
OtomotifZone.com – Surabaya. Dipenghujung tahun 2018 ini, kembali IMI Pengprov Jatim menggelar Prarakerprov untuk tahun 2019. Bertempat di Lantai 2 Hotel Kampi Jl.Taman Apsari No.3 Surabaya , IMI Jatim menggelar rapat organisasi yang membahas beberapa hal penting jelang kegiatan tahun 2019 (27/12). Mulai dari sosialisasi tentang IMI Jatim Penuli Tsunami Banten dan Lampung, juga pembahasan kalender Kegiatan IMI Jatim 2019 yang masih berupa kalender pengajuan dari masing – masing Club promotor yang terdaftar di IMI Pengprov Jatim.

Mengintip beberapa jadwal kegiatan di tahun 2019 besok, IMI Jatim masih bakal banyak menggelar beberapa kegiatan dari hitungan yang belum fix namun sudah terdaftar di sekretariat Balap motor (Roadrace) sebayak 28 kagiatan, Dragbike 15, Grasstrack 5 Motocross 4 , dragrace 6. Jadwal – jadwal tadi campur mulai Kejurprov, kejunas dan terbuka. “ Dari beberapa jadwal tadi masih bisa bertambah atau batal tergantung dari surat pengajuan kembali dari masing – masing club. Dan juga jadwal tersebut juga bisa berpindah dari tempat yang terjadwal tadi ke tempat atau kota lain, karena dalam satu kalender tidak mungkin bisa berjadwal dua kagiatan serupa “ jelas Achmad Taufik Kabid Olahraga IMI Jatim.
Menyinggung Kegiatan Kejurnas atau kejurprov, diharapkan club dibawah naungan IMI Jatim tidak menggelar minimal 1 minggu sebelum kegiatan yang sama. Ini berkaitan dengan tim – tim balap dalam persiapkan motor yang akan mengikuti kegiatan yang bersifat kejurnas atau kejurprov.
Santer bahwa tahun 2019 kelas MP2,4,6 di cabang balap motor bahwa motor diperbolehkan Mix ( campuran Injeksi dan Karburator) dalam rapat Pararakerprov ini pula ditegaskan bahwa hal tersebut masih belum ada juklak yang pasti. “ Kelas MP1,3,5 tetap motor bebek kapasitas 150 cc Injeksi, sedangkan MP2,4,6 tetap bebek kapasitas 125 cc injeksi. Karena masih belum ada juklak resmi dari PP IMI Komisi Teknik “ Jelas Angga Wijaya anggota Komisi Teknik IMI Jatim.
Dari cabag Dragbike tahun 2019 bakal pergunakan ban merk bebas dengan logo SNI, sosialisasi penggunaan ware pack di semua kelas supporting, juga ada penjelasan rinci kembali akan beberapa regulasi teknis. Yang nantinya bakal di atur penempatan saja sesuai besar kapasitas mesin mulai kelas Wajib DB1,2,3,4 yang selama ini masin DB1 bebek tune up 130 cc, DB2 bebek 4 tak tune up 200 cc, DB3 sport 2 tak tune up 155 cc rangka standart , DB 4 Matic tune up 200 cc . kelas – kelas tersebut bakal di rubah tempatnya saja. Menekankan pada kelas sport 2 tak 155 cc rangka standart Agung Siswanto Biro balap motor IMI Jatim menegaskan bahwa sport 2 tak 155 cc rangka standart kondisi mesin tetap standart pula bukan lantas mesin sudah hasil korekan tune up. “ Ini bisa dibuktikan setelah nanti scrutinering dari biro teknik, kriteria apa saja perbedaan standart dan tune up” kata Agung Siswanto.
Di cabang Motocross dan Grasstrack, di tahun 2019 batasan usia minimal untuk junior dan pemula dihilangkan. Aturan Jumpstart bakal dipertegas. Apabila pembalap melakukan jumpstart dan lolos dari starting grid maka pembalap tersebut kena sangsi diskualifikasi langsung. Dan pada garis finis dengan kelengkapan knalpot tidak utuh, maka pembalap kena sangsi turun lima posisi pada urutan finisher. Penentuan katagori pembalap di awal tahun akan ditentukan untuk KIS Katagori pembalap tersebut (C2 GTX atau C2 MX ) . “ Ditambah lagi bahwa peraturan menganjurkan untuk menggunakan alat pencatat waktu ( Transponder) pada setiap kejuaraan dan diwajibkan untuk putaran grand Final, ini sudah hasil hasil Rakornis (Rapat Koorninasi teknis 2018 dari komisi B PP IMI “ jelas Nyoman Wisnu anggota Komisi sepeda motor Motocross / Supermoto PP IMI.

Penulis dan Foto : DIKi

