OtomotifZone.com – Tulungagung. Terjawab sudah janji Sulung Giwa Ayoba dari tim Yamaha Bahtera Racing Team akan menjuarai di Yamaha Cup Race (YCR) seri 2 tahun 2016 kemarin di sirkuit GOR Lembu Peteng kuto anyar kecamatan Tulungagung (20/11).
Meski Sulung tidak menjuarai semua kelas katagori Seeded, namun Sulung sudah mempersembahkan hadiah untuk Hari Jadi Tulungagung ke 811 sebagai tempat tumpah darahnya dari kelas YCR1 saja.
Cukup spektakuler jalan Sulung menjadi jawara di kelas YCR 1 ( Moped 150 cc tune up Seded), karena posisi jawaranya malah hasil dari rekan satu tim nya yakni hasil Fight Dicky Esra dan Aldhila Eka Darma dari tim yamaha Putra Anugrah.
Yang akhirnya keduanya terjatuh di tikungan sisi timur sirkuit GOR Lembu Peteng, dan memberi peluang Sulung Giwa melenggang di posisi terdepan.

Sedangkan di YCR2 ( Moped 125 cc tune up Seeded) Nasib Sulung tak semujur di kelas YCR1. Pasalnya dia ingin over taking #52 Aldhila Eka Darma dari sisi dalam di dua tikungan terakhir menjelang garis finis, dalam waktu bersamaan malah Dhila terjerembab lebih dulu karena roda depan motornya menabrak tumpukan ban pembatas trek sirkuit. Bahkan Dhila juga lebih dulu bangkit berdiri dan mengejar hingga finish posisi ke 3.

Gagalnya Sulung membuat YCR2 gagal podium all Yamaha Bahtera team.

Aksi ini mewarnai Yamaha Cup Race seri 2 tahun 2016 kemarin, disamping beberapa kelas seru yakni di kelas YCR4 dimana Nuansa PON XIX Jabar kembali terjadi. Kelas Moped 125 cc tune up pemula A ini akhirnya tiga pebalap ex PON XIX Jabar kemarin naik podium semua yakni Podium 1 di raih Faisal Baharudin, posisi ke 2 M.Faerozi dan sebagai posisi ke 3 Sakti Andre.
Apa komentar punggawa IMI Jatim akan hal ini. “ Saya tentunya sangat bangga, meski tahun ini adalah kesempatan terakhir ketiga pembalap ini naik jenjang katagori seeded nasional yakni Faisal dan Andre karena usia dan prestasinya selama ini, sedangkan M.Faerozi atau akrab disapa Feros Kuncir bakal naik jenjang pemula A Nasional “ bilang Bambang ‘Kapten’ Haribowo ketum IMI pengprov Jatim.

Menyinggung soal sirkuit balap motor di GOR Lmbu peteng ini, Kapten hanya memberi tanggapan bahwa masih banyak yang dibenahi, terutama kualitas aspal yang masih bumpi. “ Bukan tidak mungkin tahun depan IMI Jatim akan mengambil Kejurnas balap motor di sirkuit ini sebagai sirkuit alternatif sesudah Stadion Kanjuruhan kepanjen Malang. Mudah – mudahan penontonnya lebih banyak ketimbang di Kepanjen “ lanjut Kapten.

Soal trek yang yang mempunyai 10 tikungan tersebut memang direkayasa panjang total mencapai 800 meter, sebenarnya sudah memenuhi kriteria untuk kejurnas Motor Prix, namun bagi tim balap menyebutnya trek teknikal, yakni harus benar – benar menguasai teknik balap disamping performa motor juga.
“ Saya menyebutnya demikian karena trek lurus kurang dari 100 meter sebenarnya membuat racikan gigi rasio mempunyai karakter tersendiri, sedangkan akselerasi tenaga mesin besar sebenarnya kurang cocok karena bakal terjatuh jika langsung buka throttle seketika apalagi di tikungan putar balik “ jelas Deddy Permadi instruktur dari Yamaha Bahtera racing Team Tulungagung.
Kita Tunggu kiprah rider Yamaha di YCR seri ke 3 yang bakal digelar awal Desember di Tasikmalaya Jabar.
Penulis : DIKi | Foto DIKi

