
OtomotifZone.com-Purwokerto. Sirkuit balap dua jalur dinilai banyak resikonya. Setelah melihat senggolan Syahrul Amin dan Agus Setyawan di MP2 110cc kemarin, Syahrul mental ke arah jalur melawan arus. Atau Samsul Arifin yang pontang-panting mengendalikan motor menerjang karung pembatas track setelah menghindari tabrakan Doohan Akbar dengan Tommy Orlando di final motoprix Purwokerto pekan lalu. Banyak kritik dan saran dari beberapa insan dunia balap motor.

Motor dalam kecepatan tinggi bisa-bisa adu kambing dengan motor dari arah yang berlawanan kalau ada kejadian seperti itu lagi. “Ngeri lihat Syahrul Amin keluar track kemarin. Untung pembalap dari arah berlawanan tahu ada motor nyelonong. Coba kalau motor Syahrul jatuh pas dari arah sana pembalap sedang fight. Mungkin ada kejadian yang fatal,” ucap Agung Setiawan.

“Seperti di Maguwoharjo Jogjakarta yang digunakan kejurnas tahun lalu juga begitu. Sempit sekali, tidak aman buat motor hight speed. Sebenarnya mau dibuat mengelilingi stadion tapi harus bayar lagi,” tutur Nugroho Wijayanto dari IMI Jogja.
Cuma saran dari OZ, kalaupun terpaksa dibuat dua jalur ada baiknya pemisah jalur ada pagar seperti di Malaysia Cup. Mereka memasang pagar di tengah-tengah pembatas yang memisahkan lintasan yang di bagai dua jalur.Seumpama ada motor yang out tidak nylonong ke arah berlawanan. Maaf, Cuma saran lho.. Untuk balap yang lebih aman dan nyaman saja intinya.
Penulis : Hafid | Foto : Hafid

