OtomotifZone.com-Solo. Mantan pembalap motocross cilik asal Solo ini terlihat sudah rajin menapaki podium di level kejurnas ataupun kejurda. Nama pembalap lapis kedua asal Solo setelah Agus Setyawan ini mulai beranjak naik setelah Motoprix di Jogja beberapa waktu lalu. Namun yang paling berkesan adalah Motoprix Cimahi minggu lalu. Apa sebab? Biasa dia memakai Jupiter Z lalu pindah naik Blade. Ternyata dia jadi pembalap pengganti Irfan Ardiansyah di team Simple Concept. “Sabtu baru datang, langsung gas latihan terus qtt mas. Ngabarinnya mendadak soalnya,” kata Pundjul ayah Rayvaldo. Agak kagok yang pasti, tiba-tiba disuruh naik motor orang. Dadakan,beda merk lagi. Tapi ada hasilnya lho. Posisi 4 di race 2 mp5. Cepet adaptasinya bro..

Memang namanya belum setenar seniornya di Solo. Tapi dia diharapkan mampu meneruskan generasi pembalap top kotanya. Tak mudah memang, mengawali karir balap profesional diumur yang sangat belia. Bocah kelahiran 9 Desember 2000 silam sudah balap di umur 3 tahun. “Iya mas, 2003 sudah mulai balap motocross sampai 2005. Berhenti karena patah tulang bahu,” terang pembalap yang tinggal di daerah Gawok, Solo ini.

Berhenti balap cukup lama sebelum benar-benar turun road race tahun ini, “Aldo saya sekolahkan di tempat Dedy Fermadi bulan januari 2014 kemarin. Lalu bulan februari sudal rutin ikut event,” tambah Pundjul. Dia juga belajar lagi dengan beberapa pembalap senior. Salah satunya Gupito Kresna. Dibantu mekanik Bima Aditya. Pembalap The Strokes 55 Racing Team ini terus mengasah latihannya. “Target sampai 3 seri terakhir harus bisa podium lagi mas,” terang Aldo yang pernah membela Pertamina Enduro Mx. Memang berat jadi team privateer. Modal extra pokoknya. Budget minim yang penting ada semangat fighting menjadi yang terbaik. Gas…
Penulis : Hafid | Foto : Hafid



