Beranda Racing Roda 2 Grasstrack Seri 2 Kejurnas IRC Powertrack 2015 Kroya, Profesionalisme Kerja Dulu Yang Harus...

Seri 2 Kejurnas IRC Powertrack 2015 Kroya, Profesionalisme Kerja Dulu Yang Harus Ditiru

0
3275

Otomotifzone.com-Kroya. Sensasi Kejurnas Powertrack emang banyak ceritanya. Ajang balap yang bisa di sebut “Traditional Motocross from Indonesia” sekarang ini menjadi tujuan para pembesut motor jalanan dibentuk mirip Spesial Engine. Apalagi kalau bukan soal gengsi dan besarnya hadiah yang di berikan. Seperti yang sudah terlaksana minggu kemarin Seri 2 Kejurnas IRC Powertrack yang berlangsung di sirkuit Bintang Motor Kroya tanggal 22-23 Agustus 2015. “Hadiah pemenang semua kelas sama mendapat 1,5jt. Kecuali kelas lokal, itu EO lokal yang ngurusin. Sedang hadiah juara umum nanti tetap 1 unit Husqvarna untuk kelas senior, untuk kelas pemula 1unit motor bebek,” kata Widia Wibowo yang jadi pimpinan juri Powertrack.

Banyak yang hadir karena kualitas event , pertarungan dan hadiah.
Banyak yang hadir karena kualitas event , pertarungan dan hadiah.

Balap Powertrack memang tahun ini banyak permintaan dari berbagai pemilik sirkuit. Seperti seri 1 kemarin di sirkuit Alam Indah Regunung, Salatiga milik Akbar Taufan. Dan lanjut pengajuan sirkuit Bintang Motor masuk seleksi untuk gelaran ini. “Sengaja minta buat Powertrack karena cara kerja mereka profesional. Jadwal konsisten, pembalap dikontrak, pembalap di hargai, dan hadiah juara umum yang diberikan sangat besar,” kata Bintang Romadhon, pengelola sirkuit Bintang Motor ini. Memang semua cara kerja event ini sangat profesional mirip motocross mulai trasporder, sterilisasi dari paddock sampai sirkuit. Intinya jangan sampai semruwet sama orang-orang yang tak berkepentingan.

Bintang Romadhon, memilih Powertrack karena profesional cara pengemasanya.
Bintang Romadhon, memilih Powertrack karena profesional cara pengemasanya.

Seperti kalimat di atas bahwa Powertrack ini adalah Motocross asli Indonesia. Sirkuit yang dibuat Bintang Romadhon tersebut memang untuk Motocross. Di balap ini persiapan pembalap tak seperti balap grasstrack umumnya. Apalagi moto 2 antara kelas senior 110cc, 130cc dan Campuran hanya 20 menit. “Cara jaga fisik benar-benar beda gak kayak balap biasa. Seminggu sebelum Powertrack badan jangan sampai drop,” kata Rizky HK. Ya ibaratnya ini adalah Enduro Grasstrack. Fisik tetap paling utama.

Tak ada jeda untuk sedikit bersantai. gas!!
Tak ada jeda untuk sedikit bersantai. gas!!

Next series, masih ada waktu sebulan gelaran ini akan mengadu kekuatan fisik. Tapi ngomong-ngomong seri besuk barengan sama kejurnas Motocross. “Seri yang akan datang jadwalnya 26-27 September 2015 di Kediri. Itu sesuai jadwal Powertrack yang katanya bersamaan dengan Kejurnas Motocross di Bojonegoro.Dua kejurnas di dalam 1 provinsi kalau kita tetep maju. Jadwal motocross yang ngaco.” ucap Widia lagi. Gak masalah, lha wong beda kompetisi dan orang-orang yang balap di dalamnya.

Belum tentu mereka ada di kejurnas grasstrack.
Belum tentu mereka ada di kejurnas grasstrack.

Dan pada event ini kelas supporting racenya tak seperti biasanya. Kelas MX85cc dan MX2 brohh.. “Ya kita usul sama Pak Widya, dan ternyata bisa. Karena didukung juga sama event motocross yang masih lama dan belum jelas maka saya berani mengusulkan kelas ini,” tutur Bintang yang tak lain adalah kakak dari Hilman Maksum, pembalap motocross dari Kroya. Masih ada lagi kelas bebek standar pabrik dan kelas wanita. Cuman agak ada kendala karena mungkin mereka menggangap ini adalah event besar jadi takiut untuk datang. Besuk dibuat lagi dong pak kelas bebek standar pabrik dan kelas wanita atau kelas MX nya. “Enggak, ini cuma mengisi kekosongan jadwal motocross saja. Cuma kita akan lebih selektif lagi kalau ada kelas tambahan yang di usulkan EO setempat. Karena akan mengulur-ulur waktu kalau ternyata pesertanya kurang,” tutup Widia..

Profesionalisme kerja menuntut kepercayaan orang-orang yang akan bermain. Ketegasan menyelenggarakan lomba dan komitmen dengan peraturan yang dibuat adalah magnet para peserta..

Penulis : Hafid | Foto : Hafid

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses