BerandaRacing Roda 2Road RaceRegulasi Umur IMI 2026 Dinilai Salah Arah: Willy Octra Buka Data Lama,...

Regulasi Umur IMI 2026 Dinilai Salah Arah: Willy Octra Buka Data Lama, Pertanyakan Kajian Lapangan

OtomotifZone.com – Jakarta, Polemik regulasi usia balap motor yang direncanakan Ikatan Motor Indonesia (IMI) berlaku mulai musim 2026 kian memanas. Mantan Ketua Komisi Pembinaan Prestasi (PP) IMI, Willy Octra, kembali angkat bicara dengan nada lebih tegas. Ia menilai regulasi tersebut tidak hanya prematur, tetapi juga bertentangan dengan hasil kajian dan keputusan resmi yang telah disepakati dalam forum Rakernas IMI.

Menurut Willy, ramainya perdebatan soal regulasi Motor Prix (MP) justru mendorong dirinya membuka kembali data dan arsip hasil perlombaan nasional dari tahun 2021 hingga 2025. Dari sana, ia menemukan bahwa batas usia pembinaan yang selama ini berjalan tidak pernah berubah dan terbukti efektif.

“Melihat situasi yang lagi rame soal regulasi MP, akhirnya saya buka lagi file-file lama dan hasil lomba dari 2021 sampai 2025. Terkait umur yang diributkan ini seharusnya dilakukan analisa dan kajian di lapangan, bukan hanya melihat kepentingan tertentu. Saya bicara berdasarkan data dan kajian lapangan,” tegas Willy.

Willy memaparkan, selama dirinya menjabat, regulasi usia pembinaan tidak pernah diubah. Beginner tetap di usia 8–12 tahun, Rookie 10–16 tahun, Novice 14–20 tahun, dan Expert 16–50 tahun. Aturan tersebut, kata Willy, selalu dikaji dari tahun ke tahun dan dinilai paling cocok dengan kondisi pembinaan balap motor di Indonesia, baik untuk tim privat maupun pabrikan.

Pada Rakernas IMI akhir 2025, Willy yang juga menjadi peserta Komisi C mengungkapkan bahwa pembahasan regulasi sudah dilakukan secara resmi dan melibatkan usulan dari berbagai provinsi. Dalam materi yang dibahas, komisi mengusulkan:

Expert: 16–50 tahun
Novice: 14–23 tahun
Rookie: 10–16 tahun
Beginner: 10–12 tahun

Termasuk di dalamnya pembahasan penambahan kelas Motor Prix (MP). Namun secara tegas, Komisi C saat itu justru meminta agar regulasi usia dan kelas MP dikembalikan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Willy Otra, ketua penyelenggara MP Batam
Willy Otra, ketua penyelenggara MP Batam

“Alasan pertama, dengan empat kelas saja peserta masih sepi, apalagi kalau ditambah jadi tujuh kelas. EO bisa nombok, apalagi hadiahnya non-kuota,” ungkap Willy.

Alasan kedua, lanjutnya, berdasarkan data dan kajian yang ia pegang, jumlah pembalap pembinaan di tiap region Indonesia masih belum mencukupi. Menurutnya, kondisi peserta baru mulai ramai dan justru tidak ideal jika regulasi usia diubah secara mendadak.

Tak hanya itu, Willy juga menyinggung usulan kelas tambahan Women yang saat itu hanya disetujui untuk region Jawa, karena memang baru wilayah tersebut yang memiliki jumlah peserta perempuan signifikan.

Seluruh pembahasan Komisi C, kata Willy, telah dirumuskan dan disahkan dalam Rakernas. Namun yang menjadi tanda tanya besar, kini justru muncul regulasi usia baru yang berbeda dari materi resmi Rakernas, seperti Novice 15–23 tahun, Rookie 12–16 tahun, dan Beginner 11–14 tahun.

“Pertanyaannya, anak-anak sekolah balap yang umurnya di bawah 11 tahun mau balap di mana? Ini yang harus dijawab Pembalap Indonesia saat ini balapanya sampai ke dunia Internasional awalnya balap dengan motor bebek baru naik ke sport. Kembalikan saja regulasi tahun sebelumnya. Biar MP bisa rame kembali, ” kritiknya.

Willy menilai, jika regulasi ini diterapkan tanpa kajian lapangan yang matang, justru berpotensi merusak sistem penjenjangan yang selama ini sudah berjalan dengan baik.

“Saran saya sederhana. Kalau belum ada kajian nyata dan belum melihat realita di lapangan, tidak usah diubah. Regulasi ini malah berpotensi merusak sistem penjenjangan. Kembalikan saja seperti tahun sebelumnya,” tegasnya.

Ia juga mendorong komisi IMI yang baru dilantik untuk membuka ruang diskusi seluas-luasnya dengan melibatkan tim besar, tim kecil, pabrikan, pengurus lama, serta penyelenggara Kejurnas MP.

“Duduk bersama, diskusi tanpa kepentingan. Kita bicara masa depan balap motor Indonesia,” ujarnya.

Menariknya, Willy juga mengungkap hasil diskusi dengan sesama komisaris dan penyelenggara MP, khususnya terkait kelas Novice. Menurutnya, banyak masukan agar pembalap yang sudah menjuarai kelas Novice diwajibkan naik ke Expert, meski usia belum mencukupi, atau diberikan toleransi penangguhan maksimal satu tahun.

“Justru di situ penjenjangan bisa jalan sehat,” tutup Willy

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot