OtomotifZone.com-Subang, Jawa Barat. Dibalik sukses atau tidak sebuah gelaran yang mendatangkan orang banyak, tentunya ada hal-hal tertentu menyisakan sebuah cerita, baik senang, bahagia, sedih, kekecewaan hingga amarah.
Hal tersebut terlihat dari gelaran Kejurda Balap Motor IMI Jabar 2016 seri 1, dimana sirkuit Permanen Gery mang Subang menjadi tempat hajatan Sabtu-Minggu kemaren (30-31 Juli), secara garis besar berlangsung sukses dan meriah, namun Kabar kurang sedap adanya premanisme di sirkuit kota nanas tersebut sudah berhembus sejak hari Sabtu, sehari sebelum gelaran race final digelar.
Keluhan demi keluhan, umpatan demi umpatan terlontar dari para awak team yang berlaga, mulai dari mahalnya harga parkir hingga “pungutan liar Paddock” peserta gelaran Kejurda oleh preman yang mengatasnamakan karang taruna. DImana secara logika, penyelenggara kegiatan sudah menyewa venue tersebut sudah seharusnya juga sudah mendapat fasilitas tambahan selain sirkuit, yaitu fasilitas parkir dan lainnya di lingkungan sirkuit, namun kenyataanya sangat jauh berbeda.

Peserta dalam hal ini crew dan pemilik team harus merogoh kocek 100 hingga 200 ribu tergantung besar kecilnya team tersebut harus memberikan uang sewa paddock diarea parkir dalam sirkuit kepada preman yang mengatasnamakan karang taruna setempat, bahkan team yang menambah tenda karena banyaknya properti juga dipungut sewa.
“kalau premanisme terus dibiarkan, sirkuit Subang akan sepi, pembalap malas datang kesini, dan promotor juga akan kapok menggelar event disini, masa kita harus bayar, padahal sirkuit ini udah disewa sama panitia, kita jadi sapi perah karang taruna” sungut beberapa crew team yang dipalak.

Preman sejatikah atau ada oknum dibalik semua ini..??? OZ sengaja menelusuri dari berbagai pihak, kegiatan premanisme terlihat sangat terorganisir dan masif, istilah saat ramainya jaman pilpres, barisan sakit hatikah yang merasa tersisih dari campur tangan pengelolaan sirkuit kebanggaan kota Subang atau preman cari untung saat momen..??.
“kami sendiri pelaku otomotif Subang sangat malu dan geram dengan kejadian ini, ini sudah sangat keterlaluan, kami akan segera hearing dengan pihak Pemda Subang, agar pengelolaan sirkuit ini menjadi jelas, pemda harus turun tangan, agar praktek premanisme segera diberantas, apalagi Dandim Subang siap menggempur aksi premanisme disirkuit Gery mang Subang ini” papar senior Subang Otomotif Club (SOC).
Pemerintah Kabupaten Subang harus segera ambil tindakan, siapa yang akan mengelola asset Pemda ini, clubkah..? atau dispenda kah…??? agar preman kampung tidak meresahkan masyarakat otomotif Jawa Barat.
Penulis : Edi Batrawan | Photo : Edi Batrawan

