OtomotifZone.com – Manokwari. melahirkan atau mencetak talenta muda pembalap terbaik di Papua Barat kedepannya menjadi obsesi orang tua Richard Junior. Mengikuti jejak pendahulu yang dapat berprestasi Nasional hingga kancah Asia.
Mungkin itu pula yang mendasari alasan Richard Hutabarat. Mantan pembalap road race Papua di era tahun 2000-an dan kini masih tetap aktif di kelas Exrider. Sebagai orang tua Junior berkeinginan mengembangkan pengalaman Richard Junior berlatih pada sekolah balap Doni Racing School 35 Academy yang beralamat di jl. Raya Sirkuit Sentul Jawa Barat yang dilatih langsung dari tangan dingin Dony Ramdani.
DRS35 Academy menjadi pilihan bagi Ichad Kaka sapaan Richard Hutabarat sangat beralasan sebab di DRS. Padat pembalap berprestasi saat ini masih pertajam pengalamannya di sekolah balap yang menelurkan pembalap handal bertalenta muda pada event bergengsi.
Ketertarikan tersendiri bagi ayah Junior memilih sekolah balap DRS35 Academy. Melihat beberapa pembalap muda kenamaan sarat prestasi hingga sekarang dari penjuru Tanah Air masih kerap terlihat. Sebut saja di antaranya Fahmi Basam, Zivenrozul, M. Haikal serta Fhadil Musyafy yang lebih dulu sekolah di DRS dan berprestasi gemilang pada event tertinggi di Indonesia. Menjadi pertimbangan Ichad untuk Richard Junior.

Meski begitu, Junior kelahiran Manokwari 16 Juni 2011 yang mengawali karirnya di gelaran balap motor masih terbilang baru berkecimpung. Dengan segenggam ilmu dan pengalamannya. Torehan prestasinya pun belum banyak diraih dan masih mengoleksi beberapa piala saja. Dan kini seiring waktu bergulir, darah dan jiwa balapnya terus mengalir tanpa henti ikut dalam kancah balapan motor. Itu menjadi prioritas sang ayah mengarahkan Junior yang kini duduk di kelas VI sekolah dasar ketempat yang tepat agar dapat meraih prestasi yang lebih tinggi.
“Sejak 21 Mei saya masukkan Junior ke DRS, alasannya ya supaya ada lagi bibit baru dari Tanah Papua yang bisa mengikuti jejak pembalap pendahulu seperti Fadil, Ade Ichad yang bisa sampai ke level asia. Untuk saat ini kita sangat kekurangan pembalap muda. Ini yang menjadi tugas kita membantu mencari dan mengembangkan prestasi mereka, untuk mendukung itu semua saya tidak sendiri. Ada bos Rudy 79 pemilik jepara motor manokwari yang banyak mensuport Junior dan pembalap muda lainnya di Papua barat” ungkap Richard Hutabarat.

“Sekiranya ini menjadi acuan juga buat kita yang peduli dengan perkembangan otomotif di Papua, sekiranya menjadi motifasi untuk team, ataupun kepada orang tua yang tertarik untuk olah raga ini untuk dapat mengarahkan ke hal pembibitan dan pengembangan prestasi mereka” Tanbahnya.
Penulis : Alpacino | Foto : Istimewa




