OtomotifZone.com – Yogyakarta, Mengelola tim balap motor ibarat menjalankan mesin berpresisi tinggi. Jika salah satu gir melenceng dari porosnya, kehancuran di lintasan tinggal menunggu waktu. Prinsip profesionalisme inilah yang dipegang teguh oleh manajemen King 23 dalam menghadapi sengitnya iklim persaingan musim 2026.
Sebagai tim yang memadukan kekuatan dua bengkel berbeda serta deretan pembalap potensial, menyatukan rentetan kepala jelas bukan perkara yang mudah. Kuncinya ada pada rantai komando yang rigid dan transparan.

“Kita harus menjalin komunikasi satu pintu, satu komando,” tegas Gideon Alfa, Asisten Manajer Lapangan King 23. “Setiap instruksi dan informasi dari manajemen disalurkan secara terstruktur dari atas, lalu diselaraskan ke tim mekanik, pembalap, hingga seluruh kru lapangan.”
Sistem satu komando ini sangat terasa perannya saat tim dihadapkan pada situasi pahit dengan gagal meraih podium. Di King 23, kekalahan tidak direspon dengan saling menunjuk hidung. Usai seri event, tim akan langsung duduk bersama untuk menyeleksi dan membedah data evaluasi secara rinci.
Penulis : Puput Bagus Setiono/ Dewa
