Pertamina Vs Pertamini : Siapa Yang Harus di Tegur?

    0
    1484

    OtomotifZone.com – Bandung. Pertandingan tinju antara Pertamina dan Pertamini kembali memanas sejak adanya siulan protes dari kubu kuda laut yang mengundang nafsu tanding lanjutan.

    Ronde kali ini diprediksi akan menjadi pertandingan yang sangat sengit karena pukulan antara kedua petinju memiliki karakter power full. Pertamina memiliki pukulan andalan jab wong besar sedangkan kubu lawan memiliki special jab wong cilik.

    Mengapa Pertamina bisa mengundang nafsu si Pertamini? Itu karena  perkataannya yang menyatakan Pertamini telah meniru pukulan andalannya, lalu Pertamina menilai si pertamini ini kurang safety.

    Waduh-waduh si Pertamini gak pake sarung tinju apa ya, jadi si Pertamina ini merasa diberatkan dalam pertandingan.

    Ini sebenarnya ngomongin apa sih?jika anda belum ngerti mungkin butuh pencerahan dari berita yang dipublish oleh media CNN Indonesia, hari Senin, 21/11/2016.

    Setelah saya melihat di medsos, rupanya pertandingan ini sudah banyak menuai komentar pro dan kontra. Yah biasalah kita kan sudah Negara demokrasi jadi bisa berpendapat dimana saja, tapi harus ingat kata prof. Dr. Ir. S. Siriasumantri untuk berkomentar konstruktif bukan destruktif.

    Waduh pak ini bahaya loh kalau dibiarkan lama, kita butuh segera wasit yang dapat menenangkan kedua kubu ini. Bisa-bisa ini bukan lagi pertandingan yang supportif tapi sudah pada anarki.

    Masih mending petinjunya yang anarki, kalau sampai mengundang penonton anarki, Ring tinju bisa diobrak-abrik tuh pak. Saya sebagai orang so kritis mencoba ngobrol dengan Pertamina melalui email, rupanya dibalik ini semua ada orang ketiga yang menjadi pemicu kisruh ini.

    Staff Contact Pertamina, Kiki menginformasikan bahwa pendirian SPBU Pertamini bukan dari rekan kerjasama Pertamina, melainkan Pertamini merupakan gagasan masyarakat Indonesia untuk menjual bensin eceran.

    “Untuk perihal kerjasama antara pihak SPBU Pertamina dengan pihak pengecer/Pertamini, kami tidak memiliki informasi lebih lanjut,” Kata Kiki lagi, melalui sebuah tulisan di email.

    Dari informasi tersebut kita dapat simpulkan bahwa Pertamini bekerjasama dengan pihak SPBU Pertamina. Bukankah Pertamina bekerjasama dengan pihak SPBU Pertamina?lalu kenapa sampai tidak mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kerjasama SPBU Pertamina dengan Pertamini?

    Harusnya pihak Pertamina menegur rekan kerjasamanya, sebelum menegur para pengusaha rakyat kecil-kecilan ini.

    Bila kita lihat jarum sejarah, sebagian kelahiran Pertamini diawali dasar kerjasama dengan pihak SPBU. Tak dipungkiri Memang bila dilihat secara sekilas, tidak ada informasi yang jelas mengenai jenis usaha Pertamini ini kepada masyarakat.

    Mengenai kualitas bahan bakar, safety, dan akurasi kuantitas memang Pertamini masih diragukan karena sejauh ini belum ada lembaga yang konsen mengawasi jenis usaha ini.

    Apa yang menjadi lebih penting adalah mencari solusi yang tidak merugikan semua pihak, jangan sampai ada kata wong besar membunuh perekonomian rakyat kecil.

    Jangan hanya marah tapi lepas itu beres cuci tangan, seakan mereka yang kecil bersalah. Bukankah yang dewasa harus bisa mengayomi dan mengajarkan apa yang baik kepada yang masih kecil dan harus bertanggung jawab atas persoalan ini.

    Siapakah wasit yang akan muncul untuk menangani ini? Kita tunggu saja bersama, sambil menyeruput kopi dan mengingat kata Prof. Jujun “Ketika teleskop berakhir dan mikroskop memulai, bertanya Victor Hugo, manakah diantara keduanya yang lebih mampu menyibak panorama?”.

    Penulis : Jody Rusli | Gambar :koleksikartunmania.blogspot.co.id Karya Teguh