OtomotifZone.com-Boyolali. Pernah beberapa kali ulasan tentang pembalap yang stop gara-gara regulasi umur yang memaksa mereka harus kemana cari hiburan. Wong hobi dan mata pencahariannya di balap, gak bisa balap ya nganggur. Ditambah lagi musim 2015 ini level yang katanya barometer balap tertinggi di Indonesia lagi semrawut. Pembalap yang naik dari Motoprix hanya bisa bermain di level itu. Main Motoprix gak boleh! Balap OMR kadang-kadang.

Penyelamatnya ya event tarkam. Tarkam sih cuma sebutan saja bukan antar kampung seperti singkatan aslinya. Kalau kejurda mungkin bisa di bilang level bawahnya kejurnas. Lha event tarkam ini seperti event diluar keduanya. Jabar atau Jatim mendingan bisa ada event hampir tiap minggu. Lha Jateng bos?? Seperti road race bikinan Event Organizer Gadhuro di Purwodadi, BSMC di Purworejo, di Manahan bulan lalu dan terakhir kemarin Erdeve Racing di sirkuit Alun-Alun Boyolali, Jawa Tengah 5-6 September 2015.

“Ibaratnya ngamen lah mas. Dapat pemasukan dari mana lagi kalau gak balap,” keluh Agus “Kempul” Setiawan yang tahun ini benar-benar berbanding terbalik dengan tahun-tahun sebelumnya. Bisa di hitung tahun ini dia balap berapa kali di event kejurnas. Lha yang veteran macam Agus Bledug, Dwi Cahyono, Jonet Haryanto, Hapsoro Rudito, Dimas Kroechil, Agung Setiawan dan kawan-kawan turut terbantu juga seperti ini.

“Regulasi umur di kejurnas sebaiknya dihapus. Wong kita masih bisa bersaing dengan pembalap muda. Selain itu secara tidak langsung pembalap muda bisa mengasah skill saat balap sebenarnya dengan senior,” kata Agus “Bledug” Setiawan bersama Dwi “Jawir” Cahyono di team Ozza Timuran Motor Solo. Ini Agus Setiawan#62 gurunya Agus Setiawan#47, jangan bingung. Dwi Cahyono yang datang dari Surabaya pun akhirnya bisa menikmati rasanya balap di eranya.

Nyatanya balap kemarin pembalap bangkotan seperti Agus Bledug dan Hapsoro Rudito tetap mampu bersaing dengan pembalap muda. dan Agus47 yang terkenal lihai di generasinnya agak kerepotan saat di kelas open melawan pemula. Lilik Kusnadar selaku orang yang dituakan tetap mengusahakan para juniornya tetap bisa balap. Upaya ini sudah terlaksana saat motoprix Solo beberapa bulan lalu dan sampai event minggu kemarin. “Kami bagaimana caranya tetap memberikan ruang bagi mereka. Termasuk pembalap Indoprix seperti Agus. Ini bukan event kejurda tapi event organizer club, maka kami mengizinkan dia balap,” kata Lilik Kusnandar. Betul pak… Masak singgah di tempat lain gak boleh kalau ruangannya gak ada atau sedang renovasi..
Penulis : Hafid |Foto : Hafid

