang serupa. Seluruh tangga podium diisi lengkap dengan para pebalap-pebalap utusannya. Sirkuit Non Permanen TNI-AU Cicangkal, Bogor – Jawa Barat pada gelaran drag bike hari pertama (19/6/2021) menjadi saksinya. Bukan main, selain itu juga salah satu Vespa Maticnya yang berpacu di kelas FFA Vespa Matic tembus rekor tercepat waktu di kelasnya.

Tim dengan nama RAW X Racertees pada ajang balap kali ini, pebalap yang terpilih untuk membawa kuda besinya adalah Jhonz Sakera, Sonel Sudrajat, M. Dhiba, Asep Robot, serta Saiful Cibef. Dan pebalap yang sukses mengukir rekor terbaik di kelasnya ialah suhu balap permatic-an, Saiful Cibef dengan waktu 07,770 detik.

Saiful Cibef

“Motor yang saya tumpangi ini perdana. Seri sebelumnya masih dipersiapkan, dan ini pertama penampilannya. Tentunya ini motor segala macamnya hingga spek sangat berbeda, lebih ekstrim. Alhamdulillah hasilnya maksimal dan puas mas, bawa motor ini lebih tenang dibanding yang sebelumnya soalnya lebih baik buat start, jadi tinggal pelajari awalan aja,” terang Saiful Cibef legenda balap matic Indonesia.

Ternyata Otozoners, FFA Vespa Matic ini perdana penampilannya. Di balik layar penampilannya yang memukau, kuda besi berbaju putih ini persiapannya sangat amat mepet hingga beberapa jam sebelum berlaga.

Selebrasi Dari Saiful Cibef

“Sampai tadi pagi jelang siang pun masih nge-las bagian rangka ditambah besi mas untuk penunjang rangka. Soalnya kalo engga dikasih agak meleot dan biar lebih safety. Malamnya masih bolong-bolongin rangka juga. Jajal pun test motor baru di tempat aja. Alhamdulillah semuanya normal. Tinggal rapihin seidkit aja bagian sasis untuk mesin sudah keep close mas,” beber Cibef sapaan bekennya kepada Penulis langsung.

Makin menggila saja bukan pencapaian kelas FFA Vespa Matic, yuk para team, mekanik, dan pebalap semangat lagi untuk risetnya biar bisa menjadi yang terbaik.

Kuasai Dan Tenang, Jhonz Sakera Libas Juara Sleep Engine 200cc

0
Momen Aksi Jhonz Sakera

Otomotifzone.com – Tangerang Selatan. Pasukan Broiler Racing asal Jawa Tengah menggeruduk kejuaraan drag bike milik dari Bodisa Motor Sport. Racing Organizer asal Kota Tangerang Selatan ini kedatangan tamu spesiali bebek 4t 200cc sleep engine. Di mana pada umumnya sudah kita ketahui, bahwa Broiler Racing ini sudah tidak diragukan lagi untuk hasil pencapaiannya di kelas mesin tidur kapasitas 200cc.

Sirkuit Non Permanen TNI-AU Cicangkal, Bogor – Jawa Barat, pada gelaran drag bike Bodisa Motor Sport hari pertamanya (19/6/2021) menjadi saksi kembali untuk kesekian kalinya, Broiler Racing sukses mengunci podium terhormat di kelasnya. Memadukan berbagai nama-nama pembalap TOP, team yang beken dengan logo gambar Ayam ini tercepat dengan waktu 07,462 detik.

Pebalap yang berhasil tercepat dengan waktu 7,4 detik sendirian ini adalah Jhonz Sakera. Jhonz sukses membawa mesin tidur 200cc berlabelkan Broiler Budi Daya Fanterra melesat baik dan tidak ada kendala saat lepas start hingga finish.

Jhonz Sakera #45

“Alhamdulillah mas. Motor ini sudah enak tinggal gimana penyesuaian si pebalapnya aja. Untuk race kali ini engga ada perubahan besar sama sekali. Cuma setting sedikit kecil aja, terus sama rubah dan geser gear,” buka Jhonz 45 langsung kepada Penulis.

Pasalnya rekan sejawatnya dalam membawa kuda besi berbaju hijau kebut ini, Arif Tijil dan Wildan Anharu sedikit mengalami masalah saat sudah lepas start. Arif Tijil alami miss gear dan Wildan Anharu alami sedikit slide.

“Tadi balapan aku tenang, dan fokus buat bawa motor. Soalnya ini karakter Sirkuit berbeda karena layout dipindahin juga. Ini debu engga banyak tapi kalau start si aspal itu ikut, kalau Sirkuit satunya lagi yang sebelumnya debu banyak tapi si aspal padat engga ikut mas,” ungkapnya kepada Penulis.

Wijaya Racing Kediri Berjaya Di FFA Herex Bersama Raka Komang

0
Penampilan Raka Komang Di Drag Bike Bodisa 201 Meter 2021

Otomotifzone.com – Tangerang Selatan. Bermain dengan bangga dan percaya diri, tim asal Kediri – Jawa Timur yang berangkat dengan sengaja bertolak dari home basenya, hingga menapaki Bogor – Jawa Barat nampaknya langsung memberikan penampilan yang beringas dan tidak main-main.

Team asal Kediri tersebut ialah Wijaya Racing Kediri. Menduetkan pebalap kuncinya Adit Coco dan Raka Komang, pada gelaran hari pertama Bodisa Drag Bike 201 Meter di kelas FFA Herex, tim dan pebalap langsung menunjukan kemampuannya, (19/6/2021).

Raka Komang pebalap didikan Wijaya Racing Kediri yang berhasil menjadi tercepat dengan waktu menggila di kelas FFA Herex. Catatan waktunya adalah 07,253 detik. Namun sayang rekan satu timnya, Adit Coco harus mendapat apel merah alias jump start, andai saja tidak mendapatkan itu Adit mungkin bisa menjadi yang pertama pasalnya JS yang dialaminya ialah tipis dan waktu lebih cepat 7,1 detik.

Raka Komang – Wijaya Racing Kediri

“Herex ini tidak lakukan repair, setting dan sebagainya, hanya sempat ganti oli aja. Soalnya ini motor laga juga, settingannya pun masih sama seperti sebelumnya. Di sini tinggal langsung gass aja. Harusnya ini bisa lebih baik lagi mas, tapi mungkin karena ini ada kendala di aspal Sirkuit. Kali ini berbeda dari Sirkuit sebelumnya, ini pasir debu engga ada tapi kalau start ikut angkat, kalau satunya lagi itu sebelumnya, pasir debu ada tapi aspal padat,” jelas Raka Komang langsung kepada Penulis.

Herex yang memiliki penampilan “nyeleneh” alias lain dari pada yang lain, di mana motor herex ini menggunakan fairing sendiri di antara para pesaingnya. Ternyata menurut penuturan sang juara FFA Herex, dirinya mengungkapkan itu memiliki fungsi bukan hanya sekedar style saja.

FFA Herex Wijaya Racing Kediri

“Pakai fairing ini ada fungsinya mas. Bukan Cuma style aja, saya sendiri jadi lebih fokus pandangannya, apalagi kita bawa motor si angina engga kena bada kita, dia langsung terbelah aerodinamis gitu mas jadinya,” tutur Raka langsung kepada Penulis.

Juara Perdana All Matic Series, Begini Kata Eza Sang Juaranya

0
Aksi Eza Yudha Dengan Vario GSHT Racing

Otomotifzone.com – Tangerang Selatan. Bodisa Motor Sport selaku penyelenggara drag bike 201 meter, yang berlangsung di Sirkuit NP TNI-AU Cicangkal, Bogor – Jawa Barat telah melangsungkan kegiatan balap motor drag pada hari pertamanya (19/6/2021). Pada hari perdana terselenggaranya ini, Bodisa memiliki kelas baru di balapannya.

Kelas baru ini merupakan salah satu di antara 3 kelas yang dimilikinya. Kelas baru yang pertama kali telah berlangsung ialah All Matic Series NON BU (Max 250cc). Kelas yang dikhususkan untuk kawanan Matic harian ini memiliki regulasi ban besar atau standard tidak menggunakan velg ban kecil, memakai body harian full, dan pastinya kapasitas mesin tidak lebih dari 250cc, lalu selebihnya bebas.

Sebagai kelas perdana yang mengaspal di Cicangkal, keluar juga jawara perdananya di kelas ini. Pebalap yang berhak itu adalah Eza Yudha, pebalap asal Ibu Kota Jakarta. Eza yang luwes dengan motor matic ini, berhasil mencatatkan dirinya menjadi yang pertama dan tercepat dengan catatan 08,529 detik, dengan Matic Vario milik GSHT Racing.

Eza Yudha Pebalao Asal Jakarta

“Alhamdulillah ya mas. Untuk perdana mungkin jumlah peserta di kelas ini segini. Tapi sudah bagus kok, terlebih ini menurut saya juga baik untuk ke depannya. Sebab pada sekarang ini ramai banget matic-matic kaya gini di dunia otomotif ya khususnya. Ini merupakan sebuah wadah juga pastinya cocok banget dari pada ugal-ugalan ngebut engga jelas yang bisa jadi engga baik, lebih bagus di sini,” terang Eza Yudha langsung kepada Penulis.

Eza Yudha juga mengajak untuk semua rekan yang memiliki hobi tercandu dengan drag bike khususnya, apalagi memiliki matic seperti ini untuk lebih baik menuangkan di wadah seperti ini. Sudah hobi tersalurkan, aman, dan kalau berprestasi bisa mendapatkan apresiasi lebih. Yuk ramaikan kelasnya.

Dapat Tenaga “Lebih”, “Helicopter” Akhirnya Mendarat Di Podium

0
Momen Eza Chemonk Saat Menunggangi Helicopter HRC Tensi Naik Kingland

Otomotifzone.com – Tangerang Selatan. Usai sudah penantian dari armada yang melegenda pada Dunia Herex Jabodetabek tepatnya Jakarta Selatan, dan sekitarnya di era tahun 2000-an. Herex tersebut yang sudah mendekam lama di goa persembunyiannya akhirnya keluar dan berakhir mampu untuk menapaki tangga juara. Berbasic mesin Honda, motor balap ini bertarung sengit di tengah persaingan ketat Bodisa Drag Bike 201 M 2021.

Balapan yang terselenggara di Sirkuit NP TNI-AU Cicangkal, Rumpin, Bogor – Jawa Barat telah melangsungkan balapan hari pertamanya (19/6/2021), Herex garapan HRC Ceria Rempoa, Jakarta Selatan ini tidak mau tampil setengah-setengah. Pasukan happy ini menduetkan pebalap kuncinya Mas Bogi dan juga pebalap muda bertalenta Eza Chemonk.

Momen Eza Chemonk Saat Menunggangi Helicopter HRC Tensi Naik Kingland

Motor yang diberi nama Helicopter ini berhasil menapaki jejaknya di podium 5 bersama Eza Chemonk. Meski hasilnya belum maksimal, namun Penulis tahu betul bagaimana proses perjalanannya, dan waktu yang berhasil Helicopter catat dengan baik adalah 07,902 detik. Untuk rekan setimnya Mas Bogi harus berpuas dengan mendapatkan apel merah alias jump start.

Eza Chemonk #154

“Motor ini tenaganya udah lebih  baik dari sebelumnya. Dari semenjak ini baru balap lagi katanya, saya sudah naiki. Sekarang tinggal lanjutin PR aja si mas,” Ungkap Eza Chemonk langsung kepada Penulis.

Helicopter, FFA Herex garapan Krisna alias Kumis HRC Ceria Rempoa, pada balapan ini mendapatkan pembaharuan pada mesin dan kaki-kakinya. Bagian yang mencolok adalah Mesin seperti Seher, Crack Case, Kruk As, CDI, Karburator, Hingga Ban. Bannya mengagetkan di mana menggunakan produkan dari Kingland Tire.

Ban Belakang Kingland

“Ini kita coba mas, ban nya ini menurut saya pribadi untuk yang dulu pernah saya jajal seperti kompetitornya lebih baik ini. Namun untuk kompetitor yang masih menjadi andalan bagi yang lain sudah hampir mirip. Bicara compound ini sudah bagus, tinggal hanya memperbaiki bagian profile aja mas. Saya sendiri tadi Alhamdulillah engga ada slide, sprint sejenisnya. Overall good mas,” pungkas Mas Bogi pebalap kunci yang menjadi andalan HRC Tensi Naik team yang dibela saat berlaga kala tadi.