Beranda Umum Tips & Trick Sensor Ini Jarang Sekali Diperbaiki, Padahal Fungsinya Luar Biasa

Sensor Ini Jarang Sekali Diperbaiki, Padahal Fungsinya Luar Biasa

0
892

Otomotifzone.com — JAKARTA. Saat melakukan service kendaraan, baik kendaraan motor maupun mobil. Pada umumnya pasti melakukan pembersihan pada Karburator atau Injektor. Pengecekan busi dan sejenis umum lainnya. 

Selain itu juga, pastinya penggantian rutin oli agar kondisi kendaraan roda dua ataupun empat. Selalu dalam kondisi yang top peforma setiap dalam melakukan perjalanan.

Tapi untuk merawar sensor oksigen, atau bahasa umunnya yakni kabel sensor O2 pada kendaraan yang berbasis injeksi. Ini jarang sekali untuk dilihat ataupun disentuh untuk dirawat bersihkan.

Padahal sensor oksigen ini, meski jarang sekali dilirik perawatannya. Memiliki fungsi yang cukup penting dalam akselerasi berkendara. Jika ini mengalami kerusakan, tentunya akan ada efek yang ditimbulkan.

“Sensor inj untuk memantau kadar oksigen dalam gas buang. Jika ini bermasalah atau kotor, tentunya ECU akan salah membaca kebutuhan dari motor,” buka dari Diko Oktaviano dari PT. Niterra Mobility Indonesia langsung kepada Penulis.

Ngk busi
Diko Oktaviano

Diko yang memiliki julukan Dokter Busi, menambahkan, “Saat ECU salah analisis, penyampaian campuran udara dengan bahan bakar yang tidak seharusnya. Kendaraan akan mengalami beberapa masalah dengan sejumlah indikator,” lanjut lagi darinya.

Saat sensor O2 bermasalah, menjadikan konsumsi bahan bakar meningkat. Emisi gas buang meningkat. Penurunan peforma mesin. Hingga kerusakan komponen yang lainnya.

Ngk busi
Sensor O2 Pada Motor

Ini dibarengi dengan sejumlah tanda, dari lampu indikator check engine yang menyala. Mesin kendaraan cenderung bergetar atau tidak berjalan mulus. Penurunan kinerja bahan bakar dan mesin secara signifikan. Kendaraan mengeluarkan asap tebal. Hingga kendaraan sulit capai akselerasi normal.

“Cara merawatnya mudah, pastikan sensor dalam keadaan bersih. Hilang dari pengapuran pembalaran. Pembersihan bisa dengan disikat dan disarankan dengan cairan katalis ataupun bensin. Pastikan sensor O2 aktif meski telah ganti knalpot,” tandas dari Diko.