
OtomotifZone.com-Bandung. Sirkuit sentul kecil bakal memanaskan atmosfer persaingan seri pamungkas Rotax Max Challenge Indonesia 2014 yang bakal diselenggarakan Sabtu – Minggu (27/28) mendatang.
Ketatnya celana renang masih kalah ketat lho dari perolehan standing point dikelas Micro max, Junior Max, dan Senior Max dan Masterlah ini lah yang bakal menyajikan serunya persaingan di tiap kelasnya dan tentunya dikelas lainnya. Panas Membaranya lintasan Sentul saat track kering kalah jauh dengan panasnya persaingan di 3 kelas Junior, Senior dan Master Max untuk mendapatkan tiket ke kejuaraan dunia Rotax yang akan digelar November di Negeri Matador Spanyol
Dikelas Micro Max jumlah total point sementara di pimpin oleh Ariel Andhyka Bahran asal Sumatra Utara from UI Racing Team dengan mengumpulkan 336 point. Disusul ditempat ke dua oleh Muhammad Harist asli DKI yang membela Go!!! Motorsport dengan torehan pointnya 330. Wahhhh,… selisih pointnya cumin 6 looo.
Sedangkan di urutan ke 3 dan 4 masing-masing ada Timothy Antoni Wijaya dengan point 326 dan Sergio Noor dengan point 315. Waduhhh,… masing-masing pointnya saling menguntit. Peluang juara umumnya masih terbuka lebar nih.

Sedangkan di kelas Junior max David Juliano Sitanala asal Maluku dari Go!!! Motorsport pimpiin total jumlah point disusul pembalap dari tim Ton’s Racing asal DKI, M Ferrel Fadhil. Perolehan point 338 diposisi teratas masih belum aman, mengingat point kedua jumlahnya 327. Selisihnya cumin 11 lhoo…
Paling ketat, persaingannya bakal terjadi dikelas Senior Max. Sebab selisih pointnya cumin eh cuman 1 point. Silvano Christian dari DKI binaan UI racing team yang memimpin klasemen dengan 341 point harus maksimal fight nya melawan Ananda Julio Prost asal Kalimantan Tengah dari MBG Racing Team dengan point 340.
Ketatnya persaingan juga terjadi dikelas Master Max dimana Selisih 4 point masih dipimpin Amir Mahfud dari Shadaff Mandiri Motorsport Jabar dengan total point hingga seri 4 164.0 point sementara diposisi 2 dihuni Helmin MZ dengan perolehan 160.0 point, sementara posisi ketiga ditempati Azis Rismaya Mahpud yang satu team dengan pemegang klasemen tertinggi.
Semua 5 besarpun masih mempunyai peluang yang sama untuk menjadi yang terbaik asal pemimpin klasemen dan 3 besar lainnya gagal finish.. semua masih terbuka peluang bagi pembalap underdog lhooo…. semua masih punya peluang sampai bendera finish dikibarkan.
“Juara umumnya bakal mendapat satu tiket untuk terbang ke Eropa mewakili Indonesia di ajang balap gokart level dunia terutama dikelas Junior, Senior dan Master Max” jelas Ade S sang promotor menjelaskan.
Jadi, bisa dipastikan dari sekarang kalau seri final nanti bakal berlangsung seru dengan persaingan sengit. Siapapun jura umumnya nanti, junjung tinggi sportifitas untuk menjadi yang terbaik.
Penulis : Edi Batrawan | Foto : Edi Imola

