BerandaRacing Roda 2GrasstrackPromotor Nakal, Coreng Kejurda Grasstrack Jabar

Promotor Nakal, Coreng Kejurda Grasstrack Jabar

OtomotifZone.com – Majalengka. Gelaran Kejurda Grasstrack IMI Jabar seri 3 2015 sih sangat sukses digelar, Pakusarakan selaku club penyelenggara yang mendapat rekomendasi Pengprov IMI Jabar sudah bekerja maksimal demi menyelamatkan event pembinaan tahunan akibat club lain di wilayah Sukabumi tidak bisa menyelenggarakan event tersebut.

Jumlah starter juga sangat fantastik untuk ukuran gelaran Kejurda, lebih dari 250 starter yang terbagi dalam beberapa kelas juga lancar sampai race terakhir digelar, uang hadiah pembinaan yang disiapkan juga sudah sampai ketangan para jawara dimasing-masing kelasnya.

Naaaaah… yang bikin runyem bin  malu club Pakusarakan dan Pengprov IMI jabar adalah urusan  hadiah tambahan bagi para pembalap. Panitia jauh-jauh hari sudah koar-koar kalau gelaran ini ada hadiah tambahan 3 unit sepeda motor baru buatan Jepun, memang baik niatnya agar pembalap tertarik dan gelaran menjadi ramai dan meriah.

Eddy Eriyanto, pemenang motor yang gagal
Eddy Eriyanto, pemenang motor yang gagal

Demi menyakinkan pembalap dan team, sejak Sabtu pun 8/8 2015 kemarin, hadiah motor bagi Juara Umum sudah terpajang di gelaran Kejurda Grasstrack IMI Jabar seri 3 Majalengka. Namun setelah semua race selesai pihak Dealer menarik kembali 3 unit motor tersebut karena panitia belum menyelesaikan pembayaran. nah lhooo…….

Setelah usai gelaran dan hadiah uang juga telah dibagikan, pembalap dan team yang merasa punya hak langsung menanyakan pada pihak panitia, disinilah awal ramainya masalah hingga berujung Polisi pun menjadi pelabuhan terakhir atas ketidak tanggung jawaban panitia.

Sumpah serapah pun menyeruak dari para pembalap, “penipuan ini namanya. kami berhak atas hadiah ini tapi kenapa harus berujung kebohongan, kami tidak mau tahu pokoknya hadiah yang dijanjikan  harus dapat, ini keringat dan nyawa kami”, sungut Edi Arianto asal Temanggung selaku pemenang kelas Bebek Modifikasi 110 cc Senior.

bebeto Zivani, Grasstracker handal Jabar
bebeto Zivani grasstracker Jabar

Hal senada juga dilontarkan Bebeto Zivani, grasstracker Jabar pemenang hadiah motor, “uang 80 juta buat event sudah keluar dari HJ Dudu. tapi tdk tahu kenapa motor hadiah itu belum dibeli dari dealer, katanya mau dibeli dari uang pendaftaran eh uangnya malah dimanfaatkan sama panitia2 lokalnya sendiri, akhirnya karena ga ada solusi di bawa ke polsek untuk dimusyawarahkan. akhirnya pembalap yang juara umum dapet 10 juta. dan RC juga sudah dibayar dengan Menggadaikan Mobil HJ Dudu, parah banget ini”.

Demi solidaritas, grasstracker senior, Akbar Taufan pun menuturkan, “RC dan karang taruna tidak di bayar, ya mending laporin aja rame-rame  ke polsek sama pembalap”.

Yudi Odoy dari Pakusarakan club
Yudy Odoy menyelamatkan Kejurda Grasstrack Jabar

“Niat kami membantu menyelamatkan event Kejurda grasstrack, dan club Pakusarakan sebagai club yang meminta rekom ke Pegprov IMI Jabar tercoreng dengan kelakuan panitia yang tidak bertanggung jawab, ini sangat disayangkan semua pihak, uang hadiah Kejurda untuk pembalap sudah selasai diserahkan pada pembalap, urusan Kejurda Jabar udah clear tidak ada masalah, harap dicatat, ini bukan kesalahan Pengprov dan club kami, tapi kesalahan promotor atau orang yang merasa dirinya promotor”, ujar Yudi Odoy dari Pakusarakan club.

Zamaludin Geram liat kelakuan oknum
Zamaludin, ketua Juri Pengprov

Zamaludin selaku Ketua Juri Pengprov yang mendapat tugas pun harus begadang hingga subuh di Polsek wilayah Majalengka, “saya selaku Juri dan Pengprov sangat menyesalkan kejadian ini, ini kan bikin malu Pengprov IMI Jabar, apalagi banyak pembalap luar Jabar yang ikut, apa kata mereka yang tidak tahu permasalahan yang sebenarnya, kejadian ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, tugas saya urusan kejurda sudah  beres harus ikut beresin urusan seperti ini hingga harus pulang subuh..!!”.

Mau tenar sih boleh boss, mau pembalap  banyak sih sah-sah aja, tapi kalau harus bikin sengsara orang dan bikin jelek IMI Jabar, itu sih kelewatan, sekali-kali masukin bui aja biar gak anggap enteng masalah….

Penulis : Edi Batrawan | Photo : Aji Nur Syamsie, Edi Batrawan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot